
Chandra benar-benar panik, pasca Muni hilang, padahal sebelumnya Muni berkata bahwa dia ingin pulang bersama dengan Chandra. Chandra berusaha menghubungi handphone Muni, tapi Ponselnya mati, Chandra kembali menyusuri lokasi sekitar, tapi ternyata Muni benar-benar hilang, karena panik, Chandra segera menghubungi Burhan (Ayah Muni), pasalnya dia yang memerintahkan Chandra untuk menjaga Muni, dengan imbalan keselamatan ibu Chandra, yang keadaannya sekarang koma di rumah sakit, karena kecelakaan.
Drrrtt....drtttt....
"Halo, Chandra Ada apa, ?" Tanya Burhan di seberang Sana.
"Halo Tuan Burhan, apa Muni sudah pulang kerumah?", Tanya Chandra.
"Apa maksudmu Chandra ?, bukanya Muni tadi keluar bersamamu."
"Benar Tuan, tapi Muni hilang entah kemana, tadi dia dibelakangku, tapi sekarang hilang entah kemana, aku sudah mencarinya dimanapun, tapi tidak Ada"
"Lalu bagaimana dengan CCTV nya, apakah tidak Ada CCTV di tempat itu?"
"Itulah masalahnya, tempat ini melarang keras CCTV karena sang pemilik menyalahgunakan kekuasaannya melalui CCTV"
"Dasar bodoh, cepat temukan Muni, atau kau tanggung sendiri hukumannya, kau Tau Kan apa yang bisa kulakukan untuk melimpahkan kekesalanku?" ancam Burhan.
"Ba.. baik Tuan Burhan."
Tuut...tuut...tuuut....
"Cih benar-benar tua bangka sialan, jika saja ibuku tidak berada di rumah sakit, aku pasti Akan menghancurkannya terang-terangan, balas budi sialan ini membuatku muak, Dan sekarang aku harus mencari Kavita dimana?, benar-benar sialan." geram Chandra.
*****
Sementara di tempat Muni disekap.
Muni perlahan-lahan membuka Mata, Dan melihat di sekeliling, dia benar-benar merasakan sakit pada kedua kaki Dan tangannya yang diikat rantai berlapis Baja, rantai itu benar-benar berat, hingga dia benar-benar merasakan sakit pada kaki Dan tangannya.
"Kau sudah bangun, sahabatku sayang?" Tanya wanita bergaun hitam, menghampiri Muni.
"Ka...Kavita..., kau.?"
__ADS_1
"Ya., ini aku., merindukanku?" senyum Kavita.
"Tapi..., bagaimana mungkin.?"
"Apa maksudmu tidak mungkin, Muni, apa kau begitu senang bertemu denganku , sehingga kau begitu terkejut melihatku?" kekeh Kavita.
"Tidak..tidak..., aku pasti berhalusinasi"
"Dan halusinasimu itu Akan sangat menyakitimu sekarang., saat ini juga."
"Bagaimana ini bisa terjadi , aku sudah membunuhmu bersama kak Cindy"
"Ah benar juga, masih Ada saudaramu satu lagi Cindy, sepertinya dalam waktu dekat Lau Dan kakakmu Akan menemani Ren Dan Ron ke Neraka"
"Apa maksudmu Kavita, apa kau yang membunuh Ren Dan Ron?"
"Hahahhaaha, tentu saja, Dan sekarang adalah giliranmu.
Muni begitu terkejut, dengan pengakuan kavita, apalagi aura Kavita benar-benar sangat menakutkan.
"Tapi kau sudah benar-benar sangat menyakiti aku Muni, Dan sekarang aku Akan membalasmu" kekeh Kavita.
"Arrrgghhh...sakit.....
Kavita melancarkan aksinya, dia mengambil pisau bedah kecil Dan tajam, dia menarik rambut kasar Muni, dia menguliti kepala Muni dengan santainya, sambil memutar Lagu favoritnya,
Aarrrrggghhh..., sak....iiiitttt....
Kulit kepala dari rambutnya benar-benar terkelupas, dia menarik rambutnya, Dan memakaikannya pada manekin yang dia siapkan di ruangan itu, muni memperlihatkan tengkoraknya, darahnya bercucuran keluar, Kavita benar-benar menikmati pemandangan itu, dia mengambil darah yang bercucuran dari kepala tengkorak Dan menyiramkannya di gaun hitamnya, seperti biasa,
BRAAAKKKKK......
Kavita terkejut ketika mendengar pintu terbuka, menampilkan sosok pria gagah Dan maskulin.
__ADS_1
"Mark....!!!"
"Kavita, akhirnya aku menemukanmu"
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Menangkapmu...!!!"
"Tidak ..!!!, dendamku belum usai"
"Sampai kapan dendam ini berlanjut Kavita?"
Mark akhirnya menatap kepala Muni yang sudah memperlihatkan tempurung tengkoraknya, Dan berlumuran darah.
"Kavita,!!!, kau benar-benar sangat sadis"
"Ya kau benar, Dan ini Akan terus berlanjut, sampai mereka Sirna dari muka bumi ini"
" Kavita.., kau benar-benar kejam"
"Terima kasih, Dan ini Akan berlanjut lagi"
"Kavita...!!!, kau benar-benar membuatku kesal"
"Dan kau juga benar-benar membuatku marah, kau selalu ikut campur dalam urusanku"
"Itu karena aku peduli padamu Kavita, aku tidak ingin kau salah masuk jalan, aku benar-benar peduli padamu"
Kavita tersentak Akan pengakuan Mark, dia akhirnya mengalihkan pandangannya dari Mark, sesungguhnya dia juga ingin Ada orang yang peduli padanya, dia begitu terharu atas pengakuan Mark, tapi karena besarnya dendam seakan semua tertutupi.
"Mark, aku bahagia.., sungguh Ada orang yang peduli padaku , tapi rasa sakit ini, aku benar-benar tidak bisa menahannya, seakan-akan Ada duri tajam menancap di dadaku, setiap melihat mereka tersenyum bahagia, aku benar-benar tidak tahan mark, seakan-akan jantung ini seperti dihujani belati, katakan Mark, aku harus apa, ini benar-benar sakit Mark, apa kau bisa menyembuhkannya?", ucap Kavita sambil meneteskan air matanya.
"Maafkan aku Kavita, aku benar-benar tidak menyangka kau merasakan sesakit itu, andai saja aku Ada diposisimu aku pasti Akan melakukan Hal yang sama, tapi sekarang ini, aku adalah penegak hukum, Dan aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja", ucap Mark.
__ADS_1
"Maafkan aku juga, aku tetap Akan melaksanakan dendamku, meskipun aku harus melawanmu", tatap tajam Kavita, sambil menghapus air matannya