
Divisi Pengawasan Blaze dan Panti Asuhan Part 2
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pada Chapter Sebelumnya....
" A-apa yang k-kau lakukan!! " teriak Pria besar tersebut.
Teriakan tersebut hanya sebagai angin yang lewat, lalu Ren menjawabnya.
" Membalas Kalian "
" A-apa?! --" Belum sempat ia melanjutkan perkataannya ia terlebih dahulu terkena serangannnya Ren
[ Dark Element Aktivated ]
《Merging of Elements Didapatkan 》
[ Darkness Void Release: Angel of Death ]
Seketika Sekumpulan pria besar tadi mati dalam keadaan berdiri dengan mata putih yang melotot seakan akan mau keluar.
[ Void Element: Black Hole ]
Semua pria berbadan besar tadi langsung terhisap kedalam titik hitam dan menghapus keberadaannya. Melihat semua sudah selesai Ren lalu bergegas pergi meninggalkan para warga yang masih pingsan dijalan.
.
.
.
.
.
.
.
Back to Story...
Ketika sedang berjalan menyusul Liliana dan Niel, Ren memikirkan Suatu suara dari dalam pikirannya.
' Suara apa itu? Ini terdengar seperti System. Namun ia hanya bisa menampilkan kekuatan blaze yang kumiliki ' Pikir Ren
' Siapa yang telah memasangkan System ini kepadaku? '
" Hmm? " Ketika sedang berpikir keras ia kembali mendengar suara didalam pikirannya.
[ Dark Element Is Permanently Active ]
' Elemen Kegelapan ku Aktif permanen? Coba ku lihat...... '
' Status '
...[ Status ]...
...Nama : Ren...
...Ras : High Human...
...Elemen : Void ( Aktif ) | Blood ( Aktif ) | Ice ( Aktif) | Dark Fire ( Aktif) | Kegelapan ( Aktif ) | Cahaya ( Pasif )...
...Kapasitas Mana. : Unknown....
...《Intimidasi Aura Level 10》...
__ADS_1
...《 Merging Of Element Level 1》...
' Ada yang bertambah, Penggabungan Elemen...... Begitu. Aku mengerti '
Ketika Ren sedang melamun memikirkan kekuatannya, ia dikejutkan dengan suara teriakan.
" Ren, Awas!! "
Flashback ON.......
Beberapa Menit Setelah Liliana terlebih dahulu pergi....
POV Liliana
' Hawa apa itu? ' Pikir Liliana sembari membawa Niel yang masih pingsan.
' Aku tidak merasakan siapapun yang menggunakan Blaze disekitar jalan tadi..... Jadi siapa yang mengaktifkan blaze mereka........ Hmm?! '
Liliana tersadar kembali karena tersadarnya Niel, Lalu ia pun dengan sangat berhati-hati menurunkan Niel ke tempat duduk restoran makan terdekat dan memesankan makanan untuk Niel.
" Hmn.....Dimana aku? " Gumam Niel tersadar
" Aku yang membawamu kemari "
" Uwaaa!! " Kaget Niel ketika ia melihat Liliana berada didekatnya
" Kau baik-baik saja? " Tanya Liliana
" Ah-h I-iya terima kasih Kak " Balas gugup Niel
Niel pun langsung menengok kesana kemari untuk melihat dimana dirinya saat ini.
" Kita ada diman-- " Ucapny dipotong Liliana
" Restoran " Ucap Liliana
" Kenapa aku dibawa kemari, Kak? "
" Seharusnya aku membawamu ke panti asuhan sebelum kau bangun, karena kau terlebih dahulu terbangun. Jadi, Aku membawamu kesini untuk memberikan makanan untukmu "
" Aku tidak lapar kak- "
Krowkgggg ( Sfx: Suara perut )
Mendengar perutnya itu Niel menjadi malu dan menganggukkan kepalanya bahwa ia memanglah lapar. Datanglah beberapa pelayan membawakan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
" Kakak tidak makan? " tanya Niel
" Sudah Makan saja " Sambung Liliana dan dibalas Anggukan oleh Niel
Beberapa Menit Kemudian....
" Apwa ywang twerjwadi sweblwum awku pwingsan kwak? " Tanya Niel yang masih mengunyah makanan dimulutnya
" Telan dulu makananmu "
" Sudah " Ucap Niel sambil tersenyum cenge-ngesan.
Liliana pun menceritakan apa yang terjadi sebelum dirinya pingsan, Niel Pun mengangguk paham akan penjelasan Liliana.
" Oh ya kak, Aku lupa menanyakan nama kakak siapa? " Tanya Niel
" Liliana Seraphina " Jawab Liliana
" Lalu yang membantuku ketika hampir jatuh itu siapa, kak Lili? "
" Kak Lili? " Bingung Liliana
" A-ah, biar enak saja menyebutnya kak.......emm.... Apa kakak tidak suka? " Sambung kembali Niel dengan Takut. Ia takut panggilannya itu tidak disukai oleh Liliana.
" Tidak, Aku Suka " Jawab Liliana dengan menyungging senyum kecil
Melihat itu entah kenapa Niel menjadi gugup dan menundukkan kepalanya menghindari tatapan Liliana.
" Kau kenapa? "
" T-tidak, Aku tidak apa-apa "
" Apa aku perlu menjawab pertanyaanmu yang sebelumnya itu? "
" A-ah, Silahkan lanjutkan kak Lili "
" Yang menolongmu tadi, Itu Ren "
" Ren.... " Sahut Niel dengan pelan
Liliana melihat Niel yang sedari tadi menggumamkan nama Ren sejak ia menyebutkan nama Ren kepada Niel.
" Niel " Panggil Liliana
" Ah, ada apa Kak Lili? " Jawab Niel
__ADS_1
" Apa kau mengenal, Ren? "
" Hmmm..... Ya!. Aku sudah ingat! " Jawab Semangat Niel.
" Ayo Kak Lili! kita temui Kak Ren! " Lanjutnya dengan Antusias menarik tangan Liliana
" Baiklah, Kita Pergi " Balasnya dengan senyum kecil
' Kak Ren? Terdengar lucu ' Ucap dalam hati Liliana
" Ayo kak, Cepat!! " Ajak Niel
" Tidak Perlu terburu-buru. Lihat? Itu dia disana " Balas Liliana sambil menunjuk Ren yang berjalan melamun
" Kak Ren!!! " Panggil Kencang Niel.
' Hmm... Ren kenapa? ' Gumam Liliana ketika ia melihat Ren yang berjalan melamun.
Setelah itu, ia mengalihkan pandangan melihat sebuah Truck Besar yang sedang melaju kencang dengan Ugal-ugalan menuju ke arah Ren.
" Ren, Awas!! "
Flashback OFF.....
Ren mendengar suara yang memanggilnya dengan kencang dan melihat sebuah Truck yang melaju kencang menuju ke arahnya.
Orang-orang disekitar pun yang mendengar suara teriakan itu mengalihkan pandangan mereka kepada sebuah Truck yang menuju kearah Ren.
Disisi Lain, Ren yang melihat itu dengan santai mengeluarkan Blazenya dengan pikirannya. Pada umumnya orang-orang mengaktifkan sihir blaze mereka dengan lantunan mantra oleh mulut mereka yang disebabkan jumlah mana mereka yang terbatas untuk digunakan dan harus pandai menghematnya. Karena Ren memiliki jumlah mana yang tidak diketahui ia bisa dengan mudah mengaktifkannya dengan pikirannya.
[ Void Element: Time Flow Manipulation Teknik Pertama: Stop ]
Truck tadi yang melaju sangat kencang itu pun lalu berhenti melaju. Semua orang yang melihat itu pun sangat terkejut begitupun dengan Liliana. Ia tidak merasakan seseorang mengaktifkan sihir blaze mereka untuk memberhentikan Truck tersebut.
Setelah itu Ren menghilangkan sihir blazenya
[ Void Element: Time Flow Manipulation Teknik Pertama: Stop ]
Berhentilah Truck tersebut tepat beberapa meter didepan Ren. Lalu Ren pun melanjutkan jalannya kembali menuju kearah Liliana dan Niel berada.
" Ayo Kita berangkat " Ucap Ren membuyarkan keterkejutan semua orang.
" Ah Ren, apa kau yang mengaktifkan sihirmu? " Tanya Liliana
" Tidak, bukankah aku tidak memiliki mana " Balas Ren
" A-ah Kau benar "
" Niel, Ayo pulang " Panggil Ren kepada Niel
" Kak Ren! " Teriak senang bercampur sedih Niel sambil memeluk Ren.
" Sudahlah Niel, ayo kita berangkat. Mereka pasti menghawatirkanmu " Ucap Liliana
" Baik, Kak Lili " Ucap Niel sambil mengelap air matanya
" Lili? " Ren terkejut ketika Niel memanggil Liliana dengan panggilan Lili.
" Niel, atas izin apa kau memanggilnya dengan hanya Kak Lili " Ucap Tegas Ren dengan menekankan kata Lili-nya
" Ahhh ......maaf kak!!! " Teriak takut Niel lalu bersembunyi dibalik Liliana
" Ren, tidak boleh seperti itu kepada anak kecil.....Lagipula aku menyukainya " Bela Liliana sambil mengusap kepala Niel
" Ohh... kalau begitu. Liana, Ayo pergi " Balas Ren dengan senyumannya
Mendengar Ren memanggilnya Liana dengan tersenyum membuatnya wajahnya memerah malu dan mengalihkan pandangannya dari Ren.
" Ayo Kita berangkat " Ucap Ren
" Hmm " " Iya!! " Balas mereka berdua serempak
Setelah itu, Mereka bertiga pun pergi menuju panti asuhan.
To be Continue....
Note:
Halo!
Author disini, Para pembaca
Novel ini dimohon untuk Like, Vote, Comment, dan Share kalian. Karena itu sangat membantu untuk tingkat peng-Updatetan.
Sekian dan terima kasih
#stayhome
#stayhealthy
#staystrong
__ADS_1
Semoga Panjang umur :)