
Pada usia Luci menginjak 10 tahun, Anggi datang kehidupan nya yang harmonis tapi nyatanya hanya kesemuan belaka. andai Luci semua itu, entah apa yang akan dia lakukan.
Di pagi hari yang paling indah bagi Luci, ya karena hari ini adalah tepat hari ulang tahun nya.Dia bergegas bangun dari tidurnya.
"Selamat pagi dunia..." ucap luci dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ahhhhh lebih baik aku bersiap kemudian menunggu kejutan dari mama dan papa "Ucap riang Luci.
"Aku tidak sabar apa yang akan di berikan oleh mama papa padaku hihi " sambung Luci kembali.
selesai bersiap Luci turun dari lantai 2 kamarnya ke lantai dasar. Di sana dia melihat ada anak kecil perempuan yang terlihat lebih tua darinya.
" Selamat pagi mama, papa "ucap luci gembira.
" Cihhhhhhh " ucap nyonya Angga dalam hati.
" Pagi sayankkkk " ucap mereka serempak.
" Pahhh siapa kakak kecil itu ??" tanya Luci heran.
" dia adalah kakak baru mu synk,, cantik bukan " ucap tuan angga.
"Kakak ?" tanya Luci singkat.
" Iya sayank dia adalah kakak angkatmu mulai sekarang ,jadi papa dan mama berharap kalian bisa hidup rukun ya nak " ucap sang ayah lagi.
Luci tidak menjawab, dia hanya membalasnya dengan senyuman tipis. Pagi itu pun berjalan harmonis, mereka sarapan dengan tenang tanpa adanya suara tentunya selain suara garpu dan sendok. Luci pun berusaha menerima kehadiran anggi yang saat itu berusia 15 tahun.
Selesai sarapan Luci terasa amat sedih ,karena di hari paling spesialnya di lupakan oleh orang tuanya. orang tuanya lebih memilih menghabiskan waktunya seharian untuk menemani sang kakak angkat, bahkan mereka sama sekali tidak memikirkan perasaan Luci saat itu.
" kenapa mama papa melupakan hari spesial ku ??" ucap luci sambil menitikkan air mata.
__ADS_1
" sayank,, mama dan papa sangat senang sekali dengan kehadiran putri cantik mama ini " ucap nyonya Angga dengan gemas.
"Anggi sayank ibuuuu " ucap manja Anggi.
melihat itu hati Luci semakin sakit,, entah kenapa tiba² nafasnya seakan terhenti ketika melihat interaksi antara papa ,mama, dan kakak angkat barunya.
" mereka kenapa tidak mengajak ku ?" tanya Luci pada dirinya sendiri.
air matanya pun semakin deras mengalir, tentu amat sakit pastinya ketika hari spesial kita di lupakan orang terdekat kita apalagi orang tua.
Luci pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya dengan air mata yang semakin deras.
***************
8 TAHUN KEMUDIAN
Anggi semakin terobsesi dengan kehidupan mewahnya. sementara Luci dia amat tersiksa selama bertahun -tahun ini. dia sering menangis terisak sendiri di kamar nya akibat perilaku Anggi yang sangat keterlaluan. ya Anggi mulai memperlihatkan sikap arogannya saat Luci berumur 11 tahun. Anggi selalu berkata kasar ketika tidak ada nyonya dan tuan Angga.
seperti saat ini Luci yang berumur 18tahun sedang mendengarkan cacian sang kakak angkat di tangga rumahnya.
" hehhh anak sialannn, buatkan aku makanan ,minuman dan siapkan barang² ku ,,aku mau keluarr " ucap Anggi kasar.
" lakukan saja sendiri " ucap luci santai.
"Berani kauuuu membantahku hahhh !!!"
" Iya " jawab Luci singkat.
saat itu pula Anggi mendapat sebuah ide dengan menjatuhkan dirinya dari atas tangga, kemudian dia akan menuduh lucilah yang mendorongnya. dia tau itu sangat beresiko, tapi memang Anggi adalah tipe orang yang akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan siapa saja yang ia tandai sebagai penghalang.
" Ahhhhhhhhhhh " teriak Anggi dengan menjatuhkan dirinya.
__ADS_1
Luci yang melihat itu hanya tersenyum paham.
Nyonya Angga yang melihat itu langsung berlari kearah Anggi yang sudah berlumuran darah.
" sayankkkk... Anggi ...kau kenapa synkkkkk " ucap nyonya Angga histeris.
dia pun langsung memanggil securiti untuk membawa Anggi ke rumah sakit. dalam perjalanan nyonya Angga berusaha menghubungi tuan Angga ,dalam deringan ke 3 ponsel pun di angkattt
" sayankkkkk... ang..Anggi !!! " ucap istrinya dengan terisak.
" kenapa Anggi ma ??? "
" Ang....Anggi masuk rumah sakit pahhh,, di...dia jatuh dari tangga..Dann...sekarang di.dia tidak sadarkan diri dengan tubuh berlumuran darah p..pahhh "
" Apaaaaaa !!!"
telfon Mun di matikan, waktu berlalu akhirnya Anggipun terselamatkan, saat itu pula Anggi melukai dramanya lagi,, dan saat itu pula Luci sebagai orang yang di salahkan dengan tubuh gemetar dan jantung seakan berhenti berdetak mendengarkan setiappp kata² yang amat sangat pedih hinggap di telinga dan hatinya.
" Ken....kenapa papa per..percaya dengan orang asing itu pahhh " ucap luci lirihhh
"Siapa yang kau panggi orang asing hahhhh " bentak sang papa
"Pa..papa mem..mebntakku ??"
" ya sekarang apa maumu anak br*Ngsek ??" bentak sang papa keras.
saat itu pula hati Luci seperti mati rasa,, air matanya pun berhenti mengalir, bagaimana bisa orang tua yang sangat kita sayangi membentak dan mencaci anak gadisnya yang masih sangat kecil dengan kata² yang amat tidak senonoh.
Luci dengan kejamnya mengeluarkan kata² Tan aura iblis di ruangan rawat Anggi dan berkata.....
LIKE👍, KOMEN😁 AND VOUTE ❤️ YA GUYS
__ADS_1
JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR DI KOLOM KOMENTAR OK👌