Dendam Gadis Cantik Berpakaian Hitam

Dendam Gadis Cantik Berpakaian Hitam
Berakhirnya si kembar


__ADS_3

Ron yang baru keluar dari toilet, begitu terkejut melihat keadaan Ren yang mati mengenaskan di tangan Kavita, Kavita segera mengoleskan darah Ron di Dres hitamnya.


Kavita yang melihat keterkejutan Ron tersenyum Dan melempar pisau lipatnya, yang dirasa meleset Dan menacap ke Mata kiri Ron, ron yang begitu kesakitan karena matanya tertancap pisau lipat segera melarikan diri dari Kavita.


"Mau lari kemana kau BAJINGAN kecil, apa kau melupakan Karina, adik kakak yang kau perkosa secara brutal, bukankah kau sangat menikamatinya..?"


Ron yang berlari tertatih-tatih sambil menahan kesakitan , dia begitu ketakutan melihat Kavita yang saat ini begitu menyeramkan, dipenuhi aura membunuh.


Dor....


kaki Ron tertembak oleh Kavita, Kavita begitu sumringah melihat keadaan Ron yang menyeret-nyeret badannya karena tidak mampu berjalan lagi,


Dengan cepat, Kavita segera menghampiri Ron Dan mengambil pisau yang menancap di Mata kirinya, Dan menancapkan lagi di Mata kanannya.


Aarggghhhh.......


"hahaha, bagaimana rasanya , menyenangkan bukan, melihat orang lain menderita?" ucap Kavita.


"Kumohon maafkan aku kakak, aku bersalah maafkan aku....," ucap pilu Ron .


"Aku memaafkanmu, tapi sayangnya kau juga harus membayar Mahal atas semua yang kau lakukan", ucap Kavita tersenyum sinis.


Dengan sigap, Kavita mencabut pisau di Mata kanan Ron Dan menggunakan pisau itu untuk merobek perut Ron, Dan segera mengambil jantungnya, Dan melemparnya ke sembarang arah, Dan mengambil beberapa Darahnya Dan menyiramkannya ke Dres hitamnya.


Dari kejauhan seorang pria tampan berkedudukan tinggi bersama satu anak buahnya melihat kejadian mengerikan itu, Kavita yang menyadari itu segera melarikan diri.


"Hey tunggu, berhenti ......" ucap Mark.


" Kalian kejar dia....",


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, salah satu anak buah Mark menembak bahu kiri Kavita, tapi karena Kavita berusaha tidak merasakan sakitnya, Dan diapun berhasil lolos, Dan bersembunyi di salah satu ruangan rumah sakit.


Tiba-tiba seseorang menepuk punggung Kavita, dengan sigap Kavita mengarahkan pisau itu ke leher orang itu, tanpa melihat wajahnya.

__ADS_1


"Berteriaklah maka kau Akan mati"


"Kavita, tenanglah ini aku...."


Kavita yang seperti mengenal suara itu perlahan mengangkat wajahnya Dan terkejut karena itu benar-benar suara dari Yasha.


"Yasha... kauu..."


"Iya Kavita ini aku..."


karena sakit yang Tak tertahan lagi, akhirnya Kavita pingsan, Yasha segera memegang tubuh Kavita Dan memeluknya.


Tok....Tok....Tok...


Yasha yang mendengar ketukan pintu, segera menyembunyikan Kavita ke ruangan rahasia miliknya, Dan menanggalkan jas dokternya yang berlumuran darah di ruangan tempat Kavita disembunyikan.


karena dirasa sudah cukup Aman, Yasha segera menghampiri pintu Dan melihat Dua orang polisi di depan ruangannya.


"selamat malam tuan-tuan, apa Ada yang bisa saya Bantu?" Tanya Yasha sopan.


"Anda sangat lucu sekali tuan-tuan, apa anda mencurigai saya sebagai seorang pembunuh?"


"Sama sekali tidak dokter, kami hanya ingin memeriksa ruangan anda dokter"


"Oh, maksud Kalian, dengan sengaja saya menyembunyikan seorang pembunuh di ruangan saya, padahal Kalian tahu, bahwa saya adalah pemilik rumah sakit ini, apa Kalian berfikir, saya yang seorang dokter sekaligus pemilik rumah sakit ini, ingin menghancurkan bisnis keluarga saya dengan memelihara seorang pembunuh di sini, apa Kalian berfikir saya segila itu?" sinis Yasha, dokter idaman yang biasanya ramah Dan digilai karena selalu tersenyum ramah, Kali ini menunjukan ekspresi datar Dan dinginnya.


"Oh maaf dokter, sekali lagi maafkan kelancangan kami, kami percaya pada dokter, kami undur diri dulu." kata mereka beranjak pergi.


Hans yang melihat kepergian mereka segera menutup Dan mengunci pintu, dia segera menuju ke ruang rahasia, tempat Kavita terbaring, dia segera melakukan operasi kecil, karena dia sendiri adalah satu-satunya dokter yang bisa menolong Kavita saat ini,


setelah pelurunya berhasil keluar, dia segera mengobati Luka pada bahu kiri Kavita, dia mengompres, sesekali dia mendengar Kavita mengigau, suaranya terdengar begitu pilu Dan menyedihkan.


"Mama, Papa, kak Daniel, Karina , liem, tunggu aku, biarkan aku membalas perbuatan biadap Kalian pada mereka terlebih dulu, maka aku Akan pergi dengan tenang ke tempat Kalian....tunggu aku...., kumohon....!!!"

__ADS_1


Yasha begitu terkejut mendengar Kavita yang mengigau, sesekali Kavita meneteskan air matanya, dia terdengar begitu pilu, disela-sela tangisannya.


"Sebenarnya apa saja yang kau lewati selama ini Kavita, kenapa hatiku begitu sakit mendengar kata-katamu, aku begitu ingin menyembuhkan luka-lukamu, tapi jika luka-lukamu terlalu dalam, apakah aku bisa menyembuhkannya?.


nih beberapa visual pemain dendam gadis cantik Berpakaian Hitam


Kavita Helena dari tahun ke tahun






Mark Abraham



Yasha Linchon



Kalla Yesha



Kenya Hudson



Marcopollo

__ADS_1



__ADS_2