
Di kediaman Dinata
Erlangga tengah berkumpul bersama keluarga nya
"Ma pa, aku terima perjodohan itu" ucap Erlangga itu berhasil membuat mereka kaget
"Kamu serius ngga" tanya Aiden tidak percaya
"iya aku serius, tapi dengan satu syarat pa"
"apa itu" tanya Dinata
"biarkan aku yang memilih nya, ibu Nora itu memiliki 3 anak perempuan jika papa yang memilih nya aku tidak akan mau menikah,tapi jika aku yang memilih nya maka aku akan terima dan menikah" ucap Erlangga
"Baiklah soal memilih itu biar kamu yang menentukan nya, besok papa bakal buat janji pertemuan nya"
"Kesambet apa kamu El, tapi bagus lah biar kamu cepat menikah hahaha" ucap Aiden
"Dari pada kamu menjadi bujang tua haha" ucap Erlangga
"Heh sialan kamu"
"Aku bakal kasih mama cucu deluan di banding kamu haha" Erlangga mengejek Aiden
Di kampus
__ADS_1
Noya terlihat lesu matanya sembab dan pipi nya sedikit memar
Erlangga yang melihat itu tiba-tiba menjadi cemas
"Itu calon istri lo kenapa ngga" tanya farel
Erlangga sudah menceritakan rencana nya pada kedua sahabatnya itu akan perjodohan nya nanti
"Bentar bree, gue samperin dia dulu" ucap Erlangga mengejar Noya
"Oyaa" panggil Erlangga, namun Noya tidak menggubris nya ia tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang
"Hey tunggu" ucap Erlangga menarik tangan Noya
"Lepas" ucap Noya
Erlangga yakin pasti terjadi sesuatu pada Noya, lalu ia tetap memegang tangan Noya dan membawa nya pergi menuju sebuah taman di dekat danau.
Noya tetap saja diam, padahal dalam hati nya ia sangat ingin menangis, tapi sebisa mungkin ia menahan nya
Erlangga duduk di sebelah Noya dan menatapnya lekat, di lihatnya pipi kiri Noya yang sedikit memar
"Hey, ada apa Oya hm" tanya Erlangga
Noya hanya menggeleng ia tidak ingin menceritakan apa pun
__ADS_1
Erlangga yang sangat mengerti suasana hati Noya, ia menarik tubuh Noya dan memeluk nya
degg
Noya kaget tentu saja kaget, selama ini tidak pernah ia rasakan yang namanya pelukan, terakhir saat ayah nya masih hidup, tubuhnya seperti membeku tidak percaya apa kah dia sedang bermimpi atau ini nyata
"Kamu tau Oya, dulu waktu kita kecil bukan nya kita sering berpelukan ya. Sekarang kita sudah besar dan aku akan memeluk mu jika kamu merasa sedih" ucap Erlangga mampu membuat Noya menangis
"Hikss...hiks.." Noya menangis dalam pelukan Erlangga, di balasnya pelukan Erlangga itu dengan erat seolah olah ia tidak ingin melepaskan pelukan itu, di hirup nya juga wangi tubuh laki-laki itu sedikit membuat pikiran nya tenang
"Kalau Oya belum mau cerita gpp kok, Oya jangan sedih lagi ya"
Noya semakin menangis kata-kata itu mirip seperti kata ayah nya
Tanpa mereka berdua sadari ada 4 mata yang menyaksikan itu, tidak lain dan tidak bukan adalah farel dan dilan
"Semoga aja dengan perjodohan itu Erlangga bisa move on" ucap farel
" iya rel semoga aja"
Farel dan dilan sedikit kaget akan penuturan Erlangga yang akan di jodohkan, karna setau mereka Erlangga tidak suka di jodohkan
Dan lebih kaget lagi saat tau Erlangga akan memilih Noya karna Noya adalah teman kecil nya
Bukan pelampiasan bagi Noya tapi sebuah usaha bagi Erlangga untuk melupakan Nova dan memulai hidup baru, ia juga menaruh sedikit perasaan pada Noya
__ADS_1
Sedangkan Noya ia tidak tau jika Erlangga akan di jodohkan dengan nya