Dark Heaven

Dark Heaven
Chapter 12


__ADS_3

Divisi Pengawasan Blaze Dan Panti Asuhan Part 1


.


.


.


.


.


.


.


( Note: Pada chapter ini akan menjelaskan kejadian setelah Pemeriksaan Blaze yang dimana Nine mengundang Ren untuk datang ke Asosiasi Pengawasan Blaze diharapkan untuk membaca Chapter 10 )


" Permisi "


" Masuk! "


Nine masuk keruangan Pemimpin Asosiasi untuk memberikan laporan mengenai adanya seorang Incompeten dan menjelaskan kesalahan yang ia buat.


" Apa kau sudah mengundangnya datang kemari? " Ucap Pria tua berumur 48 tahun yang sedang duduk sambil membaca berkas-berkas


" Ya....dia akan datang hari ini " Balas Nine


" Bagus, kau boleh beristirahat "


" Terima kasih ketua " Lalu Nine pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan Pria tua tersebut seorang diri.


' Incompeten kah.... ' Pikir Pria tua tersebut.


Hutan Kematian, Pagi Hari


" Ren, bangun "


" 5 jam lagi.... "


" Ayo! Bukankah hari ini kau akan datang ke Asosiasi Pengawasan Blaze? "


Terlihat Liliana yang sedang membangunkan Ren dari tempat tidurnya. Mereka berdua terlihat seperti sepasang suami istri jika dilihat oleh orang lain. Namun, untungnya mereka berdua ada di Hutan Kematian.


" Ya aku bangun... " Sahut Ren yang kemudian bergegas pergi membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, lalu ia pergi ketempat ruang makan.


Skip Selesai Makan


Mereka berdua lalu pergi ke tempat Asosiasi Pengawasan Blaze Berada. Letak gedung asosiasi tidak terlalu jauh dari Hutan Kematian sehingga membuat mereka berdua memilih untuk berjalan.


Sinar Matahari tidak terlalu panas dan angin berhembus dimana-mana sehingga membuat nyaman untuk berjalan kaki. Banyak masyarakat yang berangkat kerja memilih untuk berjalan sekedar berolahraga kecil.


Tempat yang sekarang Ren dan Liliana berada merupakan Taman Kota. Terlihat banyak pemuda dan pemudi yang berlalu lalang. Disanalah Liliana mengajak Ren untuk beristirahat sejenak di bangku taman dibawah pohon.


Mereka terlihat seperti sepasang kekasih oleh para pejalan kaki dan orang yang melihatnya. Mereka membisik-bisikkan mengenai mereka berdua yang sedang duduk dibawah pohon.


" Ren "


" Apa? "


" Apa kau memiliki hubungan dengan Wakil Direktur RenX Corporation? " Tanya Liliana


" Ya.... Aku Direkturnya " Balas spontan Ren.


Mendengar hal tersebut Liliana mengangguk paham dan membenarkan apa yang ia pikirkan selama ini, bahwa Ren adalah Pemimpin Perusahaan itu sendiri.


" Kau tidak terlalu terkejut " Ucap Ren


" Karena aku sudah menduganya sejak kemarin dan ditambah percakapan yang kau bicarakan dengannya, jadi aku percaya " Balas Liliana

__ADS_1


" Begitu "


" Lalu.....Apa maksud mu membelikanku pakaian? "


" Bukankah kau tidak membawa banyak baju saat berangkat kesini, Lagipula apa kau mau memakai pakaianku setiap hari? "


Mendengar hal itu Liliana menjadi malu lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.


" L-lihat itu disana! A-ada suatu keramaian "


Ren menyadari bahwa Liliana sedang mengalihkan pembicaraan hanya tersenyum kecil. Lalu melihat keramaian orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu. Karena penasaran mereka berdua menghampiri keramaian tersebut.


' Itu! ' Gumam Ren dikala ia melihat seorang anak kecil yang ia kenal terluka oleh sekumpulan orang berbadan besar.


.......


" Ada apa anak kecil? Bukankah kau tadi sangat percaya diri? Ayo lanjutkan! " Ucap Pria Berbadan Besar yang memakai jaket hitam bergambar harimau. Sementara orang yang dibelakangnya hanya tertawa terbahak-bahak.


" Diam! Kalau kalian berani, ayo satu lawan satu dengan ku! Ini tidak ada hubungannya dengan Kak Risa " Balas Anak kecil yang sedang menahan rasa sakit akibat pukulan pria besar tadi.


" Benarkah begitu? Kak Risa kalian sebutkan itu sangat cantik, apalagi dia mempunyai badan yang mempesona " Balas Pria besar tadi dengan memasang wajah menjijikan.


" Sudah kubilang, Jangan dekati Kak Risa! Dan berhenti mengucapkan namanya! Dasar kau Babi!! " Balasnya dengan melempar sebuah lumpur ke arah pria besar tadi dan mengenai jaketnya.


" Kau Sialan!....Kalian semua, cepat habisi anak ini!! " Panggil Pria besar tadi menyuruh anak buahnya.


" Siap Bos! " Ucap salah satu dari mereka lalu mengepung anak kecil tersebut.


Disisi lain para warga yang melihat hal tersebut tidak ada yang berani untuk menolong anak kecil tersebut lantaran takut akan Organisasi mereka.


Ketika salah satu dari mereka ingin menangkapnya dari belakang ia dihentikan dengan teriakan seseorang.


" Berhenti!! "


Para warga dan Sekumpulan Pria besar tersebut itu pun terkejut bukan main, ketika mereka melihat seorang gadis cantik berambut putih berjalan dengan elegan menghalangi mereka dengan didampingi Pria berambut hitam bermuka datar yang sedari tadi diam.


" A-ah I-iya, aku baik-baik saja " Balas gugup anak kecil tersebut.


" Siapa namamu? " Tanya Liliana


" Niel, Niel Arfald "


" Bisakah kamu berdiri? "


" B-bisa " Balas Niel ketika ia mencoba berdiri namun terjatuh lalu ditahan oleh Ren.


Niel merasa familiar dengan Pria berambut hitam tersebut yang sedang menahannya jatuh.


" Ayo pergi " Ucap Ren kepada Liliana


" T-Tunggu dulu " Ucap Pria besar tersebut.


Melihat Ren dan Liliana yang berlalu pergi ia merasa kesal karena diabaikan dan menyuruh anak buahnya untuk menangkapnya.


Karena merasa diikuti dari belakang Liliana menoleh ke arah pria besar tersebut.


" Mau apa kalian? " Ucap datar Liliana


" Ayolah jangan begitu gadis cantik, kami disini hanya ingin mengobati anak kecil itu dan juga bisakah kamu mengikuti kami untuk menemui pemimpin " Ucap Salah satu dari mereka dengan senyuman palsu mereka yang disembunyikan.


" Tidak "


" Tenang saja, kami tidak akan lama kok, karena akan sangat menyenangkan juga " Ucap Pria besar tadi yang berjalan melalui anak buahnya dan bersiap menculik Liliana.


Ren sedari tadi diam itu ketika ia mendengar perkataan Pria besar tadi, entah kenapa ia merasa sangat marah. Dan membuat suasana disekitar menjadi mencekam, dingin, dan tertekan akan suatu tekanan bahkan angin-angin berhembus dengan sangat kencang menghamburkan barang-barang dijalan beserta langit yang sedikit mulai gelap.


Para warga merasa ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin serta berwajah pucat dan beberapa pingsan. Mereka semua termasuk Sekumpulan Pria besar tadi pun merasakan tekanan tersebut.


Namun berselang beberapa saat semua itu menghilang dan kembali seperti semula, semua orang menjadi bingung

__ADS_1


' Apa yang terjadi ' pikir mereka


Liliana merasakannya juga, ia merasakan kehadiran iblis dan membuatnya sedikit gemetar ketakutan dan mencoba mempertahankan kesadarannya.


" Ayo Pergi " Ucap Ren memecahkan suasana yang masih tegang tadi.


" Siapa kau! " Ucap Pria besar tersebut.


" Kita akan menghantarkannya ke panti asuhan terlebih dahulu " Ucap Ren kepada Liliana yang masih diam dan mengangguk sebagai jawaban sedangkan Niel Sudah Pingsan beberapa detik yang lalu.


" Tunggu kau sialan!!! " Teriak kesal pria besar tadi.


" Kalian pergilah terlebih dahulu " Ucap Ren kepada Liliana.


" Ya " Balas Liliana


Melihat mereka berdua sudah tidak ada diujung pengelihatan Ren. Ren pun mengaktifkan Elemen Blazenya tanpa bantuan dari Blazernya ( Senjata penghubung kekuatan Elemen Blaze ).


[ Void Element: The Illusion of Voidness ]


Serangan Diam-diam Ren ia hanya mengarahkan kepada para warga sekitar agar mereka semua pingsan seketika dan akan bangun keesokan harinya dengan keadaan lupa ingatan sementara. Ren melakukan hal tersebut karena hanya ingin membalas atas perbuatan mereka sendiri karena mengabaikan seorang anak yang sedang dipukuli.


Melihat keanehan tersebut, sekumpulan pria besar tadi menjadi panik dan ketakutan, lalu Pria besar pemimpin dari sekumpulannya tersebut bertanya dengan panik.


" A-apa yang k-kau lakukan!! " teriak Pria besar tersebut.


Teriakan tersebut hanya sebagai angin yang lewat, lalu Ren menjawabnya.


" Membalas Kalian "


" A-apa?! --" Belum sempat ia melanjutkan perkataannya ia terlebih dahulu terkena serangannnya Ren


[ Dark Element Aktivated ]


《Merging of Elements Didapatkan 》


[ Darkness Void Release: Angel of Death ]


Seketika Sekumpulan pria besar tadi mati dalam keadaan berdiri dengan mata putih yang melotot seakan akan mau keluar.


[ Void Element: Black Hole ]


Semua pria berbadan besar tadi langsung terhisap kedalam titik hitam dan menghapus keberadaannya. Melihat semua sudah selesai Ren lalu bergegas pergi meninggalkan para warga yang masih pingsan dijalan.


To Be Continue.....


Note:


Pada Chapter ini akan dibagi menjadi beberapa part, jadi main storynya akan dilanjutkan setelah part ini.


Setelah sekian lama, Author akhirnya kembali!!!


Selesai dari Ujiannya ( Melawan Raja Iblis perumpaaan author) akhirnya bisa update lagi. Dan melanjutkan ceritanya. Jadi Mohon untuk Tetap stay di Novel ini dan jangan lupa Share, Like, Vote, dan Comment sebanyak-banyaknya supaya author mempercepat laju updatenya!


Dan juga akan ada perubahan jadwal Update dari:


1-2 Chapter per Hari Menjadi


2 Chapter per Minggu!!


Sekian dan terima kasih


#StayHome


#StayHealth


#Keepspirit


Semoga sehat selalu ;)

__ADS_1


__ADS_2