Dendam Gadis Cantik Berpakaian Hitam

Dendam Gadis Cantik Berpakaian Hitam
Teman


__ADS_3

"Siapa wanita itu, kenapa firasatku mengatakan, Ada yang aneh pada wanita itu", batin Mark.


"Segera bawa mayat ini ke rumah sakit untuk diotopsi", perintah mark pada bawahannya.


"Siap 86 !!!"


Mark segera mengalihkan pandangannya pada wanita yang baru saja dilihatnya, tapi sudah tidak Ada, mark pun menghampiri tempat dia melihat Kavita, tapi tidak menemukan sosok cantik berbaju hitam tersebut..


"Entah mengapa firasatku mengatakan Akan Ada Hal besar yang Akan terjadi," Batin mark


Mark adalah sesosok komandan polisi pria yang gampang merasakan suatu firasat tertentu, Dan semua firasatnya tidak pernah meleset, setiap dia mendapat firasat, selalu saja Akan terjadi sesuatu berikutnya, kini dia begitu penasaran dengan sosok Kavita, dia mulai menyelidiki tentang Kavita.


Di Rumah sakit.


Kavita melanjutkan jalannya menuju rumah sakit mengendarai Mobil sport nya, dia berhenti Dan memarkirkan mobilnya,


Dia berjalan mengikuti lorong rumah sakit, Dan berhenti ,dia bersembunyi di ruangan dekat ruang otopsi, dia memperhatikan orang-orang yang di depan pintu ruang otopsi,


Kavita tersenyum sinis, mendapati beberapa musuhnya berada di depan ruang otopsi, beberapa keluarga Burhan, meliputi si kembar Ron dan Ren, Dan bu vinna, tetangga licik Dan culas.


"sepertinya takdir sedang berpihak padaku, siapa yang aku habisi lebih dulu yaa?, aku sudah tidak sabar, tanganku cukup gatal", tawa kecil Kavita.


Tiba-tiba Kavita di kejutkan oleh seseorang dibelakangya.


"Nona.., Ada yang bisa saya Bantu...?" ,suara tiba-tiba dibelakangya.


Karena terlalu serius memperhatikan musuh di depannya, Kavita sangat kaget dengan suara didepannya.


"Aaaarrrggghhhhhhhhh.... Plaaakkk....."

__ADS_1


"Ouchh....." Nona kau merusak senyum indahku....", seru seorang pria tampan berdada bidang, yang meringis kesakitan karena tamparan kavita.


"Ooppss...., maaf.., apa anda tidak apa-apa?, maaf saya sangat kaget dengan kehadiran Tuan.


Yasha Linchon seorang dokter pemilik rumah sakit, yang mudah senyum Dan dipuji Dan digilai oleh sesama rekan kerja Dan pasiennya karena keramahannya yang murah senyum, terpesona oleh kecantikan Kavita, wanita cantik bertubuh seksi tersebut, rambut hitam tergerai panjang sepinggang, kulit putih mulus, Dan dress hitam diatas lutut, Dan sepatu boot hak tinggi, menambah kesan seksi, mata yasha seakan takjub pada kekndahan didepannya.


"maaf dokter Hans, apa anda tidak apa-apa?", Tanya Kavita sambil melihat tag nama dokter di jasnya.


"Oh maaf, saya tidak apa-apa?", Katanya tersenyum malu, menatap Kavita tanpa berkedip.


Kavita yang merasa aneh dengan tatapan mata yasha, segera mengalihkan pembicaraan " apa anda baik-baik saja dokter?"


"Oh maaf membuat anda tidak nyaman Nona, panggil saja saya yasha, saya dokter bedah disini" Katanya sambil mengulurkan tangannya.


Kavita tersenyum melihat senyum bodoh Yasha," Baiklah namaku Kavita, kau bisa memanggilku sesukamu dok.. eh yasha" Katanya sambil menyodorkan tangannya.


"Apaa?"


"Eh maaf, maksudmu anda sangat cantik"


(tersenyum) "anda bisa saja"


"apa Kita bisa berteman?"Tanya Yasha


"tentu saja" jika anda tidak menyesalinya"


Yasha begitu ambigu mendengar jawaban Kavita, tapi dia tetap berfikir positif sebelum mengambil kesimpulan, tapi setelah memperhatikan raut muka penuh kelemahan pada Kavita dia mulai berfikir positif pada Kavita.


"Tentu saja saya tidak Akan menyesalinya"

__ADS_1


"Kau sangat percaya diri sekali Yasha", tawa Kavita


"Aku berjanji Akan selalu menjadi temanmu, apapun yang terjadi"


"Apapun yang terjadi?"


"ya. apapun yang terjadi" jawab mantap Yasha.


"Kau lucu sekali Yasha, padahal Kita baru bertemu, apa kau sepercaya itu padaku."


"tentu saja, pertama melihatmu, aku yakin kau bukan orang jahat"


"kau begitu yakin sekali, bagaimana jika penilaianmu itu adalah sebalikknya?, apa kau tetap mau jadi temanku?"


Seketika Yasha terkejut pada penuturan Kavita " Jika itu terjadi, maka aku Akan mencari alasanmu melakukan Hal itu, jika kurasa itu masuk akal Akan tindakanmu, maka aku Akan tetap jadi temanmu, jika sebalikknya mungkin aku Akan sedih mengetahuinya" jawabnya Yasha.


"Kau memang dokter yang baik, tapi maaf saat ini aku Ada sedikit urusan, mungkin Kita Akan bertemu lagi" ucap Kavita meninggalkan Yasha ditengah kebingungan.


Kavita yang melihat sekilas Ren Dan Ron yang berjalan keluar lorong, segera mengikutinnya, akhirnya mereka berhenti di kamar Mandi,


Kavita melihat ruang kendali CCTV, Dan masuk ke dalamnya, dengan gerakan cepat, dia memukul tengkuk Dua penjaga, Dan akhirnya pingsan, dia segera mematikan seluruh CCTV di lorong rumah sakit, Dan toilet pria.


Kavita memulai aksinya, seperti kejatuhan durian runtuh, toilet benar-benar sepi, akhirnya keberuntungan berpihak lagi padanya, saat itu Ren keluar lebih dulu, dia sangat terkejut melihat Kavita di depannya.


"Kavita.... kauuu....!!!!" panik Ren,


"Kenapa..??, merindukanku ?"


Ren yang begitu panik melihat Kavita segera berbalik ingin melarikan diri, tapi tangan Kavita lebih cepat, segera dia menancapkan pisau lipatnya ke tengkuk Ren, hingga tewas seketika.

__ADS_1


__ADS_2