Darah Incaran

Darah Incaran
Darah Special.


__ADS_3

"Ssi-siapa kamu?" Tanyaku terbata. Jantungku memompa kian cepat. Tubuhku bergetar dengan keringat dingin bercucuran.


Pria itu menyeringai. Sontak aku mundur. berusaha memberi jarak dengannya.


"Aku adalah penggemarmu. Lebih tepatnya, penggemar darah spesialmu!" Ujarnya tersenyum smirk.


Aku terbelalak ketika mendengar pengakuannya. Darah spesial? Apa maksudnya?.


"Kemarilah nona!. Puaskan aku dengan darahmu itu." Sambung pria itu berjalan perlahan ke arahku. Dan akupun berjalan mundur.


"Tidak!. Aku tidak mengenalmu. Tolong tinggalkan aku!" Pintaku. Langkahku terus mundur. Namun pria itu semakin mendekat. Aku segera membalikkan badan dan berusaha berlari secepat mungkin. Berharap pria itu tidak mengejarku.


Aku terus berlari. Namun, jalanan yang terlalu gelap membuatku tersandung sesuatu. Sepertinya aku telah memasuki hutan. Tubuhku tersungkur ke tanah. Ku lihat ke belakang. Pria itu masih terus berjalan dengan santainya. Seringaian masih terus menghiasi wajahnya yang terbilang tampan.


"Aku mohon, tinggalkan aku!. Biarkan aku pergi, tuan!" Pintaku memohon.


Pria itu tidak mengindahkan ucapanku. Dia masih terus berjalan ke arahku. Dan dia berkata. "kamu tidak akan bisa lari dari takdirmu!. Kamu memiliki darah yang spesial. Dan akan ada banyak yang mengincar darah nikmatmu itu. "


Tunggu. Kata-kata ini... Aku seperti pernah mendengarnya. Dan ya, aku ingat. Aku mendengar kata-kata itu dari dalam mimpi. Dan lagi. Kejadian ini sama persis dengan kejadian dalam mimpiku.


Berulang kali ku gelengkan kepalaku. Berusaha mengusir fikiran buruk yang semakin menambah ketakutanku. Berharap saat ini pun hanyalah mimpi. Jangan sampai mimpiku menjadi kenyataan. Semoga pria itu bukanlah pria dalam mimpiku.


Tiba-tiba pria itu tak terlihat lagi di depan mataku. Aku fikir semua telah selasai. Namun ternyata tanpa aku sadari pergerakannya, pria itu telah berada tepat di sampingku. Dia menyeringai, kemudian mengusap wajahku sampai ke leher dengan punggung jarinya. Dingin. Sentuhannya sangat dingin seperti es. Dan ini sama persis seperti adengan di dalam mimpiku.


"Aku tidak sabar menyicipi darahmu ini. Aku sangat-sangat tidak sabar ketika darah spesialmu ini menjadi pemuas dahagaku." Bisiknya tepat di telingaku. Membuat tubuhku meremang dengan nafas memburu.


Tangannya kini telah mencengkram rahangku. Netranya telah berubah menjadi merah menyala. Dan juga muncul sepasang taring di dua sudut bibirnya. Oh tuhan. Selamatkan aku dari makhluk ini. Batinku terus berteriak, menjerit berharap ada yang bisa menolongku.


Pria itu memiringkan kepalaku. Dan wajahnya semakin mendekat ke leher jenjangku. Aku ingin berontak. Namun anehnya, tubuhku seolah membeku. Tak bisa bergerak barang sedikit pun.


Kini bibirnya yang dingin terasa telah menyentuh kulit leherku. Mataku memejam pasrah. Dan dalam sepersekian detik berikutnya.....

__ADS_1


Braakkk


Suara benturan terdengar sangat keras. Dan aku rasa pria mengerikan itu tidak lagi ada di sisiku. Dan dapat ku dengar bahwa saat ini sedang terjadi perkelahian brutal. Terbukti dengan suara-suara benturan yang memenuhi pendengaranku. Perlahan ku buka mata. Dan alangkah terkejutnya aku.


Perkelahian terjadi antara pria mengerikan yang telah meninggalkan jejak tusukkan taring di leherku. Bersama... Seseorang yang sontak membuat mataku membulat sempurna. Pria itu,... Dia Michael. Dosenku.


Dan, ini bukanlah perkelahian biasa seperti manusia pada umumnya. Terjadi aksi saling baku hantam yang menyebabkan beberapa pohon sampai tumbang. Dan aku yakin mataku tidak salah melihat. Karena beberapa pohon telah tumbang, sinar bulan sedikit menerangi sekitarku.


Pergerakkan mereka bak kilat yang menyambar-nyambar. Sangat cepat. Bogeman dari Michael berhasil membuat lawan terpental cukup jauh dan menghantam pohon. Kemudian, Michael menaiki pohon dengan begitu mudah dan cepat, dan dia melompat dari atas ke arah lawannya yang berada di bawah hendak bangkit. Tubuh Michael mendarat tepat di atas tubuh lawan. Kini tangan Michael telah berada di kepala lawan, dengan sebelah tangan mencengkram rambut, sementara sebelahnya lagi mencengkram dagu. Dan dalam hitungan detik, dengan mudahnya Michael mematahkan kepala lawan hingga terpisah dari tubuhnya. Sontak ku palingkan wajahku seraya menutup mata rapat. Pemandangan ini terlalu mengerikan. Dan sayangnya ini nyata. Bukan lagi adegan dari serial film.


tak lagi mendengar keributan, ku coba buka mataku perlahan untuk segera mengamati keadaan. Sekitar dua meter dari posisiku, Michael tengah menatapku dengan dada yang masih terlihat naik turun.


"Mi-michael, a-anda ini a-apa?" tanyaku terbata dan bergetar.


Tak ada jawaban dari bibir dosen misteriusku itu. dia hanya diam mematung. Kemudian pria berambut pirang itu menundukkan kepalanya dengan mata yang terpejam.


aku berusaha bangkit dari atas tanah, kemudian berjalan mendekati Michael.


"sstt, jangan bersuara!" gumamnya, dan aku menuruti ucapannya. Tetap berdiri dan mengamati reaksi apa yang akan terjadi pada pria di depanku ini.


Dan di detik berikutnya, tiba-tiba tanganku di raih begitu saja. Dia menarik tanganku sambil berjalan. Mau tak mau, kakiku ku ayunkan mengikuti langkah lebar yang sedikit sulit ku imbangi. Dan ya, tangan Michael dingin. Sama seperti suhu tubuh pria yang hampir menggigitku. Apa mereka sama?


"kita mau kemana?" tanyaku.


"ke tempat yang aman." jawabnya datar, tidak menghentikan langkahnya barang sedetikpun.


"tapi kenapa?" tanyaku lagi.


"bisakah kamu diam?. Dan percepat langkahmu jika mau selamat!" sergahnya.


"ta-tapi aku tidak bi...."

__ADS_1


belum sempat aku selesaikan ucapanku, dengan secara tiba-tiba tubuhku di angkat ke punggung lebarnya. "kamu terlalu lambat, para pemburu itu akan segera menemukanmu."


"apa? Pemburu?." pekikku. "pemburu siapa? Kenapa pemburu itu mencariku?." cecarku.


apa maksudnya ini? Siapa pemburu itu? Dan kenapa mereka memburuku?. Astaga, apa yang terjadi dengan hidupku?.


"diam, dan eratkan peganganmu. Aku tidak bisa berkonsentrasi dengan ocehanmu." sergahnya.


Tanpa banyak bertanya lagi, aku menurut. Mengeratkan pegangan tanganku yang melingkar di leher Michael.


di sekitarku tidak begitu jelas terlihat oleh pandanganku. Kecepatan Michael menyamai kereta cepat sehingga membuat pandangan terlihat seperti kelebatan-kelebatan bayangan. Yang ku tau hanya, Michael sepertinya membawaku ke menembus hutan menuju pegunungan.


Tak lama kemudian, Michael menurunkanku sedikit kasar. Beruntung, aku masih bisa menyeimbangkan tubuhku hingga tidak sampai terjatuh.


"untuk sementara waktu kita sembunyi disini." ujar Michael menatap lurus ke bawah yang pekat oleh gelapnya malam.


"tapi kenapa? Siapa pemburu itu? Dan kenapa mereka memburuku?" cecarku. Berjalan mendekat ke arah Michael yang sedang duduk di atas batu besar.


"karena mereka mengincar darahmu!. Pemburu itu sama seperti pria tadi." jawabnya .


"dan juga sama seperti anda?" cecarku.


Sontak, Netra biru milik Michael melirik tajam ke arahku. Dia bangkit dan dalam sepersekian detik berikutnya dia melompat dan berdiri tepat di depanku hingga tubunku melonjak kaget.


"ya, kamu benar. mereka sama sepertiku. Tidak, aku sama seperti mereka. Monster abadi yang selalu haus darah." ujarnya mengikis jarak di antara kami.


Refleks, kakiku berjalan mundur. "a-anda juga me-menginginkan da-darahku?" cecarku lagi terbata.


"benar, kamu benar sekali. Aku menginginkan darahmu. karena darah yang mengalir dalam tubuhmu adalah darah special yang langka. Darah itu hanya akan muncul sekali dalam seratus tahun. Dan semesta memilihmu sebagai pemilik darah spesial itu. Darahmu bisa menambah kekuatan, juga bisa menghidupkan kembali bangsaku yang mati terbunuh. Maka semua makhluk dari bangsaku akan berlomba untuk mendapatkanmu."


"kenapa harus aku?" tanyaku lagi. Dan Michael menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"entahlah, terkadang takdir memang senang mempermainkan hidup seseorang." jawabnya.


__ADS_2