
"Lo aneh banget sih, Dai." Kayla melewati Daisy begitu saja.
Daisy diam di kursinya.
"Eh kenapa?" tanya Tania saat melihat Daisy yang diam saja.
"Gapapa," jawab Daisy sambil menoleh ke Tania.
"Dai, jawab Gue! Lo kenapa?!" Tiba-tiba Kayla berada di sebelahnya.
"Sumpah ya, Lo aneh banget! kenapa sih?!" Kayla mulai jengkel.
Daisy melirik ke arah Kayla, Tania, dan Vera bergantian.
"Tania, Vera! Gue ke toilet dulu bentar ya!" ucap Daisy lalu menggandeng tangan Kayla keluar dari kelas.
"Ngomong sama siapa lagi," geram Kayla lama-lama.
Daisy membawa Kayla ke toilet perempuan. Kebetulan suasana toilet sedang sepi karena masih pagi.
"Lo kenapa sih?!" Kayla menjauhkan tangannya dari Daisy.
"Gue mau cerita ini, tapi Gue yakin Lo gak bakal percaya." Daisy menatap Kayla serius.
"Cerita apaan?" tanya Kayla jutek.
"Lo masih inget sama novel yang Gue buat tahun lalu gak? Yang ada Aksa dan ada nama Gue juga!"
Kayla tampak berpikir sebentar. "Yang judulnya My Imagination?"
"Nah iya itu!" respon Daisy tampak bersemangat menceritakan.
"Duh Gue lupa nanya sama Aksa lagi!"
"Daisy?" Daisy menoleh ke arah kanan.
Ada seorang perempuan yang tak ia kenal sedang berdiri di depan pintu toilet.
"Lo ngomong sama siapa?" tanya perempuan itu dan Kayla bersamaan.
Bingung ingin menjawab yang mana.
"Gak usah kepo deh," ketus Daisy.
"Apaan sih, Dai?! Gue nanya Lo jawab gitu! Jangan sampe Gue berpikir kalo Lo itu udah gila!" bentak Kayla.
"Dih jutek amat jadi orang," ketus perempuan itu lalu masuk ke salah satu bilik.
Daisy menghela napasnya lega, ia kembali fokus ke Kayla yang sudah marah padanya.
"Sorry, tapi Lo dengerin ini dulu." Daisy memasang wajah serius.
"Tadi pagi pas Gue bangun ada laki-laki tidur di samping Gue, dia ngaku namanya Aksa. Pas Gue turun ke bawah, keluarga Gue sama sekali gak bisa melihat Aksa. Terus si Aksa sekolah disini juga, katanya. Lo tadi liat kan Gue ngomong sendiri pas di kelas?" Kayla mengangguk dengan cepat karena ia sudah sangat penasaran.
"Gue lagi bicara sama Tania dan Vera, mereka ngaku teman Gue di kelas ini. Dan di novel Gue itu ada tokoh-tokoh utama yang namanya Aksa, Tania, sama Vera. Jadi, Gue pikir ini semua adalah tokoh-tokoh Gue yang nyata tapi cuma bisa dilihat sama Gue. Dan Gue juga inget kalo Gue menyantumkan diri Gue di cerita itu, tapi Gue lupa perannya apa karena itu novel kan udah dari setahun yang lalu."
"Lo percaya?" tanya Daisy dan Kayla menggelengkan kepalanya.
"Gue gak lagi ngarang, Kay!" Daisy capek-capek menjelaskan tapi gadis itu malah tidak percaya.
"Dai, denger. Ini itu dunia, bukan mimpi Lo yang seenaknya halu sampai-sampai Gue bingung sama sikap Lo itu!" Tukas Kayla.
__ADS_1
"Kay, Gue serius! Gue gak bohong!"
"Dai, lama banget ke toiletnya?" Daisy menoleh ke arah kanan lagi.
Tania berdiri disana sambil menatap aneh ke arahnya. "Lagi ngomong sama siapa?" tanya Tania curiga.
"Eh, enggak. Gue lagi ngetes, ah iya ngetes suara aja hehe,"
Kayla memutar bola matanya malas. Karena kesal akan sikap Daisy, akhirnya Kayla pun pergi meninggalkannya.
"Ya udah, mau ke kelas bareng gak?" tawar Tania.
Daisy menoleh ke depan, Kayla sudah pergi meninggalkannya.
"Boleh," Daisy pun berjalan ke arah Tania.
Mereka berdua berjalan kembali ke kelas. Selama di perjalanan, Tania menanyakan sesuatu.
"Dai, katanya Lo bisa lihat hantu ya?" tanya Tania.
Daisy langsung teringat dengan perannya di novel itu. Yaitu dirinya berperan sebagai kekasih Aksa, dan memiliki kelebihan yaitu bisa melihat makhluk halus.
"Iya, Lo sering liat Gue bicara sendiri ya? Gue penasaran aja sama mereka," jawab Daisy berbohong.
"Oh gitu, serem gak sih fisiknya?"
"Enggak," balas Daisy.
Percakapan mereka terhenti saat memasuki kelas. Daisy menghela napasnya lega, karena orang-orang dikelas tidak akan melihatnya dengan tatapan aneh.
"Nur, Lo udah ngerjain tugas kemarin?" tanya Vera kepada Nur yang duduknya di hadapan Daisy.
Daisy duduk bersama Vera, atau duduk sendirian. Kayla memilih untuk pindah tempat duduk sejak pagi.
Awalnya Daisy santai-santai saja, tapi akhirnya ia sadar sesuatu.
"Nur?!" kaget Daisy.
Nur adalah teman sekelas Daisy di dunia nyatanya, tapi ini kok Nur bisa berbicara dengan Vera?
"Iya, kenapa?" tanya Nur.
"Dai, Lo kenapa sih?"
Beberapa temannya mendekatinya dan menatapnya aneh.
"Lo kenapa?" tanya salah satu teman sekelas.
"Nur, dia lagi ngapain?" tanya Daisy.
"Tuh lagi baca buku," jawab orang itu sambil menunjuk Nur dengan dagunya.
Daisy menoleh ke arah Nur, perempuan itu sedang mengobrol kecil dengan Vera. Sedangkan yang teman-temannya lihat adalah Nur sedang membaca buku.
"Dai, Lo dipanggil sama Bu Aisyah di kantor," seseorang lelaki datang mendatangi meja Daisy.
"Gue?" lelaki itu mengangguk.
"Kenapa, Dai?" tanya Tania saat melihat Daisy berbicara sendirian.
Daisy menoleh ke arah Tania kemudian menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bentar ya, Gue mau ke ruang Guru dulu," pamit Daisy kepada Tania.
"Eh mau kemana?" tanya Tania.
"Gila, dia ngomong sama siapa sih?"
"Gak tau tuh, kata Kayla mah ya dari berangkat udah kaya gitu,"
Daisy berdiri tanpa menjawab perkataan mereka. Ketika di depan pintu kelas ia berpas-pasan dengan Bu Aisyah yang hendak masuk ke kelas.
"Kamu,"
"Ikut saya ke kantor," ucap Bu Aisyah.
Daisy mengangguk dan mereka pun pergi ke kantor dengan Daisy yang berjalan di belakang Bu Aisyah.
Ada beberapa murid yang menatap Daisy dengan tatapan aneh, kebanyakan dari mereka mengira bahwa Daisy sudah gila setelah mendengar berita tentang Daisy yang berbicara sendirian.
Daisy duduk di kursi yang berhadapan dengan kurus yang diduduki oleh Bu Aisyah.
"Jadi, apa penyebab kamu berbicara sendiri seperti itu?" tanya Bu Aisyah langsung pada intinya.
"Saya harap Ibu percaya sama penjelasan saya," ucap Daisy sebelum menceritakan semuanya.
Lalu Daisy menjelaskan semuanya kepada Bu Aisyah.
"Penjelasan kamu benar-benar tidak masuk akal. Tapi, apa ada bukti bahwa penjelasan kamu itu benar?"
"Daisy, kamu tidak ke kelas? Ibu ingin ke sana sekarang," Daisy menoleh ke arah kanan.
Perempuan itu berpakaian seperti seorang guru, ditambah buku dan beberapa alat tulis yang ia bawa di tangan.
"Maaf, Ibu siapa ya?" Daisy tidak mengenal perempuan itu.
"Lah saya mah Guru kamu. Tolong bawakan ini ke kelas," ucap perempuan itu.
"Saya gak kenal sama Ibu," Daisy menggelengkan kepalanya.
"Daisy!" panggil Aisyah ketika melihat Daisy yang bertingkah aneh.
Daisy menoleh ke arah Aisyah. "Ibu lihat kan tadi? Ada seorang perempuan yang mengaku sebagai Guru saya Bu!" Ucap Daisy serius.
"Saya gak lihat apa-apa," ujar Aisyah.
"Saya pikir kamu udah Gila, Daisy," Aisyah bingung dengan sikap Daisy.
Padahal di ruangan ini tidak ada siapa-siapa kecuali mereka.
"Daisy, kamu bicara sama siapa?" perempuan itu kembali memanggil Daisy.
"Daisy, kamu gak masuk ke kelas? Ngapain di ruang Guru?" tanya seorang Guru lelaji yang tiba-tiba sedang duduk di kursi Bu Aisyah.
Daisy menoleh ke arah lelaki itu. Ada dua bayangan yang duduk di kursi itu.
"Daisy!!" teriak Bu Aisyah.
"Daisy, sedang apa kamu?" tanya lelaki itu.
Bruk
Daisy pingsan karena bingung dan juga pusing dengan semua ini.
__ADS_1