
Noya pulang kerumah nya dengan ekspresi biasa saja, dia sudah sangat malas untuk bertemu seisi rumah itu lagi, karna rumah nya bukan tempat ternyaman bagi nya
Orang tua Noya masih lengkap (lengkap dengan ayah tirinya) dan Noya 3 bersaudara, kakak pertama nya bernama Novy Claudia, Kakak keduanya bernama Nova Clara, dan yang terakhir Noyana putri
"Ma, babu udah datang tuh" teriak Nova memanggil mama nya
Noya menarik napas panjang, sungguh ia ingin pergi dari rumah ini, tapi ia tidak punya tempat tinggal lagi
Noya langsung menuju dapur tanpa berganti pakaian nya, ia sudah terbiasa dengan tugas nya yang seperti pembantu.
Kedua saudara Noya, ibu dan ayah tiri nya membenci diri nya, mereka memperlakukan Noya seperti pembantu
Novy dan Nova itu beda ayah dengan Noya, suami pertama ibunya dulu meninggal karena kecelakaan, dan ibu nya menikah lagi lalu lahirlah Noya, saat Noya berusia 8 tahun ayah Noya juga meninggal karena kecelakaan dan sekarang ibunya sudah menikah lagi dengan ayah baru mereka.
Semenjak ibunya menikah lagi, sedari kecil Noya sudah tidak di sukai oleh saudara nya dan kedua orang tua nya hingga saat ini sampai ia kuliah.
Noya sebenarnya tidak ingin kuliah ia ingin bekerja saja agar bebas dari rumah itu, namun ayah tirinya memaksa Noya untuk kuliah di kampus yang termurah agar Noya tetap di rumah untuk mengurus rumah tanpa harus mereka menyewa pembantu
__ADS_1
Hari-hari seperti itulah yang Noya lakukan jika di rumah nya ia seperti pembantu. Jika ia menolak, tidak jarang ia tidak di beri makan bahkan di perlakukan kasar oleh ibu dan ayah tirinya.
"Ma, Novy mau nikah sama Andre"ucap Novy memberitahu ibunya jika ia akan menikah
"Apa, seriusan vy" tanya ibu nya gembira
"Iya ma"jawab Novy
"Iiihh beruntung banget kak Novy, Andre itu ganteng udah itu kaya lagi" ucap Nova yang iri
"Hahah makanya nov, cari cowok tu yang berkelas" ejek Novy
"Bulan depan pa, besok Andre sama orang tua nya pengen ketemu papa sama Mama" ucap Novy
"Besok kita harus keliatan berwibawa pa di depan calon besan kita" ucap Nora cengengesan
"Besok Novy sama Nova dandan yang cantik" ucap Darman
__ADS_1
"Siap pa" jawab keduanya
"Oh ya, Noya besok kamu harus beresin ruang tamu sama kamar kakak-kakak kamu, kalau sampai ga bersih kamu ga usah makan" ucap Nora sinis pada Noya
Noya hanya mengangguk diam
keesokan harinya, dari pagi-pagi Noya sudah bangun untuk menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah nya, hari ini ia libur kuliah
Sedangkan saudara dan orang tuanya mereka tengah bersiap untuk bertemu dengan Andre dan keluarga nya.
Pukul 10 pagi mereka semua berangkat ke sebuah hotel dan meninggalkan Noya sendiri di rumah
"Papa, seandainya papa masih hidup pasti Oya ga sendirian" ucap Noya sedih, ia juga perempuan yang butuh kasih sayang dari orang tua dan orang terdekat nya.
Sore hari nya Noya berniat keluar untuk bermain dengan seze, hanya hari ini ia bisa keluar tanpa larangan orang tua nya
Sangat jarang ia bisa jalan kesana kemari
__ADS_1
Rumah seze dan Noya itu tidak terlalu jauh, Noya berjalan kaki menuju rumah seze
Setiap langkah kaki nya pandangan nya tertuju pada anak-anak yang mendapat kasih sayang dari orang tua nya, iya memang Noya broken home tapi dia kuat