
Pukul 02.30 siang.
Setengah jam lagi Sara sudah harus berada di gedung perusahaan keluarga Hsu. Saat rest time tadi, dari Lin Zihan, seorang dokter spesialis neurologi dia tahu bahwa gedung perusahaan yang akan di datanginya bukan satu-satunya gedung perusahaan keluarga Hsu. Masih banyak lagi. Dan perusahaan yang akan di datanginya adalah gedung perusahaan bagian jasa terbesar di Asia.
Sara hanya bengong mendengar cerita Lin Zihan mengenai keluarga Hsu.
Berkat kesuksesan dan statistik kemajuan pesatnya lah keluarga Hsu mendapat sebutan 'Keluarga Macan Dunia Perbisnisan Se Asia'.
Orang-orang keluarga Hsu mendapat sambutan publik yang luas dari masyarakat dan warga net.
Sara mendapat izin dari pihak rumah sakit saat menunjukkan kartu tamu ekslusif keluarga Hsu.
"Anda sangat beruntung di undang dan di anggap ekslusif oleh keluarga Hsu. Satu-satunya dari rumah sakit ini yang pernah di undang adalah Profesor Lim Wu." jelas dokter bedah Qie Shuai.
ARGHHH! Setiap mengenai keluarga Hsu, pembahasan orang terlalu berlebihan dan memuji sekali.
Sara menatap gedung di depannya. Tinggi menjulang ke atas seperti gedung pencakar langit pada umumnya. Dan gedung ini yang paling mencolok di antara yang lainnya.
Sara hampir 'abstrak' dengan fakta yang menyebutkan bahwa distrik ini seluruhnya di penuhi dengan gedung perusahaan keluarga Hsu.
Dia akhirnya memasuki gedung tersebut dan menghampiri meja pegawai administrasi.Di dalam, beberapa pegawai perempuan yang sedang berlalu lalang menatap aneh pada Sara karena terasa asing. Apalagi sepertinya mereka merasa Sara bukan bagian dari keluarga Hsu. Sementara pegawai pria sibuk mengagumi kecantikan Sara.
"Uwahhh!" mata mereka semakin membelalak saat Sara tersenyum simpul.
"Silakan tunjukkan kartu tamu anda." kata pegawai tersebut ramah.
"Ini!" Sara menyodorkan kartu tamunya dengan ramah.
"Baiklah tolong tunggu sebentar!" pegawai tersebut menerima kartu tamu Sara dan mengarahkannya pada sebuah mesin pendeteksi. Beberapa saat kemudian mesin tersebut mengeluarkan sinar biru elektrik.
"Anda adalah tamu ekslusif presdir Wang. Saya akan mengantar anda menemuinya." ucap pegawai tersebut.
APA? MENEMUI PRESDIR WANG? ASTAGA!
Tadinya dia mengira akan bertemu dengan Tann Wan dan sekarang..? Aneh.
"Emh, sebentar Bu. Bukankah saya seharusnya menemui Tann Wan? Kemarin Tann Wan yang mengundang saya kemari."
"Sepertinya saya harus menjelaskan pada anda bahwa Tann Wan hanya diminta mengundang anda datang kemari bersama model Yu Celine oleh presdir Wang."
Yu Celine juga di sini? Astaga, apa-apaan ini semua?
Sara mengikuti langkah pegawai tersebut dan mengikutinya masuk ke dalam lift.
Di dalam lift, dia dan pegawai tersebut tidak banyak bicara. Hanya tersenyum tanpa arti satu sama lain.
TING!
Lift berhenti di lantai teratas. Sara keluar dari lift setelah si pegawai lebih dulu keluar. Benar-benar canggung sekali. Setelah berjalan melewati beberapa ruangan, pegawai tersebut pun berhenti dan memberitahu bahwa ruangan yang berada di hadapan mereka tersebut adalah ruangan presdir Wang. Saat itu juga, Sara tidak sengaja bertemu pandang dengan Yu Celine yang sedang duduk di kursi tunggu dekat ruangan.
__ADS_1
Yu Celine mengenakan pakaian yang terlalu ketat dan terbuka. Wajahnya penuh dengan polesan make-up top branded. Ciri khasnya sebagai model terlalu menonjol.
Sara sendiri mengenakan lengan hitam panjang dan rok merah garis-garis hingga bawah lutut. Wajahnya sendiri hanya berpoleskan C**oland powder. Lipstick yang tidak terlalu tebal, rambut pirang panjangnya yang sedikit bergelombang terurai rapi ke belakang hingga mencapai pinggang.
(Sedikit sisipan: Pegawai administrasi tersebut mulai membandingkan antara Sara dan Yu Celine. Yu Celine cantik dengan polesan make-up dan tampilan pakaian terbuka. Namun Sara cantik natural dan elegan. Tidak pakai olesan make-up topik branded pun tetap cantik. Sara benar-benar memiliki deskripsi kecantikan tersendiri)
Pegawai tersebut berusaha menahan tawa saat menyadari pendapatnya sendiri.
"Yu Celine.. dia!" Sara terlihat enggan berada di sana saat itu juga.
"Sara tidak ku sangka gadis lusuh dan biasa saja sepertimu juga tamu ekslusif presdir Wang. Apakah seorang dokter pantas? Hahaha.. kau akan menyuntik presdir Wang?" ledek Yu Celine memandang remeh pada Sara.
Sara diam saja. Terserah apa yang akan di katakannya. Pegawai administrasi tidak bicara apa pun.
"Anda berdua tunggulah di sini terlebih dahulu." katanya sambil memasuki ruangan presdir Wang.
Selama itu pulalah Yu Celine sibuk mengoceh sendiri dan Sara? Diam tanpa mengatakan apa pun.
Lima menit kemudian keduanya di persilakan masuk oleh pegawai administrasi tersebut.
...
Ruang kerja presdir Wang memiliki desain interior yang mewah dan elit selain luas. Interiornya merupakan paduan antara seni arsitektur Eropa dan Asia. Terdapat rak buku yang penuh dengan buku-buku perbisnisan, sofa empuk, kamar mandi, meja kerja yang dipenuhi dengan dokumen pekerjaan serta laptop dengan ukuran per inci besar. Selain itu adalah jendela dan ruang udara yang di privasi atas permintaan presdir Wang. Presdir Wang memiliki selera yang bagus, pikir Yu Celine tersenyum genit saat bertemu pandang dengan presdir Wang yang menatap lurus padanya. Kemudian berganti memandang Sara. Sara buang muka, tidak ingin melihat presdir tersebut dan berlagak sibuk memandang seisi ruangan.
Sejurus kemudian, seorang wanita lain yang terlihat lebih tua dari presdir Wang datang. Wanita itu adalah Pi Yuan, sekretaris perusahaan bagian jasa keluarga Hsu.
PI YUAN DAN PRESDIR WANG:
"Ya, presdir Wang."
"Keduanya adalah gadis yang di datangi Tann Wan kemarin tuan presdir." lanjut Pi Yuan.
"Apakah anda menyimpan data pribadi kedua perempuan ini?"
"Ini tuan presdir Wang."
Presdir Wang mengambil dokumen tersebut dan membacanya secara keseluruhan.
"Jadi bukan saudara sedarah ya?" katanya menyimpulkan dalam hati.
"Sara Jesselina, dokter 'tercantik' di kota ini, Yu Celine model kelas atas di kota ini."
Kemudian presdir Wang mengangkat wajahnya.
"Model Yu Celine!" panggil presdir Wang.
"Ya, tuan presdir Wang?" jawab Yu Celine dengan sigap.
"Tolong keluar dari ruangan saya sekarang." perintah presdir Wang dengan nada bicara datar dan tatapan lurus.
__ADS_1
Yu Celine terdiam seketika. Bukankah seharusnya Sara yang keluar? Menyapa dirinya? Astaga, apa yang..?
"Keluar!" Kali ini presdir Wang sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Model Yu Celine keluarlah sebelum tuan presdir Wang benar-benar marah."
kata sekretaris Pi Yuan panik karena melihat pertanda buruk bahwa tuan presdir Wang akan segera marah.
"Tapi tuan muda presdir Wang.. saya salah apa?"
"1" hitung presdir Wang.
"Tuan presdir Wang tolong katakan apa alasan anda mengusir saya."
"2" katanya lagi.
"Tuan presdir Wang.. saya tidak mengerti apa maksud anda.. "
"3"
"Tapi tuan presdir Wang saya benar-benar... "
BRAK! Tuan presdir Wang menghantam meja kerja dengan tangan kanannya hingga terbentuk retakan kaca di meja kerjanya. Memang lapisan teratas meja kerjanya adalah kaca.
Baik Pi Yuan, Sara dan Yu Celine langsung kaget melihat aksi tuan presdir Wang tersebut.
Yu Celine yang paling parah. Dia menangis seketika.
"Astaga... aku melihat apa barusan..pria ini menghantam kaca?" Sara mengelus dadanya sambil membuang nafas tegang.
"Tuan presdir Wang... anda.." Pi Yuan tidak menduga reaksi tuan presdir Wang, tuan yang tidak boleh di pancing marah, sekarang terjadi dan menakutkan.
"Keluar!" bentak tuan presdir Wang lagi sambil mengisyaratkan peringatan pada Yu Celine.
"Hiks.. hiks!"
"Keluar! Lantai ruangan kerjaku bukan untuk menampung air mata buayamu!"
Yu Celine berbalik dan mengambil tas tangannya yang terletak di sofa. Sambil menahan tangis dia pergi begitu saja. Sekarang tinggal Pi Yuan dan Sara.
"Pi Yuan saya berharap anda tidak mengingat hal tadi. Yu Celine, masukkan namanya ke daftar nama tamu yang tidak di perkenankan oleh keluarga Hsu." nada bicara tuan presdir Wang berubah menjadi lembut.
"Ya, tuan presdir Wang. Saya tahu anda sedang marah. Apa langkah selanjutnya tuan presdir Wang?"
"Mengenai Yu Celine, karir dan profesinya sebagai model, tolong katakan pada perusahaan fashion mana pun untuk tidak menjalin kontrak dengannya selama tiga bulan."
"Ya tuan presdir Wang."
Kemudian Pi Yuan sibuk mencatat di agenda yang selalu berada di tangannya sejak tadi.
__ADS_1
Sementara itu Wang beradu pandang dengan Sara yang kikuk.
"Setelah Yu Celine, apakah aku yang selanjutnya?" pikir Sara gemeteran.