Dangerous Classy Woman

Dangerous Classy Woman
Kebingungan Keluarga Marcel


__ADS_3

Grisella yang masih termenung tidak menyadari ada sebuah mobil yang berhenti didepannya, lalu seorang pria turun dan berjongkok di hadapan Grisella.


Ia melihat Grisella dari ujung rambut sampai ujung kaki, ia pun merasa kasihan, namun pria itu tidak bertanya tentang apa yang terjadi pada wanita itu, ia justru bertanya tentang hal yang lainnya.


“Nona, apa kau membutuhkan tumpangan?” tanya pria itu dengan lembut sambil tersenyum ke arahnya.


Grisella yang tidak mempunyai energi lagi, tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengangguk dan pria itu bergegas memapah tubuh Grisella dan membantu Grisella masuk kedalam mobilnya.


Walau sedang memejamkan mata, Grisella tidak benar-benar tertidur, ia hanya ingin memejamkan matanya sebentar namun ia pun tetap harus waspada pada pria yang tengah berada di depannya.


Entah pria itu baik atau tidak, yang jelas Grisella berusaha untuk tetap berfikir positif.


Saat mobil itu melaju dengan pelan, Grisella teringat bahwa dirinya belum makan beberapa hari, “Tolong belikan aku makanan, aku sangat kelaparan.” ucap Grisella sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil tanpa membuka matanya.


Seketika, Pria itu pun melirik kearah Grisella, ia merasa kasihan pada wanita yang ada di sampingnya, ia pun dengan perlahan memarkirkan mobilnya di sebuah restoran.


"Aku akan turun, jadi sebaiknya mona tunggu saja di dalam mobil, aku akan membelikan nona makanan yang sangat banyak.” ucap pria itu sambil keluar dari mobil dan memasuki restoran.


Tidak menunggu lama, pria itu keluar dari restoran dengan beberapa papperbag, ia pun masuk kembali kedalam mobil dan langsung menyerahkan semua papperbag itu pada Grisella “nona, makanlah sepuasnya,” ucap pria itu sambil tersenyum tipis.


Grisella membuka matanya secara perlahan, walau masih dalam pandangan kabur, Grisella pun mulai mengeluarkan semua makanan itu dan langsung memakannya, ia bahkan tidak memperdulikan pria itu yang tengah menatapnya.


Setelah merasa kenyang dan pandangannya mulai membaik, Grisella mulai menoleh ke samping dan ia bisa melihat dengan jelas fitur wajah pria yang tengah menolongnya.


Walau masih tergolong tampan, tapi Grisella mengakui bahwa Henzie lebih tampan dari pria yang ada di depannya.


“Kenapa kau menolongku?.” tanya Grisella dengan wajah penuh tanda tanya.


Pria itu pun menjawab dengan nada rendah, “Hanya ingin saja.” jawab pria itu dengan acuh tak acuh.


Seketika, didalam mobil terasa begitu hening, Grisella tidak menanyakan apapun, sedangkan pria itu juga mulai menyetir kembali.


Pria itu melihat sebuah butik, ia pun turun dan masuk kedalam butik. sedangkan Grisella hanya perduli dengan makanannya saja dan tidak memperdulikan apa yang akan di lakukan pria itu.


Setelah pria itu membuka mobil, ia pun langsung menyerahkan satu paperbag pada Grisella. “Nona, gunakan pakaian ini.” ucap pria itu sambil menyingkirkan makanan Grisella dan meletakkan papperbag itu di atas paha Grisella.


Grisella sempat terkejut karena tindakan tiba-tiba dari pria itu, namun ia pun tetap mengambilnya dan sekarang dirinya sedang kebingungan untuk mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Tapi, pria itu justru begitu peka dan langsung menutup pintu mobilnya, ia pun langsung memunggungi mobil agar Grisella bisa mengganti pakaiannya dengan nyaman.


Grisella yang melihat itu langsung dengan cepat mengganti pakaiannya, ketika selesai, ia membuka kaca mobil “tolong pergi ke mansion Sinclair.” ucap Grisella dengan nada datar.


Pria itu mengangguk dan memasuki mobilnya, ia pun dengan suka rela mengantar Grisella ke mansion keluarga Sinclair.


Didalam perjalanan, suasana kembali hening, tidak ada di antara mereka yang memulai percakapan, bahkan Grisella kembali mengambil makanannya yang sempat di singkirkan pria itu.


Sesekali pria itu melirik Grisella, ia tampak tersenyum tipis melihat Grisella tampak sangat bersemangat memakan makanan yang di berikannya.


“sudah sampai.” ucap pria itu sambil menghentikan mobilnya tepat di depan mansion Sinclair.


Grisella tampak terkejut, ia pun mulai melihat ke kanan dan ke kiri, namun tidak butuh waktu lama untuk Grisella menyadari bahwa itu lah mansion keluarga Sinclair.


Grisella menurunkan semua papperbag dan keluar dari mobil pria itu, ia pun membungkukkan punggungnya dan tidak lupa mengucapkan beberapa kata “siapa namamu?, suatu hari aku pasti akan membalas kebaikanmu ini,” ucap Grisella sambil tersenyum tulus.


Pria itu juga tersenyum tipis, "kita akan bertemu lagi." setelah mengatakan itu pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Grisella tampak terlihat sangat binggung, karena adegan yang baru saja terjadi, tidak ada dalam novel.


Namun dengan cepat Grisella langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak harus memikirkan pria itu karena Grisella yakin bahwa pria itu pasti akan muncul untuk yang kedua kalinya.


"Sudahlah aku akan memberikan pria itu nanti, karena aku harus fokus pada keluarga ini terlebih dahulu," gumam Grisella menatap mansion yang ada di depannya dengan intens.


“Aku akan membalas perbuatan yang kalian lakukan pada Lizia, mulai sekarang panggilanku adalah Lizia Florinix. Lalu aku akan menghapus nama Grisella dalam cerita ini" gumam Grisella dengan menggenggam kedua tangannya dengan sangat kuat.


Grisella bertekad untuk menjalani kehidupan Lizia, ia pasti akan menendang semua keluarga itu dari rumahnya sendiri.


Beberapa penjaga yang berada di depan pintu gerbang mansion merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, keduanya saling menatap satu sama lain.


Mereka berdua bergegas melangkah menghampiri Lizia, keduanya menatap Lizia dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Mereka melihat pakaian yang di kenakan Lizia sangatlah bagus, " Siapa yang mengantar mu tadi?, lalu dari mana kau mendapatkan pakaian bagus ini?," tanya salah satu penjaga itu.


Lizia menatap kedua penjaga itu dengan tatapan tajam, ia pun mengabaikan pertanyaan itu dan melangkahkan kakinya.


Kedua penjaga itu tampak terpaku, tapi tiba-tiba saja, kedua penjaga itu menghadang Lizia agar tidak masuk kedalam mansion, "Berani sekali kau mengabaikan pertanyaan ku?, lagi pula kami tidak akan pernah mengizinkanmu masuk ke dalam mansion ini lagi," ucap penjaga lainnya dengan nada sombong.

__ADS_1


"Berani sekali penjaga sepertinya memerintah ku seperti ini, tapi tunggu dulu, aku ingat bahwa di dalam novel kedua penjaga ini selalu merendahkan Lizia, benar .... bagaimana aku bisa melupakan itu," batin Grisella yang sudah berada di tubuh Lizia.


Lizia yang mendengar itu langsung memukul wajah penjaga itu.


Brukkk


Penjaga itu pun jatuh hanya dengan satu pukulan dari Lizia, para penjaga yang lain bahkan tampak terkejut dan tercengang melihat kekuatan yang di hasilkan oleh Lizia.


“Jika kau tidak mengenal siapa tuan mu, maka kau bisa pergi dari sini!” ucap Lizia menatap penjaga itu dengan tajam.


Kedua penjaga itu tampak terpaku, mereka sangat mengenal Lizia, Lizia yang mereka kenal adalah orang yang sangat lembut dengan tubuh yang lemah, ia bahkan tidak berani untuk membunuh seekor semut, tapi kali ini, Lizia bahkan berani memukul para penjaga dan membuat penjaga itu jatuh hanya dengan satu pukulan.


Perubahan itu cukup membuat para penjaga terheran “buka gerbangnya.” ucap Lizia dengan datar tapi matanya menatap tajam para penjaga itu.


Penjaga yang masih berdiri begitu ketakutan, ia pun langsung bergerak membuka gerbang dan mempersilahkan Lizia masuk kedalam mansion.


Penjaga itu tidak ingin mengambil resiko seperti temannya itu. Semua orang yang ada di mansion tau bahwa pemilik rumah yang asli adalah Lizia. Tapi karena Lizia terlalu lemah, mereka dengan berani mengolok dan merendahkan Lizia.


Bahkan anggota Sinclair telah mengklaim bahwa rumah iyu adalah milik keluarga mereka sehingga mendapat julukan mansion milik keluarga Sinclair.


Mansion itu tampak begitu luas, sehingga jika di tempuh dengan kaki maka bisa memakan waktu sampai 5 menit.


Lizia melangkah dengan perlahan, ia melihat ke kanan dan ke kiri, kini ia pun berhenti dan mulai menata hatinya.


Setelah beberapa menit berlalu, Lizia langsung membuka pintu mansion, ia melihat para anggota Sinclair tengah tertawa bahagia.


Seketika saja, raut wajah Lizia berubah menjadi datar, ia pun melangkah masuk secara perlahan, "Wah, kalian tampak sangat bahagia tanpa diriku," ucap sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion.


Seketika saja suara tawa yang ada di ruangan itu menghilang, semua orang mulai melirik kearah sumber suara, dan mata mereka semua tampak membulat dengan sempurna.


Semua orang tampak kebingungan, mereka bahkan mulai memandang satu sama lain karena melihat orang yang sangat mereka benci telah kembali.


Marcel selaku suami Lizia begitu terkejut melihat istrinya itu kembali dengan keadaan selamat. Bahkan para anggota keluarga juga ikut terkejut melihat kedatangan Lizia.


Mata semua orang tertuju pada papperbag yang ada di tangan Lizia, "Bagaimana kau mendapatkan pakaian sebagus itu?, apa kau mencuri di mansion tuan Henzie?" tanya Ensly dengan tatapan tajam.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2