
Malam hari nya, Noya tengah sibuk membersihkan rumah nya, wajah nya terlihat sangat lelah karena banyak pekerjaan nya
Saat Noya pulang dari kampus nya,ibunya meminta nya untuk memasak banyak makanan dan membersihkan rumah mereka sebersih mungkin, karna malam ini akan ada rekan kerja sang ayah datang berkunjung ke kediaman mereka
"kerjain nya yg becus dong noya" ucap Novy
"bersihin sebersih mungkin awas aja kalau sampai masih kotor" ucap Novy lagi
Sungguh sakit hati Noya di perlakukan seperti ini, belum sembuh patah hati nya kemarin karena di tampar oleh sang ayah tiri sekarang ia harus melakukan pekerjaan rumah dengan cercaan dan ancaman
Masih perih hati nya yang tertusuk oleh omongan dan hinaan keluarga nya.
Luka nya sudah sedalam jurang, tidak akan ada yang mampu menjelajahi jurang sedalam itu tanpa ada nya kesabaran seperti Noya
Beberapa jam kemudian Noya selesai dengan pekerjaan nya, ia menarik napas lega karena semuanya bisa selesai juga
Ia memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya
Setelah selesai membersihkan diri, ia kembali ke kamar nya dan membaringkan tubuh nya
'Ayah, Oya rindu' batin nya
"hufftt, capek sekali" ucap nya
Ia mengambil handphone nya dan melihat ada sebuah pesan dari nomor tidak di kenal
"Selamat malam calon istri
__ADS_1
Dari calon suami mu, Erlangga" isi pesan tersebut
'ni cowok kenapa sih' batin nya
Noya memejamkan mata nya sebentar lalu membuka nya ia menatap langit-langit atap nya sampai akhir nya matanya mengantuk
Baru ia memejamkan matanya lagi handphone nya berdering
Ia mengangkat telepon itu tanpa melihat itu nomor siapa
"Halo" ucap Noya
"Besok ke kampus aku jemput ya Oya" ucap seseorang dari telepon
"Hah" reflek Noya kaget dan langsung melihat nomor tersebut ternyata tidak di kenal
"Ini Erlangga?"
Tok...tok..
Ketukan di pintu tersebut jelas membuat Noya kaget dan langsung mematikan telepon nya
"i..-iya sebentar " Cepat-cepat Noya turun dari tempat tidur nya lalu membuka pintu tersebut
Ceklek
"Ma..mama"
__ADS_1
"Bersihkan kamar sebelah tamu papa mu akan menginap disini malam ini"
"Tapi ma, aku capek badan ku sakit semua" tolak Noya
"Oohh sudah berani melawan kamu yah"
"Bukan begitu ma"
"Bersihkan sekarang juga Noya atau malam ini kamu tidur di luar" ucap Nova lalu pergi meninggalkan Noya
Noya ingin sekali menangis namun ia menahan air matanya
Ia mengambil sebuah pita lalu mengikat rambut nya.
Noya membersihkan kamar sebelah nya dengan seksama, walaupun ia lelah tapi harus dia kerjakan, ia tidak mampu untuk melawan, walaupun mereka kejam tapi mereka tetap keluarga nya. Memang takdir ini tidak adil bagi Noya,tapi ia tidak mampu membenci nya
Setelah selesai membersihkan kamar tersebut, tidak sengaja ia melihat tamu ayah nya, seorang laki-laki yang masih muda dan sangat berkarisma
Dengan wajah yang tegas dan tampan, tatapan nya tajam namun memikat siapa saja yang melihat dan memandang nya.
Namun Noya mengekspresikan wajah nya biasa, ia permisi menuju ke arah dapur nya
"Siapa gadis itu" Tanya laki-laki tersebut
"Ohh itu Noya, dia adalah anak tiri ku tuan" jawab Darman
"Namanya Noya?"
__ADS_1
"iya tuan"
"Namanya tidak sesuai dengan wajah nya yang cantik" ucap laki-laki tersebut