Dampak Manusia

Dampak Manusia
Akselerasi Pikiran


__ADS_3

"Hmm, bagaimana menurutmu dengan gadis itu?."


"Entahlah, padahal dia punya kompatibilitas yang tinggi, tapi hanya itu yang dimilikinya."


"Ya, karena itu dia dimasukkan dalam kategori B, bagaimanapun kemampuannya tampak tidak terlalu hebat."


"Heh, begitu ya."


Sambil tersenyum,rania diam-diam memperhatikan gerak bibir orang-orang dibalik kaca sambil membaca buku di ruangan kedap suara.


"Siapa yang mengira kemampuan ini akan luar biasa. Bukan hanya pemikiranku yang meningkat, tapi indra, insting dan bahkan kendali tubuhku juga meningkat. Hmph, kelihatannya aku beruntung."


Setelah orang-orang itu pergi, rania kembali fokus membaca berbagai buku yang dia pilih.


"Meski bisa dikatakan lemah, tapi itu hanya bagaimana seseorang menggunakannya."


"Saat mereka melakukan hal-hal itu pada tubuhku, dan melihat yang terjadi pada orang lain saat menyentuh kristal, kelihatannya aku termasuk dalam katagori aman."


"Kalau tidak salah, tubuh alfa saat itu hampir terbakar seperti orang sebelumnya. Tapi kelihatannya dia baik-baik saja."


"Sedangkan aku hanya mengalami sakit kepala dan tubuh yang tidak nyaman. Mengetahui hal ini, ada kemungkinan celia baik-baik saja."


"Aku rasa, sudah hampir seminggu aku disini, dan yang bisa kulakukan hanya membaca buku-buku ini. Haah, yah, setidaknya ini adalah buku-buku yang aku pilih sendiri sih."


"Termasuk yang satu ini."


Melihat buku di sampingnya, rania memandangnya dengan serius dan mengambilnya setelah selesai membaca buku yang dia pegang.


"Ini jelas bukan buku yang harus ada di perpustakaan. Daftar kemampuan subjek, entah siapa yang meninggalkannya di sana."


"Setelah aku menyentuh kristal, mereka tampaknya memperdebatkan sesuatu, dan akhirnya membawaku ke perpustakaan."


"Meski aku sudah bertanya apakah boleh mengambil buku ini, tapi dia hanya berkata "Sudahku bilang pilih saja sesukamu". Entah dia tidak memperhatikan, atau pura-pura tidak peduli."


Membuka buku kecil itu, rania mulai membaca dan memahami isi buku.


"TBA(Tubuh baja alam), membuat seseorang dapat memiliki tubuh yang kokoh, tapi juga membuat tubuh seseorang dapat menyesuaikan diri dengan elemen alam."


"Menyesuaikan diri?, jika benar begitu, lalu kenapa ada yang membeku, terbakar, dan bahkan kaku saat itu?, apakah ada ketidak cocokkan?."


"Api muncul ketika ada sumber panas. Ini juga berpengaruh pada tubuh manusia. tentu harus mampu mengalirkan energi...."


"Listrik dapat meledak dari tubuh ketika terlalu banyak gerakan, terutama ketika...."

__ADS_1


"Es yang terlalu dingin, mampu menidurkannya untuk...."


"Pikiran buas, sering kehilangan kendali...."


"Aura hampa, tidak diketahui...."


"Setengah abadi...."


"Haaah."


Setelah seharian membaca dan memahami, rania akhirnya berhenti membaca.


"Meski dengan akselerasi pikiran, tapi aku masih sedikit bingung dengan hal-hal itu. Sudah lama dan sering menggunakan kemampuan ini, tapi masih saja sangat melelahkan saat digunakan terus menerus."


"Aaaakhng."


Menguap, rania mulai meregangkan tubuh dan segera tidur bersama dengan buku-buku dilantai.


"Akan aku lanjutkan besok, mungkin akan lebih baik jika bisa memahaminya bila dengan pikiran segar."


Dan rania langsung tertidur.


Keesokan harinya seperti biasa, rania selalu melakukan olah raga. Setelah selesai olah raga, rania mulai meningkatkan pikirannya dan kembali membaca buku kecil itu.


Terus membaca, rania semakin fokus dalam memahami hal itu.


"Olah raga hingga batas daya tahan tubuh adalah cara yang efektif, meski ada yang melampaui daya tahan dan dapat memberikan hasil yang lebih cepat, tapi memiliki resiko yang tinggi."


"Latihan mental. selalu berpikir positif untuk diri sendiri. Cobalah untuk terus berpikir dan berharap memiliki tubuh yang kau inginkan. Lakukan ketika melakukan yoga sejenak setelah olah raga yang panjang."


"Salah satu hal penting adalah menjaga makanan, perbanyak makan aneka daging, buah dan sayuran. Usahakan untuk tidak makan-makanan yang menghasilkan banyak kotoran atau timbunan di perut, seperti makanan tinggi karbohidrat dan makanan berminyak."


"Dapatkan nutrisi tambahan seperti susu, madu, sedikit minyak nabati dan hewani."


"Setelah makan jangan tidur atau bersantai. Segera lakukan senam ringan untuk mencerna makanan, Baru setelah itu bisa istirahat."


"Setelah istirahat satu atau dua jam, mulai olahraga kembali seperti semula dan terus tingkatkan kesulitan sedikit demi sedikit untuk mendorong batas.


"Jangan hanya latihan angkat berat, seringlah melatih kelincahan dan kegesitan untuk meningkatkan daya tahan tubuh."


"Cobalah juga untuk melakukan pertarungan untuk merangsang tubuh agar lebih kuat. Bila ingin memaksakan diri, cobalah fokus untuk terus menggerakkan tubuh."


"Yang benar saja!, jika seseorang terus hidup seperti itu tanpa henti, tentu saja mereka akan menjadi sangat kuat, lagi pula siapa yang mau hidup seperti itu selamanya."

__ADS_1


"Setelah latihan berat, pastikan untuk mendengarkan dan merasakan lingkungan agar dapat menyatu dengan suasana alam untuk menenangkan diri, agar tidak hanya memikirkan latihan."


"Emmmm..., ya, sudahlah."


Tidak terlalu memikirkan hal itu, rania, mulai membaca bagian lain.


"Ini..., psikokinesis?."


"Psikokinesis adalah kemampuan pikiran untuk untuk menggerakkan, mengubah dan menerbangkan suatu benda."


"!."


Melihat hal itu, rania langsung tertarik dengan kemampuan ini. Mungkin karena psikokines menggunakan pikiran, dia berpikir mungkin bisa menguasainya.


"Tidak banyak data yang dimiliki untuk kemampuan ini, tapi bisa dikatakan kemampuan psikokinesis mungkin hampir tak terbatas."


"Haah, tidak banyak informasi ya..., em?."


"Psikokinesis juga dapat mempengaruhi waktu, ruang dan wujud, namun hampir tidak ada yang menguasai teknik ini."


"Teknik yang termudah adalah menggerakkan benda, teknik ini kemungkinan menggunakan gaya magnet untuk melakukannya."


"Dan teknik berikutnya Adalah membuat benda melayang, dikatakan teknik ini menggunakan kekuatan gravitasi, namun pemikiran itu cukup di bantah karena berat dan gaya di sekitar lintasan benda yang melayang tidak ada perubahan."


"Psikokinesis adalah kemampuan yang membutuhkan kendali tenaga yang akurat dan fokus yang tinggi."


"Baiklah, tingkat fokus yang tinggi sudah kumiliki. Dan sekarang, bagaimana caranya untuk membuat tenagaku keluar dari tubuh."


"Hmm... emh!. Kalau tidak salah aku mengambil buku yang seperti."


Dengan merangkak, rania mencari buku yang dia cari diberbagai buku yang disekitarnya.


"Oh!, Ini dia. Penggunaan Tenaga Dalam. Seharusnya ini tidak terlalu sulit kan?."


Setelah mengambil buku, rania langsung mulai membacanya.


"Tenaga dalam awalnya adalah tenaga biasa dari dalam tubuh... . butuh pemikiran kuat untuk mengubahnya... .Ada berbagai cara dan jenis... . ...Harus memahami fungsi dan kemampuan tubuh... . Tenaga dalam murni cukup sulit... . ...tenaga seseorang kebanyakan condong pada elemen... ."


Berhenti membaca, dan memahami isi buku. Rania mencoba untuk mempraktekkannya.


Dengan tangan kanan mengarah ke target didepannya, rania terdiam dan menutup mata.


"Akselerasi tingkat tinggi!, kendalikan aliran darah, tingkatkan indra, tenangkan pernafasan, rasakan letak tenaga dalam, tuntun tenaga dalam, fokuskan target. mulai!."

__ADS_1


Membuka matanya, tidak lama kemudian, dengan perlahan melambaikan tangan, rania berhasil membalik halaman buku.


__ADS_2