
Menghilangkan Kebosanan Dengan Tidur
.
.
.
.
.
.
.
SMA Pelita Nasional, Siang hari.
Terlihat Ren yang sedang diam ditempat duduknya setelah mengetahui bahwa ujiannya telah berakhir, yang bertepatan dengan waktu istirahat.
Ia hanya diam membaca buku sambil mendengarkan musik dengan headsetnya.
.
.
.
.
.
Keadaan kelas Ren tidak terlalu ramai, dapat dihitung jumlah murid yang berada dikelas berjumlah 10 laki-laki dan 4 perempuan.
Ketika Ren sedang membaca buku ia mendengar suara kaki yang terdengar ramai dikoridor yang berada dekat dengan kelasnya.
......................
" Hei! apa itu Kelompok Zedan! "
" Iya benar, apa yang mereka lakukan disini? "
" Mungkin mereka mengincar seorang murid beasiswa itu? "
" Ohh, Ren. Ya....sepertinya akan terjadi masalah kali ini "
Terdengar ditelinga Ren, Bisik-bisikan murid kelasnya ketika ia sedang membaca buku, namun tiba-tiba seseorang menarik kerah bajunya.
" Oooii!! Kau sialan! " Ucap pria berwajah mafia dengan badan yang terlihat besar.
" apa yang dilakukan sampah berjalan disini?! " sambung pria besar tadi.
Ren hanya memasang wajah datar dan menatapnya malas.
" Kau tak lihat apa yang kulakukan? apa mungkin mata mu buta? " Balas Ren yang terlihat malas yang terkesan meledek.
" APA KATAMU!!! " Ucap kesal pria besar tadi yang sudah siap memberi Ren tonjokan.
Ren hanya menatapnya seperti biasa dan tidak memerdulikannya. Ketika tangan pria besar tersebut sudah dekat dengan wajah Ren, seseorang memberhentikannya.
" Berhenti!! " Ucap pemuda ikemen berambut kemerah-merahan di pintu kelas.
.
.
Tok
.
.
__ADS_1
Tok
.
Tok (Sfx: Suara langkah sepatu).
" Hei! Itu Ketua Osis Kein! "
" Wahhh.... dia terlihat tampan dan keren!!! "
" Hei! lihat dibelakangnya! apa itu Wakil Ketua Osis Shyran? "
" Benar, Dan dia terlihat sangat cantikkk "
Terdengar bisik-bisikan para murid ketika mereka melihat ketua dan wakil Osis dikelas mereka.
Kemudian mereka menghampiri ketempat perkelahian pria besar dengan gerombolannya tadi dengan Ren.
" Zedan! apa yang kau lakukan?! lepaskan Ren! " Ucap Kein memberinya intimidasi aura yang berlevel 4.
seketika pria besar tadi menjadi mengigil dan ketakutan pasalnya seseorang yang sudah berada di Grade A, serta dapat menggunakan Blaze mereka dengan lihai. Ia akan mempunyai Tingkat level Intimidasi Aura 4 sampai 6. Sedangkan level pada umumnya terdiri dari Level 1 sampai Level 10 yang berarti Max.
Back to story...
Semua siswa terkecuali Ren, Ketua osis dan wakilnya, yang berada dikelas Ren menjadi sesak napas, 'dapat dilihat dengan raut wajah mereka yang mejadi pucat dan berkeringat.
" Sudah hentikan Intimidasi Aura mu itu " Ucap Shyran kepada Kein dengan menepuk bahu Kein.
Syuuttt
Dengan menghela napas panjang semua siswa kembali menjadi normal kembali, sedangkan Ren sendiri tidak merasakan apa-apa kecuali dirinya melihat mana merah milik Kein yang menyebar keseluruh penjuru kelas.
" apa kau baik-baik saja Ren? " Ucap Shyran kepada Ren.
" Jangan perdulikan aku " Ucap datar Ren.
" Huh! kau ini, sebaiknya meminta tolong kepada kami ketika hal ini terjadi, tahu! " Sambung Kein yang terkesan peduli kepada Ren.
Disisi lain Shyran hanya terus memandangi Ren, entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang Ren sembunyikan.
.
.
.
Kringg....
.
.
.
.
Terdengar bel masuk berbunyi, yang membuat seluruh siswa masuk kekelas mereka masing-masing.
" Ayo, kita pergi. Masih ada pekerjaan yang harus kita lakukan " Ucap Shyran kepada Kein.
" Ya, kau benar "
" Ya sudah, Kita pergi dulu Ren!! " Ucap Kein sambil keluar kelas bersama Shyran, sedangkan Ren ia tidak memerdulikannya dan melanjutkan kegiatannya yaitu Tidur.
...----------------...
Beberapa jam telah berlalu dihari senin, Waktu Pulang Sekolah.
" oke anak-anak kelas sudah selesai dan jangan lupa bahwa besok kalian akan kedatangan murid dari sekolah lain, jadi bersikap baik. dan cepat berkumpul dilapangan!! " Ucap seseorang dibalik pengumuman sekolah.
semua murid kemudian pergi kelapangan untuk melaksanakan upacara, dikarenakan ada pengumuman yang ingin diberikan kepada semua murid mengenai besok hari.
__ADS_1
...----------------...
Terlihat Seorang pemuda berjalan menuju keruang kepala sekolah dengan malasnya. Ia tidak memerdulikan tatapan orang lain ketika melihatnya.
Sesampainya didepan ruang kepala sekolah ia melihat seorang gadis dari kelasnya berjalan menuju kearahnya.
" Kau sudah datang, Ren? " Ucap Lina
Ren hanya mengangguk sebagai balasan, lalu mengetuk pintu.
" Masuk! " Terdengar Suara pria dibalik pintu.
Dengan segera mereka berdua masuk keruangan tersebut dan terlihat seorang pria berumur 52 tahun dengan badan kekar nan atletis serta seorang gadis seumuran Ren, berambut putih dan terlihat bola matanya yang berwarna biru laut.
" Ada apa Kepala Sekolah Roland? " Ucap Ren dengan tajam.
" Tidak ada apa-apa, aku hanya memanggilmu kesini hanya untuk mengatakan perihal esok hari " Balas Kepala Sekolah
" Memangnya kenapa, ayah? " Sambung Lina.
" Dikarenakan besok kita kedatangan sekolah lain, kita memerlukan perwakilan dari kedua sekolah....
perwakilannya adalah kamu dengan Alice " Sambung kepala sekolah lalu dibalas anggukan oleh Ren.
" Lalu, Siapa dia? " Balas Ren sambil melirik ke arah gadis tersebut.
" Dia adalah salah satu perwakilannya yang bernama Liliana Seraphina. Dia akan kupasangkan dengan kau, sedangkan alice, dia dipasangkan dengan pasangannya yang lain" Ucap kepala sekolah sambil berdiri dari kursinya.
" Kenapa harus begitu " Balas malas Ren
" itu dikarenakan Ia merupakan siswa berperingkat satu sama denganmu, oleh sebab itu kau harus bisa berkerja sama dengannya "
" Baiklah "
' tch! Merepotkan sekali ' Gumam Ren.
" Ya sudah sebaiknya kita segera kelapangan untuk memberitahukan kepada mereka semua " Ucap Roland sambil berjalan menuju pintu keluar diiringi dengan Lina dan meninggalkan Ren dan Liliana diruangan tersebut.
.
.
.
.
.
.
" Kenapa kau masih disini? " Tanya datar Liliana ketika hendak keluar
"..."
Ren hanya diam tak membalas lalu pergi keluar bersama liliana menuju ke lapangan sekolah.
To Be Continue.....
____
Maaf semuanya, author minggu minggu sebelumnya ada keperluan penting yang mendadak jadi Updatenya diperlambat.
Mohon doanya dan sarannya untuk terus mempersemangat author dalam membuat novelnya, Tetap sehat selalu dan tetap dirumah.
Jangan lupa Like, Vote, dan commentnya semuanya🤗🤗🤗
#Stayhome
#stayhealth
____
__ADS_1