
Hal Merepotkan Lainnya.
.
.
.
.
.
.
.
...----------------...
SMA Pelita Nasional, Siang Hari.
Kringg.......
Bel berbunyi pertanda makan siang atau bisa dibilang istirahat. Ini merupakan kegiatan rutin yang harus dimiliki setiap sekolah. Yang dimana semua murid-murid menggunakannya untuk beristirahat sejenak dari kegiatan pembelajaran sekolah.
SMA Pelita Nasional merupakan sekolah terkenal yang berperingkat pertama di Indonesia. Dimana disini mayoritas siswa dan siswinya merupakan anak orang kaya terpandang.
Memiliki Gedung bertingkat dengan gaya barat dan ditambah gedung-gedung lainnya, yang membuat sekolah ini menjadi incaran para kaum muda untuk mencapai impian mereka.
Disisi lain, para guru dan siswa-siswi disini kebanyakan dari mereka memiliki tingkat Blaze Grade B keatas.
...****************...
Tingkat Kekuatan Competen Blaze
Grade SS -[ 1.000.000 - 5.000.000 Besar Mana ]-
Grade S -[ 500.000 - 1.000.000 Besar Mana ]-
Grade A -[ 100.000 - 500.000 Besar Mana ]-
Grade B -[ 50.000 - 100.000 Besar Mana ]-
Grade C -[ 10.000 - 50.000 Besar Mana ]-
Grade D -[ 5.000 - 10.000 Besar Mana ]-
Grade E -[ 1.000 - 5.000 Besar Mana ]-
Grade F -[ 500 - 1.000 Besar Mana ]-
Incompeten -[ 0 - 500 Besar Mana ]-
...************...
Back to story....
Ketika beberapa siswa dan siswi dlsedang memadati kantin sekolah untuk memakan makan siang mereka, beberapa lainnya sedang berada dikelas dan ditaman, termasuk Ren sendiri termasuk siswa yang berada dikelas.
__ADS_1
28 Menit yang lalu.......
Ketika Ren selesai mengerjakan ujian yang di berikan Bu Rina lalu keluar kelas.
' Menunggu terlalu membosankan, sebaiknya aku pergi ke Perpustakaan Sekolah ' Gumam Ren dalam hati. Yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki mengarah Perpustakaan.
Ketika sampai, Ia melihat sebuah ruangan yang penuh dengan bermacam buku-buku yang ditata sangat rapi. Berderet panjang dari lantai satu dan lantai 2. Memiliki interior zaman abad pertengahan.
Ren seperti biasa hanya berjalan, lalu mengambil buku-buku yang terlihat menarik menurutnya. Lalu berjalan kembali menuju lantai kedua dekat jendela yang berada diujung ruangan.
Ketika ia sedang membaca buku dengan tenang, tiba-tiba insting pendengarannya yang tajam mendengar bunyi tangga pembambil buku yang patah. Lalu ia mengalihkan pandangannya kearah sebaliknya dan melihat seorang Perempuan berambut pirang sedang mengambil buku tanpa mengetahui bahwa kondisi tangga yang ia pakai dalam keadaan yang rusak.
Kretakk!!.... (Sfx: Bunyi Kayu Patah)
Dengan cepat ia menyelamatkannya ketika gadis tersebut yang hampir menyentuh lantai Dalam posisi bridal style.
" Mhmm? " Erangan gadis tersebut ketika ia merasa bahwa dirinya terjatuh namun tidak merasakan sakit.
" R--R-R-Rennnnn??!! " Teriak gadis pirang tersebut ketika ia melihat Ren menggendongnya dalam posisi yang menurutnya seperti putri kerajaan yang digendong oleh pangeran.
Ren tahu bahwa gadis tersebut bernama Alice Amerald Celestian. Yang merupakan bunga sekolah SMA Pelita Nasional. Semua orang mengetahuinya bahwa dia merupakan adik dari keturunan Keluarga Celestian yang terkenal akan tingkat kekuatannya yang sampai Grade SS. Dirinya sendiri mempunyai tingkat Blaze Grade S. Juga dikarenakan dirinya mempunyai wajah yang cantik, beramput pirang panjang yang digerai, body yang bagus, serta sifat ramah dan kebaikannya. Yang menambah kesan yang terlihat seperti bidadari. Dan dirinya berada dalam urutan kedua setelah Ren disekolahnya, Itulah yang membuat orang merasa Ren tidak cocok bersaing dengan Alice mereka.
Ren sendiri tidak perduli dengan hal tersebut dan segera menurunkan Alice yang wajahnya masih terlihat merah padam dan langsung kembali ketempatnya. Namun...
" Ttt-Tunggu... " Ucap malu Alice sambil memegang ujung baju Ren.
" Ada apa? " Ucap Ren kembali berbalik menghadap Alice yang masih menunduk kebawah sambil memegang ujung bajunya.
" Etto..... " Ucap gugup Alice dalam keadaan menunduk, malu untuk melihat kearah wajah Ren.
Melihat tingkah aneh Alice tersebut membuat Ren bingung, dan langsung...
" Ahhh... Ya Maaf " Ucap Malu Alice ketika dirinya tersadar bahwa ia masih memegang ujung bajunya Ren dan dengan panik ia segera melepaskannya.
Melihat Hal tersebut Ren hanya memasang wajah datarnya dan ingin kembali, namun ia melihat bahwa kaki Alice terlihat memar beserta keluarnya darah dalam jumlah yang lumayan banyak.
" Kakimu baik-baik saja? " Ucap Ren sambil melihat wajah alice kembali.
" Ahh....kakiku? " Ucap Bingung Alice ketika ia melihat Ren menanyakan hal tersebut.
' Hah?! Kenapa kakiku berdarah...... dan ini terasa sakit ' Gumam Alice ketika dirinya tersadar bahwa kakinya terluka dan segera menahannya pasalnya ia tidak memiliki elemen cahaya untuk menyembuhkan luka tersebut ditambah ia melihat Ren sedang melihat dirinya.
" Kau Bisa berjalan? " Ucap Ren ketika dirinya melihat ekspresi Alice yang sedang menahan luka dikakinya.
Tak sempat menjawab hal tersebut tubuh Alice menjadi tidak seimbang dan jatuh. Kembali lagi Ren menahan Tubuh Alice yang hampir jatuh tersebut dan mengangkatnya dalam posisi bridal style.
" Apppppppp --apa yang kau lakukan??! " Tak sempat dirinya membuat alasan, Ren hanya berjalan ke arah keluar perpustakaan dan mengantarkannya keruangan UKS (Unit Kesehatan Sekolah).
Alice merasa sangat malu, pasalnya Ren berjalan Ketika sekolah dalam keadaan ramai dan banyak terlihat orang yang melihat bahwa dirinya digendong oleh Ren. Sedangkan Ren sendiri tidak memerdulikan hal tersebut.
" Hei, apa itu Alice? " Ucap salah satu siswa ketika ia melihat Ren berjalan menggendong seorang perempuan berambut pirang yang dirinya merasa familiar.
" Benar itu Alice, tapi kenapa dia digendong oleh Ren? " Sambung Teman sebelahnya, membenarkan ucapan temannya tersebut.
Bisik-bisikan dari siswa dan siswi mulai terdengar oleh pendengaran Ren, tetapi Ren tidak memedulikannya. Disisi lain Alice bertambah malu dan menutupi mukanya dengan buku yang ia masih bawa.
...----------------...
ketika mereka berdua sampai di ruang UKS. tanpa basa-basi Ren langsung membuka pintu ruangan tersebut dan melihat seorang Perempuan berumur 30 tahunan memakai pakaian seorang dokter sedang duduk. Dokter tersebut bernama Dr. Mita. Dr. Mita terkejut bahwa dirinya melihat Ren menggendong Alice yang kakinya terluka.
" Kenapa Alice terluka. Ren? " Ucap Dr.Mita memandang Wajah datar Ren.
__ADS_1
" Terkena patahan tangga " Ucap datar Ren. Dr. Mita mengangguk laham apa yang dijelaskan Ren, Dirinya tahu bahwa Alice memang sering datang keperpustakaan.
Sedangkan Alice sendiri masih menyembunyikannya wajahnya yang memerah dengan buku dan tidak mengetahui bahwa dirinya diantar keruangan UKS.
" Langsung baringkan ditempat tidur " Balas Dr.Mita terhadap Ren.
Mengangguk akan perkataan Dr.Mita, Ren membaringkan Alice ditempat tidur.
Tersadar bahwa dirinya merasa diturunkan Ren kebawah tempat tidur, Ia terkejut bahwa dirinya dibawa oleh Ren ke Ruangan UKS. dan melihat Ren menyandar didinding ruangan sedangkan Dr. Mita memandangnya.
" Ap---- " Sebelum dirinya bertanya, ucapannya dipotong oleh Dr. Mita.
" Bisa diam sebentar! " Ucap cemas Dr. Mita ketketika dirinya melihat kaki Alice yang mengeluarkan banyak darah.
Dengan sigap, Dr. Mita mengambil sesuatu yang berada dalam mejanya dan mengeluarkan Potion penyembuhnya, lalu menuangkannya kedalam luka dikaki Alice.
Dalam beberapa menit luka Alice terlihat mulai menutup dan menghilangkan darahnya.
" Untuk sementara jangan berjalan dulu Alice, kakimu masih dalam proses penyembuhan kemungkinan besar saat pulang nanti kau baru bisa berjalan kembali. Oleh sebab itu, untuk sementara kau boleh berada disini dan nanti ibu bilang kepada wali kelasmu bahwa kau hari ini izin, Mengerti " Ucap panjang lebar Dr. Mita kepada Alice.
" Baik bu " Ucap lemah Alice kepada Dr. Mita dan kembali berbaring.
" Saya akan kembali kekelas, Bu Mita " Ucap Ren dalam posisi menyender dinding ruangan.
" Ahh baiklah, dan juga terima kasih karena telah menyelamatkan Alice " Ucap Dr. Mita dengan menunduk. Pasalnya dirinya mengenal kakaknya Alice.
" Terserah " Balas datar Ren, lalu meninggalkan mereka berdua.
Disisi lain, Alice yang tertidur ketika itu dirinya mendengar suara Ren, dan tersadar bahwa dirinya berlum sempat berterima kasih kepada Ren karena telah menyelamatkannya saat terjatuh dan membawanya ke UKS. lalu...
" Ren!!! tunggu!! " Teriak Alice dalam posisi duduk atas tidur.
" Ada apa Alice?! " Ucap panik Dr. Mita ketika mendengar suara teriakan Alice.
" Dr.Mita, Dimana Ren? " Ucap panik Alice takut Ren sudah meninggalkannya di Ruang UKS dengan Dr. Mita.
" Ren? Ku kira apa.....Ren sudah pergi beberapa detik yang lalu " Ucap Lega Dr. Mita kepada Alice. Karena Dirinya merasa Alice kenapa-kenapa.
" Apa?!! " Teriak Alice Mengetahui Ren meninggalkannya.
" Memangnya ada apa? " Sambung Dr.Mita kepada Alice.
" Aku Belum sempat untuk berterima kasih kepada nya " Ucap Alice dengan sedih.
" Sudahlah, lebih baik kau beristirahat, munkin saat kau pulang nanti, kau bisa mengatakannya. Oh! Kalau tidak salah nanti saat waktu pulang sekolah kau dipanggil ke ruangan kepala sekolah? " Balas Dr. Mita kepada Alice yang sedang menyandarkan kepalanya dibantal.
" Ya.. " Sambung Alice dengan menunduk.
Melihat tingkah Alice, Dr. Mita paham apa yang dia rasakan.
" Kau suka pada Ren? " Ledek Dr. Mita kepada Alice.
" Tttt-t-tidak, aa-a-aku cuma..... "Balas Alice dengan gugup.
" Cuma apa? " Goda Dr. Mita kepada Alice yang wajahbya sudah sangat memerah.
" Sudah, Bukan Apa-Apa!!! " Teriak Alice kepada Dr. Mita lalu kembali berbaring dan menutupinya dengan bantal.
Melihat tingkah adik dari temannya itu membuatnya hanya menggeleng-grlengkan kepalanya sambil tersenyum.
Continue....
__ADS_1