
Ketiga murid baru itu duduk di bangku mereka masing-masing
Erlangga duduk di samping seze, Farel di samping Noya, dan dilan duduk di belakang Noya
Ketiga murid baru ini adalah sahabatan, mereka sahabat dari kecil
Sifat dilan memang sedikit random dan cengengesan, sangat berbeda dengan farel dan Erlangga yang mempunyai sifat dingin dan batu.
Ketiga nya bersamaan pindah ke kampus tersebut karna mereka sahabat yang tidak pernah terpisahkan
"Hey cewek, suttt, cewek, yuhuu" panggil dilan pada Noya
Tetapi noya tetap diam saja dia tidak perduli dengan suara tersebut
"Ihh ni cewek sok cuek aee" ucap dilan lagi
Noya tidak menggubris nya dan tetap saja diam
"Jangan cuek-cuek atuh neng, masa cantik-cantik cuek" ucap dilan lagi
"Lo berisik deh lan" ucap farel
"Apa sih rel" ucap dilan kesal
Jam istirahat pun tiba, semua anak-anak dalam ruangan itu pun berniat untuk mengisi perut mereka
seze dan Noya menuju kantin, begitu pun dengan dilan, farel dan Erlangga.
Ada satu meja tersisa, dengan cepat seze menarik tangan Noya untuk cepat mendapatkan meja itu, tapi dilan lebih dulu mendapatkan nya.
"Eh dalinda, ngalah dong sama perempuan" teriak seze
__ADS_1
"Gue lebih dulu dapetin ini dari pada Lo" jawab dilan
"Tapi meja itu target gue sama Noya, kita berdua mau makan di situ" ucap seze tak mau kalah
Sedangkan Noya menarik napas panjang, ia capek mendengar perdebatan yang tidak ada habis nya
"Balik aja ze, ga usah makan aja" ucap Noya badmood, ia hanya ingin mengisi perut saja tapi harus mendengarkan perdebatan dulu
"Tapi Noya, kita berdua tu laper, dari tadi juga cacing di perut lo bunyi mulu" ucap seze
Erlangga menatap Noya dengan serius, di lihatnya wajah perempuan itu memang biasa-biasa saja, tapi sangat manis.
Noya itu seperti es, susah meleleh nya, sangat jarang bicara dan tersenyum, hidup nya seperti tertutup
Tiba-tiba Erlangga memberikan dua kursi untuk Noya dan seze dan agar mereka makan satu meja bersama mereka
seze tercengang akan sikap Erlangga
"Tau tu sih elang, trus kita berdua mau duduk dimana" sahut farel ikutan kesal
Erlangga mencari kursi nganggur dan memberikan pada dua sahabat nya
"Duduk"ucap Erlangga pada Noya yang masih berdiri, Erlangga menatap mata Noya dalam-dalam,tapi Noya mengalihkan pandangannya
"Gue ga di suruh duduk nih" tanya seze
"Di lantai aja" jawab Erlangga
"Hahaha, kek pengemis dong" dilan tertawa dan mengejek seze
Akhir nya mereka makan satu meja dengan ketiga cowok tersebut, cewek-cewek di kantin itu iri melihat Noya dan seze bisa makan satu meja dengan cowok-cowok ganteng itu.
__ADS_1
Erlangga dari tadi menatap Noya, sesekali Noya membuang tatapan nya dari Erlangga
'Noya itu perempuan nya sangat dingin, jarang sekali melihat dia tertawa, dia itu juga sangat cantik banyak laki-laki ingin bersamanya namun ia tolak.
Noya juga selalu sopan dalam berpakaian, ia selalu menggunakan baju yang berlengan panjang'
Informasi itu Erlangga dapatkan dari teman kampus nya.
Sepulang ngampus, mereka bertiga berniat kumpul di cafe terdekat
"Lo kenapa ngga,Lo naksir sama Noya" tanya farel
"Enggak rel, kurang kerjaan aja, banyak cewek cantik di luar sana, selera gue ga serendah itu" jawab Erlangga
"Tapi menurut gue ya, Noya itu cantik rel,ngga, cuma dia dingin aj kek kulkas 100 pintu, mungkin dia pernah memiliki trauma makanya dia cuek" ucap dilan
"bisa jadi tuh" ucap farel membetulkan
"gimana hubungan lo dengan Nova ngga, apa masih berstatus" tanya dilan
"Ya seperti yang lo liat sendiri lan, udah 2 tahun gue nungguin dia, tapi masih juga ga pernah dapat kabar dari dia" ucap Erlangga
"Lo masih sayang sama Nova?" tanya farel
"Masih rel, gue masih sayang sama Nova, gue bakal tetep tungguin Nova" jawab Erlangga lagi
"Kabar nya aja lo ga tau ngga, dia sekarang lagi dimana juga lo ga tau, nova itu ga cinta sama lo dia cuma manfaatin lo aja" jelas dilan pada Erlangga
"Kasih gue satu keyakinan lan kalau dia ga cinta sama gue baru gue bisa mundur" ucap Erlangga
Kalau cinta nya udah sedalam samudera memang susah buat melepaskan dan mengikhlaskan.
__ADS_1