
Tok.. tok...
ceklekk
"noyaa" seze kaget karena noya bisa keluar
"Sama siapa ze" tanya Noya
"Sendiri, ayok masuk, kok lo bisa keluar sih, gimana ceritanya" tanya seze penasaran
"mereka semua lagi pergi acara ze" jawab noya acuh
"ohh" beo seze
"hmm bantuin gue kabur ze, capek gue di neraka Mulu" ucap Noya
"hahah bisa aja lo" ucap seze
"seriusan ze" kesal Noya
"gini aja deh, bulan depan lo ikut gue pindah kampus aja gimana" tanya seze
"gue ga mau kuliah ze, gue mau stop aja kuliah gue cuma mau bebas" jawab noya
__ADS_1
" oke, bulan depan kita kabur" ucap seze
"hadehh satu bulan di neraka" ketus Noya
Jam 7 malam Noya berpamitan pada seze dia harus pulang kerumah nya sebelum keluarganya datang.
Di perjalanan, ada kecelakaan motor dan tidak ada yang membantu orang tersebut, Noya yang hatinya tersentuh berniat membantu orang tersebut
Dia berlari menuju orang tersebut dan membantu nya berdiri, karna kelihatan nya sangat kesakitan.
"Noya" ucap orang itu
"Hah" Noya yang kaget karena namanya di sebut "Erlangga" ucap Noya
"lo ngapain jalan malam-malam begini, sama siapa lo" tanya Erlangga
"Auwww" rengek Erlangga kesakitan
"Eh ma-maaf, itu kaki lo berdarah" ucap Noya gugup, sungguh ia jarang komunikasi dengan laki-laki
"Sakit Noya, tangan lo kuat banget megang kaki gue" rengek Erlangga lagi
"Apaan sih lo, gitu aja sakit lebay bgt" kesal Noya karna perasaan nya tidak kuat menyentuh kaki Erlangga
__ADS_1
"Sini kaki lo, makanya kalau pakai motor tu ga usah laju-laju, jadinya jatuh kan, tuh liat jadi berdarah" ucap Noya kesal, ia merobek baju nya untuk mengikat kaki Erlangga agar darah nya berhenti
"Bacot Lo, ngomel-ngomel aja udah kayak emak-emak" ujar Erlangga
"Idih di bantuin juga, ga tau berterima kasih lo El"sinis Noya lalu meninggalkan Erlangga
'El? keknya gue kenal dengan panggilan El itu, tapi dimana ya' ujarnya dalam hati, lalu Erlangga pelan-pelan bangkit dan menaiki motornya untuk pulang.
Di jalan Noya kaget dengan omongan nya sendiri
' tadi gue bilang El, kok bisa nyebut nama El sih' batin nya
El itu adalah nama panggilan teman noya sewaktu kecil
dulu ayah Noya dan ayah el itu berteman akrab dan Noya di berikan sebuah gelang hitam oleh El sebagai kenang-kenangan, sampai sekarang gelang itu masih Noya simpan.
Sesampainya di rumah, Noya segera membersihkan diri dan mulai memasak untuk dirinya sendiri
Di rumah nya begitu sepi hanya ada diri nya seorang
"Pa, seandainya papa masih hidup mungkin mama ga jahat sama Oya, sekarang Oya sendirian pa, mereka semua jahat sama Oya, Oya rindu papa, Oya rindu mama kek dulu lagi yang sayang sama Oya, Oya rindu pa hiks..hiks..," tangis nya menyayat hati, sungguh ia tak sanggup dengan hidup nya tapi harus berusaha kuat
Jam 11 malam keluarga nya pulang dari pertemuan, sedangkan Oya sudah tertidur.
__ADS_1
Mereka berempat berkumpul di ruang keluarga itu. Pertemuan dengan keluarga Andre itu berjalan dengan lancar tidak ada kendala sedikit pun dan Novy akan menikah bulan depan, sehabis pertemuan dengan keluarga Andre ada pula pertemuan dengan keluarga Dinata
Keluarga Dinata meminta salah satu putri Darman dan Nora untuk di jodohkan dengan anak mereka, awalnya Dinata meminta Novy namun Novy sudah memiliki calon nya dan Dinata meminta Nova, dan Nova menerima nya, namun Nova belum di pertemukan dengan laki-laki yang akan di jodohkan dengan nya