Dendam Kesumat Slenderman

Dendam Kesumat Slenderman
Sungai Hantu : Kematian Steven (1/5)


__ADS_3

***


Reynhard dan Adam telah tiba di lokasi Rumah Labirynth itu berada. Mereka mencoba melihat-lihat keadaan sekitar. Ternyata rumahnya sangat luas dan memiliki ornamen unik bergaya kerajaan Yunani Kuno.


"Rey, kenapa kita tidak mencoba masuk langsung?"


"Aku ingin memastikan kita dalam keadaan aman untuk masuk."


"Aku penasaran seperti apa rumah labirynth yang disebutkan oleh tembok coretan tadi."


"Adam, tidakkah kau merasa aneh dengan rumah ini?"


"Apa yang aneh? Menurutku biasa saja."


"Rumah ini terlihat mencekam, apa kau yakin ingin masuk ke rumah ini?"


"Sedikit banyaknya aku yakin. Apa yang harus ditakutkan. Mungkin ini maksud Andreas memindah tempatkan kita, supaya kita menemukan petunjuk demi petunjuk. Kau tidak lupa dengan yang Andreas katakan, 'kan?"


"Ya, kau benar, Adam. Aku lupa kalau Andreas memang meminta kita ke Rumah Labirynth, rumah yang memiliki banyak sekali ruangan dan lorong."


"Rey! Kau masih memegang gulungan itu?"


"Tentu saja. Tunggu apa lagi? Ayo kita masuk!" seru Reynhard.


Reynhard dan Adam membuka pintu masuk utama Rumah Labirynth itu.


"Ngiiiiik ..." suara pintu itu terbuka.


"Persis seperti yang dikatakan Andreas, kita baru melewati pintu gerbangnya saja sudah terlihat banyak sekali lorong dan ruangan." Reynhard menyorotkan lampu senter ke sembarang arah.


"Di sini gelap sekali. Hampir tak ada sedikit pun cahaya."


***


[Dream, On]


"Kill all of your friends, i will let you out from here! You can get your freedom and will have my strength for immortal life. You can kill your nearest friend first, hahahaha," ucap Slenderman.


(Bunuhlah semua teman-temanmu, aku akan membiarkanmu keluar dari sini. Kau bisa mendapatkan kebebasan dan akan memiliki kekuatanku untuk hidup kekal. Kau bisa membunuh teman terdekatmu dulu.")


"Kau bercanda? Mana mungkin aku membunuh sahabatku sendiri?"


"You only have two choice. You and all your friend want to be killed by me, or only you who will safe? I give you only two choice. Come on, pick my hand and become my right hand!"


(Kau hanya memiliki dua pilihan. Kau dan semua sahabatmu ingin terbunuh olehku, atau hanya kau yang akan selamat? Aku memberimu hanya dua pilihan. Ayolah, raih tanganku dan jadilah tangan kananku!")


"Oh, ****! Ini terlalu berat! Kenapa harus Steven? Kenapa tidak yang lain dulu?!" keluh Jack.


"I need six sacrifices for my immortal life and strength in this world. If you give me those sacrifices, i will give you my strength, and you won't lose by everyone. How about my offer?"


(Aku membutuhkan enak tumbal untuk hidup abadi dan kekuatan di dunia ini. Jika kau memberiku tumbal itu, aku akan memberimu kekuatan, dan kau tak akan terkalahkan oleh siapa pun. Bagaimana dengan tawaranku?")


[Dream, Off]


Jack terbangun dari tidurnya setelah bermimpi bertemu dengan Slenderman yang menawarkan hidup dan kekuatan untuknya. Jack pun melamun hingga beberapa menit lamanya


Di sisi lain, Steven yang berada di sebelahnya masih dalam keadaan tertidur karena saking lelah dan sakit di sekujur tubuhnya. Insiden itu membuat Steven ketakutan setengah mati dan berpikir berkali-kali untuk keluar dari rumah gubuk itu.


"Emmmhhh ... Ternyata hari sudah siang ya?" ucap Steven beranjak duduk dari tidurnya.


"Hei, Jack! Kenapa kau tidak membangunkanku?"


"Tidak hingga aku ..."


"Aku apa?"


Hampir saja Jack keceplosan dengan ucapannya tentang ingin membunuh semua teman-teman termasuk dirinya. Lalu Jack pun mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Reynhard dan Adam yang hanya memiliki gulungan itu, sedangkan kita di sini tergeletak tanpa senjata. Dia curang!"


Steven terdiam mendengar keluhan Jack tentang Reynhard.


"Steven, kenapa kau diam?"


"Sumpah! Aku ketakutan setengah mati dengan kekuatan sosok hantu itu. Apakah aku akan mati di sini? Aku menyesal tidak mengikuti nasihat dari Rey. Seandainya ..."


"Seandainya apa?" heran Jack.


"Seandainya Rey di hadapanku, aku ingin meminta maaf padanya."


"Tak perlu kau sesali semua yang telah terjadi. Sekarang si br*ngs*k itu pasti sedang enak-enakan tidur dalam keadaan aman bersama dengan Adam."


"Aku tidak berpikir demikian."


...


"Steven! Bagaimana jika hari ini adalah hari terakhirmu hidup?"


"Apa maksudmu?"


"Aku hanya bertanya saja."


"Tidak ada yang harus aku lakukan dan ucapkan. Aku ingin sekali menghisap sebatang rokok meski pun sekarat."


"Kita tidak sedang bergurau, 'kan?"


"Tidak!"


"Kalau begitu, aku yang akan membunuhmu."


"Apa? Apa yang barusan kau katakan?"


"Aku akan membunuhmu agar aku bisa selamat."


"Aku tidak sedang bercanda!" sentak Jack.


Jack mendaratkan pukulan ke arah wajah Steven. Namun Steven dengan sigap menepis dan menghindari serangan Jack.


"Jack! Apa-apaan ini? Iblis apa yang merasukimu untuk menghabisi nyawaku?"


"Kau akan tahu jawabannya ketika kau sekarat!"


"Braaak ... Dukk ... Bbbrrrsshhh ... !" suara perkelahian antara Steven dan Jack di dalam rumah gubuk itu.


Kala itu, Steven masih dalam keadaan sakit dan memaksakan diri untuk terus berontak menghadapi perlawanan Jack yang brutal. Jack mencoba memukul, menendang, dan melemparkan segala benda yang bisa ia angkat ke arah Steven.


"Jack! Hentikan!"


"Bicaralah terus hingga ajal menemuimu. Karena hari ini, nyawamu ada di tanganku."


"Tidak, Jack! Hentikan semua ini! Yakinlah kita semua bisa selamat dari semua ini. Kita akan keluar dari hutan ini bersama-sama!" seru Steven sembari menghindari lemparan batu dari Jack.


"Aku tidak tertarik dengan ocehanmu!"


Untuk menghindari semua serangan Jack, Steven berlari ke arah Sungai Hantu. Jack tanpa henti terus menyerang dengan melempar benda-benda di sekitarnya ke arah Steven hingga Steven babak belur.


Akhirnya, Steven hanya bisa berlari dan terus berlari. Mencoba menghindari, namun serangan terakhir Jack kepada Steven membuat kepala Steven bocor dan mengalami pendarahan hebat. Darah yang menetes di tiap langkahnya membuat Steven semakin melemah, dan hampir kehilangan keseimbangan untuk berjalan.


"Mau lari ke mana pun aku akan tetap membunuhmu, Steven."


"Jack! Aku mohon, cobalah ingat! Bukankah kita ini sahabat dekat? Kenapa kau jadi seperti ini?"


"Itu dulu, tapi tidak dengan sekarang!" Jack melempar batu ke arah kaki Stevem namun meleset.


Dengan keadaan berdarah-darah, Steven mencoba menceburkan dirinya ke Sungai Hantu. Ternyata Jack pun ikut menceburkan diri ke sungai hantu itu hanya demi membunuh Steven.

__ADS_1


"Bluurrrpp ..." Steven mencoba menyelam dalam Sungai Hantu untuk menyebrang dan menghindari serangan Jack.


Namun, Jack tetap pantang menyerah untuk membunuh Steven. Segala cara dilakukan untuk membunuh Steven. Jack ikut menyelam dan mengejar Steven semakin cepat.


"Jack! Aku mohon hentikan!" lirih Steven.


"Tidak ada kata berhenti sampai kau mati di tanganku."


Steven menyelam dan berhasil sampai di sebrang pinggiran Sungai Hantu. Terpaksa Steven harus menahan lelah, lalu kemudia berlari selagi Jack masih berada di aliran air Sungai Hantu.


Setelah dirasa aman dari penglihatan Jack, Steven mencoba bersembunyi di balik semak-semak dedaunan yang sangat lebat. Ia menutupi seluruh bagian tubuhnya dengan dedaunan hijau dan hanya menyisakan sebuah lubang untuk bisa melihat.


Alhasil, Steven berhasil melarikan diri dari jangkauan Jack.


"Steveeeen! Dimana engkau? Jangan harap bisa melarikan diri dariku. Aku tidak akan membiarkanmu lolos dari cengkramanku.


"Steveeeen! Keluar kau! Aku tau kau belum jauh dari sini! Aku juga tau kau sedang bersembunyi tak jauh dari sini! Keluar kau, Steven!"


Steven mendengar teriakan Jack yang memanggilnya dengan napas terengal-engal hingga dilanda ketakutan yang luar biasa hebat. Karena tidak biasanya Steven ketakutan sampai jantungnya berdegup kencang.


Jack masih mencari-cari Steven sembari memegang pisau yang selalu dia bawa di pinggang kirinya. Memotong tiap semak-semak di sekitarnya.


"Sial! Aku terjebak! Apa yang harus aku lakukan! Dengan keadaanku yang seperti ini, aku tidak bisa melayani pertarungan dengannya," keluh Steven dalam hatinya.


"Steeeveeeen .... Kemarilaaaah! Kematian datang menghampirimu hari ini, hahahaha!" ejek Jack sembari menebas tiap-tiap semak belukar yang ditemuinya.


"Oh, tidak! Dia semakin mendekat! Ini gawat!"


"Sepertinya dia memang sudah pergi jauh dari sini. Sial! Aku kehilangan jejak. Kalau dia sampai lolos, aku bisa masuk penjara, bahkan jika semua teman-teman tahu kalau aku ingin membunuh Steven, mereka pasti akan mencari dan menghabisi nyawaku di tempat seperti ini. Aku harus menemukan dia bagaimana pun caranya."


Jack semakin melewati posisi Steven bersembunyi. Melihat Jack menjauh dari balik semak-semak, Steven merasa sedikit lega. Namun baru saja beberapa meter berjalan, tiba-tiba Steven secara tidak sengaja menginjak ranting pohon.


"Krek ...!" suara ranting terinjak oleh kaki Steven.


Jack yang mendengar injakan kaki itu, langsung menghampiri dari mana suara itu berasal. Jack semakin mendekat, namun tak dilihatnya seorang pun atau tanda-tanda dari Steven.


"Steeeeeveeeen ... Ayolah jangan bermain petak umpat denganku. Kemarilah untuk menjemput kematianmu. Hahaha," ejek Jack dengan nada bicara santai berwajah jahat.


***


"Kalau begini terus, aku benar-benar akan mati di tangan Jack. Apa yang harus aku lakukan?" ujar Steven dalam hatinya sambil berpikir sesuatu.


Kemudian Steven mencoba mengambil ranting kayu untuk memukul Jack dari belakang. Jack yang melewati sedikit dari posisi Steven langsung dipukul oleh Steven dengan ranting pohon yang dipegang Steven.


"Bukk !" ayunan ranting yang dipegang Steven berhasil mengenai bagian belakang kepala Jack.


"Aaaah ...!" teriak Jack.


Namun, Steven salah besar menganggap dirinya sudah menang. Steven lupa bahwa Jack tidak mudah tumbang hanya dengan serangan kecil seperti itu.


"Sleeb! ... Sleeb!" ayunan pisau Jack mengenai perut Steven dua kali.


"Ternyata kau di sini. Dasar tikus kecil!" ejek Jack.


Steven mengalami pendarahan hebat akibat tikaman tersebut. Akhirnya Steven tumbang di hadapan Jack yang tersenyum jahat nan puas.


"Ada kalimat terakhir?" tanya Jack dengan senyum sinis.


"Jack! Suatu saat, perlakuanmu ini akan terbalaskan oleh orang lain. Kau dengan tega membunuh sahabat yang sejak kecil bersamamu baik suka mau pun duka," ucap Steven dengan napas terengal-engal yang sedang mengalami pendarahan hebat.


Mendengar penuturan itu, Jack memalingkan wajah dari tatapan tajam Steven.


"Ingatlah ini, Jack! Suatu saat nanti, kau akan mati dengan cara yang tragis sama seperti halnya aku."


Akhirnya Steven mengembuskan napas terakhirnya di hadapan Jack. Tanpa terlihat oleh Steven, Jack pun menangis karena ia terpaksa membunuh Steven dengan cara yang tragis demi terjamin keselamatannya dari kekejaman Slenderman itu.


Kemudian Jack meninggalkan jasad Steven yang sudah tak bernyawa di tempatnya untuk melanjutkan membunuh teman-teman yang lain. Karena Jack sangat percaya dengan ucapan Slenderman itu.

__ADS_1


Untuk menghilangkan jejak pembunuhan Steven, Jack menceburkan diri untuk membersihkan badan, dan pisau dari bercak darah Steven yang menempel di bajunya. Hingga selesai membersihkan diri, Jack memulai perjalanan untuk menemukan teman-teman lain yang masih hidup di hutan itu.


__ADS_2