
Sara menghempaskan dirinya di sofa. Dia sedikit menyesali pertemuannya dengan Wang Feng tadi. Jadi tujuannya hanya itu. Dan apa boleh buat dia telah menyetujuinya. Ini semua juga demi ayahnya.
Xun Er menghampiri putri nya dan menyodorkan segelas air putih dan di terima oleh Sara.
"Terimakasih, ayah." dia tersenyum hambar dan melepas sepatunya.
"Ada apa? Apakah kau menemui Tann Wan tadi?" ayahnya mencoba mengerti apa yang sedang terjadi.
"Bukan Tann Wan ayah, tapi tuan presdir Wang Feng. Aku tidak menduga Tann Wan akan berbohong. Akh!"
Xun Er terdiam. Apa yang di bicarakan Sara dengan tuan muda Wang Feng? Jangan bilang kalau...
Sara kemudian angkat bicara lagi.
"Kami berbicara yah.. dan aku... aku menerimanya."
"Apa yang kamu terima putriku? Jangan buat ayah khawatir."
"Aku menerima surat penawaran dari dia yah. Wang Feng, dia akan menikahiku dalam waktu dekat."
"Sara, kau... "
"Ayah, aku bertanya padamu. Apakah ayah dan Tann Wan berbicara mengenai surat penawaran itu kemarin?" tanya Sara serius.
"Iya.. tapi ayah menolaknya. Ayah tidak mau menyusahkanmu lagi. Tinggal denganmu saja ayah sudah merasa lega."
"Ayah... aku menerima semuanya bukan tanpa alasan. Sulit bagi ayah untuk memulai segalanya dari nol. Dan orang-orang sekarang tentu berpikiran sempit. Aku tidak mau ayahku di tindas dan di juluki koruptor. Ayah pasti bisa mengerti maksudku." tegas Sara.
Xun Er seketika merasa sejuk dan memeluk Sara.
"Terimakasih... terimakasih Sara.. bahkan aku sendiri pun tak bernilai lagi."
"Tarik kata-kata ayah. Ayah masih bernilai untukku. Jangan terlalu merendahkan diri yah."
Xun Er tersentuh dan tak bisa menahan air mata terharunya lagi. Sara seperti Aundrey Yiwei ibunya. Aundrey, dimana dia?
Meskipun berkata begitu untuk menenangkan ayahnya, Sara tetap tidak tenang. Menjadi istri dari tuan muda keluarga Hsu tidak lah mudah. Harus berpenampilan seperti nyonya keluarga kaya raya. Memikirkan itu saja membuat nya sakit kepala.
...
Rumah Xun Er!
Yu Kimberley yang sedang memilah-milah berlian asli dengan kaca pembesar, menyambut Yu Celine yang menangis terisak.
"Ibu... " Yu Celine menghambur memeluk Yu Kimberley.
"Ada apa putriku sayang? Siapa yang berani membuat mu menangis? Katakan pada ibu. Apakah ayah tirimu yang tua bangka itu atau Sara gadis sialan itu?"
Yu Celine bernafas tersengal-sengal di pelukan ibunya sambil berusaha buka mulut.
"Ibu, tuan presdir Wang Feng, tuan Wang Feng memarahiku dan mengusirku tanpa sebab. Selain itu tuan Wang Feng tidak membiarkan ku berbicara sedikit pun. Tuan presdir Wang Feng malah berbicara pada Sara." kata Yu Celine menangis manja.
"Bagaimana sih? Apa penampilanmu kurang memesona di hadapannya?"
"Ibu jangan menyalahkan ku. Salahkan Sara. Penampilannya yang biasa-biasa saja bisa menarik perhatian tuan presdir Wang Feng. Penampilannya itu tidak ada spesial-spesialnya sedikit pun!" geram Yu Celine makin menjadi-jadi.
"Dari gosip yang pernah ibu dengar mengenai tuan presdir Wang Feng, dia sangat anti dan selektif terhadap perempuan."
"Kemungkinan besar penampilanmu tidak sesuai seleranya. Nak berusahalah. Ibumu ini harus memiliki menantu seorang pria kaya raya. Pikat tuan presdir Wang Feng sampai berhasil. Sebentar lagi harta kekayaan ayah tirimu itu akan habis dan tentu kau tidak mau hidup pas-pasan bukan?" hasut Yu Kimberley.
Yu Celine melap airmatanya dengan kasar.
"Tentu saja aku akan berusaha. Tidak akan kubiarkan Sara gadis lusuh itu bersama dengan tuan presdir Wang Feng." sumpah Yu Celine penuh ambisius.
"Bagus!" Yu Kimberley tersenyum menyeringai.
...
TING TONG!
Sara buru-buru membukakan pintu dan terkejut saat melihat Wang Feng yang menjadi tamunya.
"Kau... kenapa bisa ada di sini? Sejak kapan kau mengetahui alamat apartemen ku?" Sara mengoper pertanyaan bertubi-tubi pada Wang Feng sementara Wang Feng terlihat santai menanggapi itu semua.
__ADS_1
Wang Feng mendekatkan wajahnya pada Sara hingga Sara mundur beberapa langkah.
"Aku memiliki insting dan segudang sumber informasi terpercaya nona dokter." jawab Wang Feng berbisik.
Sara gugup seketika. Wajahnya sangat dekat sekali. Sangking dekatnya, rasanya bernafas pun sulit.
Tentu saja dia dengan mudah mengetahui alamat apartemen ini. Trilyuner keluarga Hsu seperti dia tentu dapat mengetahui apa saja dengan mudah! Bodohnya aku!
Sara merasa risih dan memejamkan matanya.
Kepalanya dalam posisi tertunduk.
"Ada apa? Kau merasa senang dalam posisi seperti ini padaku? Banyak perempuan di luar sana yang bermimpi untuk berada di posisi mu sekarang ini." goda Wang Feng semakin mendekat.
"Menjauh dari ku!" Sara memberanikan diri mendorong Wang Feng dari hadapannya.
Terukir senyum nakal di wajah Wang Feng saat itu juga. Sara menghela nafas lega.
"Meskipun aku menyetujui surat penawaran itu, bukan berarti kau bisa seenaknya sekarang. Lagipula kita berdua belum sah untuk melakukan itu semua."
"Kalau begitu aku beritahu padamu nona dokter bahwasanya aku dapat melakukan apa saja terhadap wanita yang akan menjadi istri ku!" Wang Feng tak mau kalah sambil menarik tubuh Sara ke dalam pelukannya.
"Astaga, benarkah dia pria anti perempuan seperti yang di bilang banyak orang? Sekarang malah sebaliknya. Dia mesum sekali dan kelihatannya nafsunya tinggi." ucap Sara dalam hati.
"Lepaskan lepaskan! Aku muak melakukan itu semua!" kata Sara melepaskan diri dari pelukan Wang Feng.
"Cihhh!" Dengan enggan, Wang Feng akhirnya melepaskan pelukannya.
"Baiklah lupakan mengenai kegiatan kita tadi. Besok aku akan membawamu menemui ayah, ibu dan adik-adikku. Berpakaian lah yang pantas dan ajak calon mertua ku juga."
"Tidak. Ayah tidak akan ikut. Aku tidak ingin melihat ayahku di perolok-olok oleh keluarga mu." kata Sara.
"Apakah kau berpikiran sampai seperti itu?" Wang Feng tidak terima dengan ucapan Sara barusan.
"Menurut mu?"
"Ah, terserah padamu saja. Bersiaplah sekitar jam sembilan pagi." Wang Feng akhirnya mengalah.
"Aku tahu itu." jawab Sara sengit.
"Baiklah aku masih memiliki jam rapat selanjutnya. Jangan lupa bersiap-siap untuk besok."
"Kedua kalinya. Apa kau pikir aku tuli? Cukup sekali saja. Tidak perlu kedua kalinya." balas Sara kesal sambil mendorong Wang Feng ke luar dan menutup pintu.
Setelah memastikan Wang Feng benar-benar pergi, Sara mendesah berat di balik pintu.
"Hah... benar-benar merepotkan. Belum menikah saja sudah harus sepening ini memikirkan ini itu.. Di tambah lagi... " Sara menghentikan dialognya ketika melihat ayahnya yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Kamu berbicara dengan siapa barusan? Ayah baru saja mendengar kamu seperti berbicara dengan seseorang." tanya Xun Er.
"Wang Feng baru saja kemari Yah. Dia bilang dia akan menjemputku besok karena tuan dan nyonya besar keluarga Hsu ingin bertemu denganku. Dia bilang ayah harus ikut serta juga tapi aku menolak. Ayah tahu sendiri kan apa yang terjadi nantinya jika ayah juga ada di sana?" jelas Sara secara terperinci.
"Ya. Tentu saja ayah tahu. Putriku memang paling bisa mengerti aku."
"Aku ini Sara Jesselina Er putri dari Xun Er dan Aundrey Yiwei." jawab Sara mantap.
"Kamu juga masih mengingat untuk menyebut ibumu ya? Hahaha...kalau begitu kita makan siang dulu yuk?"
Sara mengangguk pelan. Dia berjalan pelan mengikuti langkah ayahnya.
...
Sara membukakan pintu saat di gedor-gedor oleh seseorang.
"Tuan presdir Wang Feng, bisakah anda sopan bertamu ke rumah orang lain?" kata Sara tegas setelah melihat siapa yang menggedor-gedor pintu rumahnya.
"Yah, lain kali jangan mengingatkan ku tentang hal itu." Wang Feng tampak tak suka di peringatkan.
Sara mendengus kesal. Dia pun berjalan ke luar kamar apartemen dan meninggalkan Wang Feng. Sementara Wang Feng mengejarnya dari belakang.
"Wanita, kau akan pergi bersamaku. Jangan coba-coba pergi terlebih dahulu." kata Wang Feng tak berhenti mengamati tubuh Sara dari belakang. Tampak cantik dan memesona dari belakang dengan mengenakan dress merah terbuka hingga lutut. Rambutnya di ikat setengah ke belakang.
Tepat sebelum membuka pintu mobil, Wang Feng menghadang dan membukakan pintu mobil untuk Sara. Kali ini Sara mencoba untuk menghargai Wang Feng. Dia masuk dan Wang Feng kemudian menutup pintu mobil.
__ADS_1
"Calon nyonya keluarga Hsu akhirnya muncul." Wang Feng berbicara dengan nada yang terkesan misterius.
"Tentu kau tidak ingin aku tergoda padamu saat memakaikan sabuk pengaman. Kau menginginkan itu?" Kali ini kenakalan Wang Feng semakin menjadi-jadi. Sara buru-buru memakaikan sabuk pengamannya sebelum lelaki yang berada di hadapannya ini melakukan sesuatu yang 'lebih' lagi.
Entah kenapa Sara merasa risih mendengar ucapan Wang Fen. Berada dekat dengan Wang Feng berarti harus ekstra hati-hati.
Rumah paling mencolok di antara rumah yang lainnya. Berlantai empat, memiliki gaya arsitektur Eropa, luas dan lebar. Tak lupa halaman depan yang lebar, bangunan garasi yang terisi dengan jejeran mobil mewah keluarga 'legend' tersebut. Bagian belakang rumah yang menjadi lokasi kolam renang dan taman belakang yang di penuhi dengan tumbuhan langka yang terawat dengan baik.
Rumah tersebut bak istana bercat putih kertas. Pasak-pasak dan tiang begitu tegap dan kokoh menyangga rumah bak istana tersebut.
Suasana keseharian rumah itu menunjukkan ratusan pekerja rumah tangga berseragam khusus yang berlalu lalang tiap harinya untuk membersihkan seisi rumah dan halaman.
Dan sekarang tampak beberapa pekerja laki-laki berseragam khusus membukakan pagar hitam setinggi delapan meter untuk jalur mobil tuan muda keluarga Hsu. Tentu saja bersama Sara.
CITTT!
Mobil akhirnya berhenti dan terparkir teratur. Sara berdiri mengamati bangunan rumah yang akan di tinggalinya nantinya bersama Wang Feng. Serasa hidup di alur cerita dongeng yang indah.
"Ini rumah keluarga kalian keluarga Hsu?" tanya Sara.
"Ya, salah satunya yang di tinggali keturunan keluarga Hsu." jawab Wang Feng santai.
Tunggu? Wang Feng bilang salah satu? Itu artinya ini bukan satu-satunya rumah keluarga Hsu. Astaga, benar-benar keluarga ini keluarga kelas atas yang sesungguhnya.
"Rumah keluarga Hsu selebihnya berada di area perbukitan dan di sentral kota," kata Wang Feng tanpa di minta.
"Mari masuk!" Wang Feng mengulurkan tangannya. Sara, dengan perasaan gugup menerima uluran tangan Wang Feng. Wang Feng tersenyum manis. Jika di perhatikan, Wang Feng itu begitu tampan dan memesona, pikir Sara menatap Wang Feng semakin lekat dari samping.
Ruang tamu yang begitu besar dan mewah. Terdapat begitu banyak sofa empuk di ruangan tersebut. Dan keluarga Hsu seluruhnya sudah berada di sana.
"Pa, Ma. Ini Sara Jesselina. Calon nyonya terhormat keluarga Hsu kita. Keluarga Hsu akan menyambut nyonya pertama keluarga nya." kata Wang Feng bangga sambil tersenyum ke arah Sara. Sara tersenyum ramah pada keluarganya namun bukannya balasan senyuman yang ia dapat, malah mendapat sindiran dari nyonya besar keluarga Hsu, ibunya Wang Feng, yaitu nyonya Clara Linn Shan Hsu.
"Apakah putraku benar-benar selektif seperti yang di kenal banyak orang? Kurasa tidak. Apa-apaan ini. Kau menikahi putri dari seorang koruptor proyek keluarga Hsu?"
"Ma, jangan keterlaluan. Aku yang tahu bagaimana calon istriku. Kalau mama tidak suka, tak perlu ikut campur ma." Wang Feng terlihat gusar.
"Wang Feng, sudahlah! Aku tidak apa-apa. " Sara memegang lengan Wang Feng untuk menenangkannya.
"Cihhh! Putri koruptor saja tahu bagaimana berlaku yang sopan. Masakan putraku sendiri tidak tahu?" lagi-lagi menyindir Sara.
Sementara tuan besar keluarga Hsu, tuan Peng Yang Shan Hsu hanya diam saja. Tak memedulikan apa yang sedang terjadi. Ia malah meneruskan membaca buku tebal di tangannya. Sementara adik kedua Wang Feng yang juga laki-laki, Fai Shin, tersenyum kecut ke arah Sara. Sara tahu itu sebuah senyuman tidak tulus. Sementara Chou Fei, seperti ibunya, memandang Sara dengan meremehkan.
"Astaga seperti inikah sikap keluarga terhormat Hsu menyambut seseorang?" Sara merasa terasingkan.
"Baiklah kakakku tersayang. Kakak ipar ku tidak buruk dan begitu tahu diri. Aku sangat beruntung ya?" Fai Shin merentangkan kedua tangannya di udara dan pergi dari tempat itu.
"Astaga les musik memang selalu menggangu kegiatan keluarga kita ya?" timpal Chou Fei kemudian.
"Mungkin mengobrol bersama Nyonya keluarga Wanzhiang tidak buruk." dan lagi nyonya Clara memojokkannya untuk yang ketiga kalinya.
"Nikmati waktu kalian berdua." pesan tuan Peng Yang sebelum akhirnya benar-benar pergi dari sana..
Sara menunduk. Seperti ini kah nantinya sisi keseharianku bersama mereka?
"Sara jangan memikirkan sikap mereka. Mereka hanya belum siap menerimamu. Cepat atau lambat mereka juga akan menyambutmu." Wang Feng menyibak rambut panjang Sara.
"Kuharap begitu. Kejadian tadi lupakan saja. Sekarang kita berdua harus melakukan foto pre-wedding dan memilih fashioner yang profesional untukmu." kata Wang Feng tersenyum ramah sambil menggandeng pinggang Sara.
Sara mengiyakan saja.
TES!
Airmatanya menetes begitu saja. Sara ingin menjerit sekarang. Tapi tak tersedia waktu untuk itu semua. Perasannya teriris-iris sekarang ini. Dadanya terasa sesak dan ingin menangis sepuasnya. Jujur dia belum pernah seterpuruk ini.
Pikiran dan hatinya sudah tersakiti. Apa lagi? Menikahi pria kaya raya demi melunasi hutang piutang ayahnya dan mempertahankan reputasi ayahnya.
Kastanya dengan kasta Wang Feng sangat berbeda jauh. Dia tidak pernah mencintai Wang Feng namun sekarang harus menikahinya.
"Kau menangis?" kata Wang Feng. Sara tidak sempat melap airmatanya.
"Wang Feng, aku ini.. "
"Calon nyonya keluarga Hsu harusnya di hormati dan berbahagia. Aku berjanji akan membahagiakanmu." ungkap Wang Feng sambil membelai kepala Sara.
__ADS_1
Sara tidak tahu harus percaya atau bahagia mendengar itu semua.