Dead Queen Nala

Dead Queen Nala
05 Semua Persiapan


__ADS_3

Masa itu-pun dimulai. Masa dimana semuanya akan berubah lebih baik, diriku, maupun kesempatan bertahan hidupku. Yaitu latihan.


Dengan berbagai macam monster yang ada dalam perserikatan, aku bisa memanfaatkan mereka untuk meningkatkan kemampuan bertempurku. Diantara yang terpenting adalah Om Mino, monster bison atau dikenal dengan Minotaurus, yang mengajariku pertempuran bersenjata, walaupun sebenarnya aku sudah belajar Kendo di kehidupan lamaku. Ada juga pamannya Pufu yang mengajariku latihan jarak dekat tanpa senjata, yang aku tidak tahu namanya karena super pendiam. Aku juga mendapat pelatihan dari keluarganya Dora, yang sebenarnya masih membuatku tidak enak, walaupun mereka berulang kali mengatakan tidak apa dan malah berterimakasih karena saat bersamaku adalah saat paling bahagianya Dora. Sial, aku jadi ingin nangis lagi.


Ya, semuanya dengan senang hati melatihku, terkecuali Kronii yang saat kuminta tolong, malah pergi entah kemana dan belum kembali hingga saat ini.


Berkat tubuh baruku yang tidak lagi merasakan kelelahan atau membutuhkan tidur, aku menggunakan waktu latihanku dengan benar-benar baik hingga belum dua bulan aku memulai berlatih, Pufu mengatakan jika kemampuan bertempurku telah setara Ksatria Suci tingkat tiga.


Di hari ke-50 latihanku, Kronii akhirnya kembali. Aku sempat marah padanya. Dia meminta maaf dan mengatakan alasan kepergiannya.

__ADS_1


"Buku Kebangkitan?" tanyaku kepada Kronii yang menjelaskan tujuan kepergiannya.


"Ya. Dahulu sekali, ada Raja Monster yang merupakan Undead sepertimu. Dia menemukan Buku Kebangkitan dan menjadi monster terkuat bernama Dracula." Tidak kusangka akan mendengar nama tersebut. Apa dunia ini dan duniaku sebelumnya saling terhubung?


"Ratusan tahun telah berlalu semenjak kematiannya. Banyak monster dan manusia yang pergi ke kastil tempat dia tinggal untuk mengambil harta yang dikumpulkan oleh sang Raja Monster. Saat ini tempat itu telah kosong, tapi banyak rumor yang mengatakan jika di suatu tempat di dalam kastil terdapat ruang tersembunyi dimana Dracula menyimpan harta-harta paling pentingnya. Termasuk Buku Kebangkitan."


"Sayangnya karena setelah ratusan tahun berlalu, sebuah kota telah dibangun di dekatnya. Dan bisa dibilang kota tersebut merupakan salah satu kota dengan ksatria terbanyak di negri ini."


"Menarik bukan?"

__ADS_1


"Menarik. Daga Kotowaru. Aku lebih memilih latihan dengan Om Mino. Seharusnya masih ada senjata yang belum ku kuasai kan Om?" Aku menoleh ke arah Om Mino dan dia menggelengkan kepalanya.


"Liat kan? Aku masih perlu banyak latihan."


"Tapi jika kau mendapatkan buku tersebut, tidak dipungkiri jika kau akan jauh bertambah kuat. Mungkin setara Ksatria Suci tingkat dua, atau bahkan pertama."


"Yah, no **** Sherlock. Hadiah yang sepadan dengan bahayanya. Sayangnya aku tidak terlahir sebagai tokoh utama dengan sifat naif dan selalu optimis yang selalu mengambil kesempatan yang ada tanpa memikirkan konsekuensinya karena mereka diberkati dengan Plot Armor." Kronii nampak bingung dengan satupun ucapanku. "Aku hanya karakter sampingan yang bisa mati kapan saja. Apa kau lupa bagaimana kita bertemu? Aku akan menjadi kuat dengan cara paling aman."


"Aku tahu kau akan mengatakan itu. Menurutmu kenapa aku pergi selama itu untuk sebuah rumor yang telah banyak diketahui. Aku pergi selama itu demi mempersiapkan sesuatu untukmu."

__ADS_1


Kronii tersenyum lebar. Dia nampak lebih senang daripada saat dia membuatkan baju untukku. Aku merasakan pertanda tidak baik.


__ADS_2