
***
Suatu hari setelah selesai ujian tengah semester semua mahasiswa diliburkan oleh pihak kampus. Reynhard dan kawan-kawannya berencana untuk mengisi waktu liburan dengan berpetualang camping di salah satu hutan daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali Reynhard mengajak Adam Lorenzo de Cuvlens, atau akrab disapa Adam. Reynhard mencoba untuk menambah orang lain selain Adam dengan meminta saran dari Adam.
"Hei Adam, apakah besok kau ada acara?" tanya Reynhard.
"Sepertinya tidak. Apa kau ingin mengajakku memakan burger di toko spongebob lagi?" ejek Adam.
"Tidak, kita bisa berkemah di hutan California selama seminggu. Bagaimana menurutmu?"
"Sepertinya menarik. Bagaimana kalau kita ajak Steven, Ryno, dan Edward. Mereka kebetulan punya hobi berpetualang."
"Idemu bagus juga. Ayo kita temui mereka bertiga."
Reynhard dan Adam yang saat itu masih berada di kampus mencoba mendatangi Steven terlebih dahulu. Kebetulan Steven sedang bersantai di kelas memainkan game. Reynhard dan Adam kemudian menemui Steven.
"Hai, Steveeen ...!!!" seru Reynhard.
"What's up, bro?! Tumben kalian kemari," ujar Reynhard.
"Dosen meliburkan semua mahasiswa selama dua minggu berturut-turut. Aku ingin mengajakmu berkemah di hutan California. Bagaimana menurutmu?" ajak Adam.
"Tidak masalah. Aku bisa lebih banyak memakan daging rusa hutan! Tapi tunggu dulu! Bolehkah aku mengajak Jack?" sahut Steven.
"Tentu saja, Kawan!"
***
Kemudian Reynhard dan Adam menemui Ryno. Ryno sedang bercumbu dengan pacarnya. Tanpa basa-basi Reynhard dan Adam menghampiri Ryno.
"Hai Ryno...!" panggil Reynhard.
"Hooaammz .. kalian menggangguku berpacaran saja. Ada apa kawan?" sahut Ryno.
"Besok libur kuliah. Semua mahasiswa libur. Daripada jenuh di rumah, kita besok mau mengadakan kemah di hutan California. Kau mau ikut?" ajak Reynhard.
"Kapan rencananya?" tanya Ryno.
"Besok kita berangkat. Aku, Adam, dan Steven sudah sepakat untuk pergi berkemah di sana,"
"Yiiihaaa .. aku suka kalian. Kalian memang ******** terbaik yang pernah ada. Baiklah! ... Uppss tunggu dulu! Boleh aku mengajak pacarku?"
"No!" teriak Reynhard dan Adam.
"Oh, ****! Okelah kalau begitu. Tapi bolehkah aku mengajak sahabatku, Morgan? Aku dan dia sudah seperti Spongebob dan Patrick!"
"Tentu saja! Semakin banyak akan semakin seru, Kawan!"
__ADS_1
***
Kemudian Reynhard dan Adam pergi menemui Edward. Saat ditemui, Edward sedang duduk di bahwa pohon memainkan gitar untuk membuat sebuah lagu. Edward adalah seorang yang puitis juga tampan. Banyak sekali wanita yang Edward pacari. Di kampus, Edward dikenal sebagai playboy kelas Kakap.
"Hai ... Edwaaaaard!" teriak Adam.
"Naaaa ... Naaa ..naaaa ....! Woi! Bisakah kalian tidak mengacaukan puisi cinta dalam hatiku?!" sahut Edward.
"Besok, kami akan mengadakan acara berkemah, kau bisa dapat lebih banyak inspirasi di sana. Bagaimana menurutmu?" ajak Adam.
"Hmm ... Tunggu sebentar ...! ... Sepertinya itu bukan ide buruk ... Aku bisa membuat lagu-lagu indah untuk membuat para wanita jatuh cinta kepadaku. Hahaha!" sahut Edward.
"Huuufftt! Kau memang tidak pernah berubah," kata Adam.
***
Keesokan harinya, Reynhard menghubungi semua teman-teman yang berpartisipasi dalam acara kemah liburan dan meminta semua yang ikut agar mempersiapkan diri. Sementara Reynhard mempersiapkan kondisi mobil baik-baik saja, Adam datang membantu Reynhard menyusun tas dalam mobil.
Semua yang ikut sudah hadir semua, totalnya ada 7 orang yaitu, Reynhard Valentino(Rey), Steven Fernando Andromeda(Steven), Jack Tompson(Jack), Ryno Hurricane(Ryno), Edward Whitefield(Edward), Morgan Trevor(Morgan), dan terakhir Adam Lorenzo de Cuvlens(Adam).
"Semua sudah siap untuk berangkat? Sudah mempersiapkannya?" tanya Rey.
"Sudah!!!" jawab semua peserta.
Semua yang hadir sudah merapikan tas dan mengambil posisi duduknya masing-masing.
Semua yang berpartisipasi pun melangsungkan perjalanan ke hutan California dengan bekal untuk bertahan selama seminggu berturut-turut. Selama 3 jam lamanya perjalanan, Reynhard dan teman-teman mencoba singgah di sebuah toko hamburger untuk menyantap makan siang.
Tiba-tiba ada salah seorang warga misterius bernama Andreas Riise datang bergabung dengan Reynhard dan teman-temannya yang sedang makan hamburger.
"Apa kalian ingin ke hutan itu?" tanya Andreas.
"Tentu saja. Kami akan menghabiskan waktu bersenang-senang di sana! Hahaha!" seru Steven dan semua yang ada di situ bersorak gembira.
"Kalian yakin bisa bersenang-senang di sana?"
"Memangnya apa masalahnya, pak Tua?" tanya Jack.
"Kalian akan melihat bencana di depan mata kepala kalian sendiri. Jadi aku sarankan kalian tidak memasuki hutan itu. Itu adalah hutan terlarang," ketus Andreas.
"Ya, tapi kami sudah jauh-jauh dari rumah. Kami sudah singgahi banyak hutan dan tak pernah ada masalah. Benar 'kan, Kawan?!" ujar Adam.
Andreas yang mendengar jawaban dari anak-anak muda tersebut pergi meninggalkan dan sudah memberi peringatan pada mereka. Tidak jauh selisih beberapa meter dari toko hamburger itu, Andreas menghilang tanpa jejak. Reynhard yang melihat Andreas menghilang seorang diri terkejut.
"Hei, kawan-kawan! Bagaimana kalau yang dikatakan dia benar?" tanya Reynhard.
"Aku rasa dia bergurau," ejek Steven.
__ADS_1
"Hahahahahaha ......!!!!" Semua yang ada di situ tertawa.
Reynhard dan kawan-kawan sudah selesai makan dan melanjutkan perjalanan ke dalam hutan terlarang itu tanpa mengindahkan sedikit pun nasihat dari Andreas.
Hanya butuh waktu setengah jam, mereka sudah sampai di tengah hutan california dan bersorak-sorai bercanda ria di sana.
Reynhard yang melihat orang tua asing yang tiba-tiba menghilang di depan mata kepalanya sendiri masih terngiang dengan ucapannya. Merasa cemas tapi sudah terlanjur memasuki hutan. Sementara yang lain menurunkan barang bawaannya dan sebagian ada yang mencari kayu bakar, Adam menghampiri Reynhard yang sedang melamun memikirkan sesuatu hal.
"Hei, Rey! Kenapa melamun? Ayolah kita mulai dirikan tenda!" seru Adam menepuk pundak Reynhard.
"Aku kepikiran dengan orang asing tadi. Siapa dia? Dan kenapa dia tiba-tiba bisa menghilang? Seperti manusia setengah setan," jelas Reynhard.
"Apa?! Dia menghilang?" heran Adam.
"Iya. Apa tadi kamu tidak melihat dia pergi begitu cepat? Untuk ukuran kita manusia biasa, paling tidak membutuhkan waktu beberapa menit agar tidak terlihat, 'kan?" jelas Reynhard.
Adam pun mulai menyadari ada sesuatu yang ganjil dan kebenaran perkataan kakek tua asing tadi.
"Sudahlah! Lupakan saja! Kita sudah terlanjur masuk ke hutan ini. Aku yakin semua akan baik-baik saja. Jadi, tidak perlu khawatir. Kita harus selalu bersama untuk saling melindungi," tutur Adam menyemangati Reynhard.
"Tapi kalau perkataan orang tadi benar, bagaimana?" cemas Reynhard.
"Aku mengerti perasaanmu. Tapi lihatlah! Jangkauan kita benar-benar sudah jauh dari keramaian. Sedangkan mereka sedang bersenang-senang melihat pemandangan hutan ini. Kalau pun kita kembali lagi, kita pasti akan membuat mereka kecewa. Kau sendiri yang mengajak kita semua ke sini, 'kan?" tutur Adam.
"Mungkin kamu juga benar. Ya sudah, ayo kita dirikan tenda!" ajak Reynhard.
"Nah gitu dong. Aku ke mobil dulu untuk menurunkan kebutuhan kemah ya!" seru Reynhard beranjak dari tempatnya.
Reynhard pergi menuju mobil dan lekas menurunkan barang-barang bawaan mereka. Ryno dan Morgan sedang asyik bercanda, Steven sedang asyik berfoto selfie, dan Jack dan Edward sedang mencari kayu bakar.
Ketika Reynhard hendak menghampiri Adam untuk membantunya, tiba-tiba Andreas muncul di belakangnya.
"Setelah kalian masuk ke hutan ini, jangan harap kalian bisa keluar dengan selamat!" cecar Andreas menatap Reynhard dengan tatapan berjubah hitam dengan mata menyala putih.
"Siapa kamu?!" sontak Reynhard yang kaget dengan kemunculan Andreas.
"Kamu tidak perlu tau siapa aku. Aku sudah memperingatkanmu agar tidak memasuki hutan ini, tapi kalian tidak menggubrisnya. Hanya tinggal menunggu waktu. Tepat jam 12 malam ini, dia akan datang?" jelas Andreas.
"Di-di-dia? Siapa dia?!" Reynhard terlihat ketakutan.
"Nanti kamu akan menemukan jawabannya. Ini adalah pesanku. Seandainya kalian dalam keadaan genting, kalian semua jangan berpencar dan pergilah ke sebuah rumah yang dalamnya memiliki interior layaknya labirin. Kamu akan menemukan jawabannya sendiri di sana. Ingat! Ketika dia muncul, lemparkan gulungan kecil ini ke badannya, maka ia akan kepanasan dan pergi meninggalkanmu. Ambillah!" tutur Andreas melempar sebuah gulungan kecil kepada Reynhard.
Reynhard kemudian mengambil gulungan itu dan memasukkan gulungan itu ke kantong jaketnya. Dalam sekejap mata, ketika Reynhard melihat ke arah tempat Andreas, ia pun menghilang.
Reynhard yang mengalami kejadian tersebut sontak mengalami syok lalu menghampiri Adam dengan wajah biasa saja agar Adam tidak curiga melihat Reynhard.
Next Episode : Api Unggun Pengundang Setan (Seri 1 - Episode 2)
__ADS_1