
"Kali ini kau memakai dress selutut, tapi warna hitam, semua lemarimu juga penuh berbagai jenis model trend pakaian gadis terkini, hanya warnanya saja yang Hitam, apa kau benar-benar tidak tertarik warna lain Kavita?" celetuk Kenya tiba-tiba.
"aduh Kenya ku yang polos, apa kau lupa sesuatu, sepertinya aku pernah mengatakannya dulu sekali, tapi kau sudah lupa, apa kau benar-benar seorang hacker sejati?" Tanya Kavita tersenyum tipis sambil mengerutkan keningnya.
"Isshhh, kalian benar-benar meremehkan kemampuanku, apa prestasiku beberapa tahun ini tidak Ada apa-apanya di mata kalian?, bahkan aku sudah berhasil meretas data-data beberapa perusahaan besar, tapi sepertinya tidak berguna di mata kalian", ucap Kenya sambil melangkah meninggalkan kamar Kavita.
"Kenya...., duduklah dulu, jangan marah-marah, duduklah disini Akan aku ceritakan ulang kisahku yang terjadi 5 tahun lalu, pada Hari kelulusan", Kavita mempersilahkan Kenya Dan Kalla duduk di sampling kiri Dan kanannya.
"Kavita apa kau yakin bahwa kau Akan menceritakan masa lalumu yang dengan susah payah kau kubur lagi?, Tanya Kalla sambil memegang bahu Kavita.
" Tidak apa-apa Kalla, justru aku senang dendam ini tidak mudah hilang setelah ini, Dan Akan menambahku kuat menghancurkan mereka satu persatu lagi", ucap Kavita sambil meneteskan air matanya.
flashbacks on
Aku terlahir dalam keluarga berada, bisnis property ayahku berjalan sangat pesat, semua orang sangat menghoemati keluarga kami, hingga suatu Hari.
"Apa ....., tidak mungkin Pak, suami saya tidak mungkin melakukan Hal itu, suami saya sangat menjunjung tinggi nilai kejujuran, rasa-rasanya tidak mungkin Pak,...., baiklah saya Akan segera kesana" ucap mako( ibuku) sambil meneteskan air mata bercucuran.
suasana yang sebelumnya penuh canda tawaku Dan ketika saudara Dan saudariku mendadak suram, melihat mama kami menangis setelah menerima telephone.
"Ada apa ma?", tanyaku pada ibuku, setelah melihat kepanikannya.
"Papamu nak, papamu masuk penjara, karena tertuduh melakukan penggelapan Dana Dan memplagiat perusahaan milik sahabatnya sendiri, sekarang dia dipenjara Dan seluruh harga saham anjlok. bisa dipastikan, sebentar lagi Kita Akan jatuh miskin nak," ucap mako, ibuku dipenuhi air mata yang terus meleleh.
"kalau begitu Kita harus segera ke rumah tahanan ma, Kita harus menengok keadaan Papa", ucapku yang ikut panik.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu, Daniel tolong jaga adik-adikmu yang lain, mama sama Kavita mau jenguk Papa dulu, kamu dirumah sama Karina Dan liem dulu", ucap mama sambil meninggalkan rumah bersama denganku.
.
"Baiklah mama, Kavita kalau Ada apa-apa jangan lupa hubungi kakak ya, kakak tunggu berita selanjutnya", kata kak Daniel, yang segera ku jawab dengan anggukan.
sesampainya di rumah tahanan, bukan Papa yang kami temui melainkan.
"Pak, dimana suami saya Jimmy handoko", Tanya mako dengan air mata yang tertahan.
"apa ibu adalah istri dari saudara Jimmy handoko?", Tanya Pak polisi itu dengan wajah serius .
"Iya Pak , ini mama saya makko, Dan Ayah saya Jimmy handoko, dimana beliau Pak?, tanyaku langsung
Polisi itu akhirnya merunduk Dan dengan berat hati mengatakan, bahwa...
Sontak saja ibuku jatuh pingsan Dan akupun hanya terjatuh lemas didepan polisi itu, Dan menangis histeris mengetahui kebenaran tentang papaku,
"Ini tidak benar Kan Pak ?, ini tidak benar, Papa bukan orang yang mudah menyerah dengan keadaan, bapak pasti bercanda, Papa tidak mungkin bunuh diri, tangisku histeris, membuat orang-orang di sekitar kami menatap aneh kami, Tak luput dari sesosok pemuda tampan berseragam polisi yang menatap heran kearah kami.
Aku akhirnya memberikan kabar tersebut kepada kakak Dan adik-adikku, sontak saja membuat mereka cukup histeris mendengar Kematian Papa.
beberapa minggu setelah Kematian Papa, beberapa rekan bisnis yang dulu sering dibantu Papa tidak menampakan batang hidungnya, mereka seakan menghilang ketika dimintai tolong, Dan orang-orang Dan para tetangga yang dulu sangat menghoemati kami, sekarang seakan menatap kami jijik, sungguh mereka benar-benar membuat kami merasa terhina dengan tingkah mereka, akhirnya kami pindah ke rumah yang cukup kecil, di daerah pinggiran Kota, kami berharap bisa hidup damai dengan kehidupan baru kami, tapi tidak, ternyata cobaan lebih berat datang dengan bertubu-tubi, mulai dari mama yang menjadi pendiam Dan sekarang gila, kak Daniel yang tidak mendapatkan pekerjaan dimanapun, adik kecilku yang mengalami kelumpuhan setelah mengalami kecelakaan. itupun tidak seberapa.
Aku Dan karina yang mulai ikut membantu kakakku bekerja memenuhi kebutuhan kami, diam-diam mencari pekerjaan dengan menjadi pelayan kafe, walaupun gajinya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk biaya makan sehari-hari, itupun dilakukan sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
Hingga suatu hari....
"Eh Daniel, kamu itu sebagai abang bisa gag sih jagain kedua adik kamu, kamu itu sebagai abang seharusnya menjaga adik-adikmu yang perempuan, bukan malah membiarkannya kerja di kafe, takutnya nanti pertama niatnya kerja pelayan kafe, tapi gara-gara ingin hidup enak, malah tergiur jadi pelayan para suami orang lagi", ucap nyonya vinna yang terkenal dengan mulut embernya.
"jaga mulut Kotor Dan busukmu nyonya vinna, saya sebagai abang tidak pernah mengajarkan adik-adikku seperti itu, jika nyonya vinna mengatakan hal itu lagi, saya berjanji, Akan mengambil pita suara nyonya, Dan saya bisa pastikan, setelah itu nyonya tidak Akan bisa bersuara lagi", ucap Daniel disertai tatapan tajam.
"Cih...,"Ucap nyonya vinna dengan meninggalkan Daniel.
sesampainya di rumah.
"Karina ...., Kavita..., kakak ingin bicara dengan kalian berdua", ucap Daniel penuh penekanan.
Aku Dan Karina yang baru selesai menyiapkan makananpun berlari menghampiri kak Daniel yang memanggil kami, tanpa kami sadari seseorang masuk dari pintu belakang Dan menaburkan sesuatu di makanan kami, disitulah Akan Ada pertimpahan darah di keluarga kami, Dan aku sangat menangisi Hari itu.
"Kenapa kalian tidak jujur pada kakak?", Tanya Daniel setengah menunduk.
"Apa maksud kakak?, tanyaku sedikit ragu-ragu, diikuti Karina yang bersembunyi dibelakangku.
"hufff, kenapa kalian kerja di belakang kakak, kakak Tau kalian ingin membantu perekonomian Kita, tapi kenapa kalian tega merahasiakan ini dari kakak?, ucap kak Daniel sambil mengurut batang hidungnya.
" Maaf kak, kami hanya tidak ingin kakak bekerja seorang diri, kami juga ingin berguna di keluarga Kita kak", ucapku sedih sambil memohon maad pada kak Daniel.
"Iya kak, kami minta maaf, kami hanya tidak ingin membuat kakak sedih", ucap Karina tiba-tiba.
"Oke-oke kakak paham, tapi setelah ini kalian harus berjanji pada kakak, bahwa kalian tidak Akan menyembunyikan apa-apa lagi dari kakak, janji....????" ucap kak Daniel dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"Siap boss!!!!," ucapku tegas bersama karina.
kamipun berpelukan hingga suara Kursi roda mendekati kearah kami.