Derita istri titipan

Derita istri titipan
Niat jahat Kanza


__ADS_3

Kanza merasa tertantang untuk menaklukan Asih yang terkesan angkuh dan sombong Dimata kanza.


"Awas aja kamu asih!"aku pasti bisa menaklukan hati kamu!" dengus kanza sambil menendang baru kecil didepan nya.


"Mas kanza" kenapa?" ko terlihat kesal begitu.? tanya Rosa anaknya Radit paman dari kanza.


"Mas, kesal sama bidan sombong itu Rosa. setiap melintas di hadapan mas, jangan kan menyapa tersenyum aja nggak pernah!" omel kanza sambil menghisap rokok ditangan nya.


"Masa sih?" padahal selama ini bidan asih orang nya baik dan ramah ko.!bantah Rosa yang ikutan duduk di motor kanza.


Ramah sama yang lain, tapi kalau sama mas sombong nya minta ampun, Awas aja dia akan mas buat tergila gila pada mas!" ucap kanza dengan tampang sombong nya.


"Jangan mas" bidan asih udah punya suami. kalau mas mau cari pacar kan banyak perempuan dari desa ini!" ujar Rosa berusaha menasehati kanza yang keras kepala.


"Kalian, lagi ngomongin apa sih?" tanya Ramon Kakak nya Rosa yang baru datang.


"Ini mas!"mas kanza mau gangu bidan asih. padahal kan bidan Asih udah punya suami.! adu Rosa pada kakak nya.


'Jangan kanza!" dia sudah bersuami, tidak baik merusak rumah tangga orang lain.


Bidan asih bersikap seperti itu pasti ada alasan nya, dia tidak akan sombong pada orang.! kecuali orang itu punya sifat dan tingkah kurang baik dimatanya.


Remon berusaha menyadarkan sepupunya agar tidak berbuat onar terus dikampung mereka dengan mabuk dan main perempuan.


"Apa dia tuhan?" hingga berani memvonis seseorang seperti itu?' tanya kanza dengan wajah memerah menahan kesal juga amarah dihati nya.


"Nggak kanza!" bukan begitu maksud ku.. ujar Ramon berusaha menjelaskan..

__ADS_1


"Alah...! udahlah, malas aku dengar omongan kalian yang terus membelah dia, Aku mau kewarung pinggir jalan, kalian mau ikut nggak?" ajak kanza pada kedua sepupunya.


"Nggak deh kanza, makasih!" jangan merusak diri kamu dengan hal seperti itu kanza, itu tidak baik untuk kesehatan kamu.! tegur Ramon menasehati kanza yang sudah menghidupkan motornya.


Nggak usah ceramah depan gue, urus aja hidup kalian berdua!"bentak kanza yang langsung meninggal kan tempat itu.


"Mas kanza" bener bener sulit dikasih tau ya mas, keras kepala banget.! suka main perempuan lagi, apa nggak takut kena penyakit kelamin nanti?" dumel Rosa yang berjalan menuju rumah nya.


Mau gimana lagi yang penting kita sudah memberitahu kan dia.! jawab Ramon sambil menghela nafas.


Didalam warung kanza asik minum sambil memeluk seorang perempuan yang berpakaian minim.


Kalian minum sampai puas, aku yang akan bayar!" ujar kanza dengan sikap sombong nya.


"Wah..! bos kanza bener bener baik.


Ayo teman teman kita nikmati pesta ini!" kata seorang lelaki setengah baya yang memegang minuman sambil berjoget riang didalam warung yang cukup luas serta dilengkapi kamar untuk menginap bagi pria hidung belang.


"Sial.! kenapa disaat seperti ini bayangan wajah orang itu malah terlintas dipikiran ku!" ujar kanza dalam hati dan langsung meninggalkan perempuan itu setelah meletakan uang di samping perempuan itu.


"Bos kenapa, ko seperti marah gitu?" tanya laki laki yang sedang minum didepan kamar yang dimasuki kanza


"Nggak apa apa!. ini uang untuk kalian membayar semua nya, aku mau pulang dulu!' ujar kanza yang langsung meninggalkan warung itu menuju motor nya.


"Aku bersumpah!. dengan cara apa pun, akan aku buat kamu tunduk di kaki ku Asih. Liat aja Nanti !"ucap kanza dalam hati.


Saat akan berbelok kearah rumah nenek nya. Tanpa sengaja kanza melihat Asih dan suaminya, sambil berboncengan melewati kanza yang menatap kearah asih dan suaminya dengan tatapan penuh kebencian dan sakit hati .

__ADS_1


Sok mesra, sok cantik!" jangan kan menyapa senyum pun tidak!" itu yang dikatakan ramah, mana yang ada angkuh aja!" dumel kanza dalam hati.


Tanpa memperdulikan sapaan pembantu nenek nya.


Kanza langsung memasuki kamar nya dan langsung membaringkan tubuh nya di atas kasur.


Kriiiiiiiiiiiiing...kriiiiiiiiiing...


"Sial..!" siapa sih yang nelfon, gangu aja!" dumel kanza yang langsung mengambil ponsel nya dari dalam saku celana.


" Halo RIs" ada apa!" tanya kanza.


"Kanza" kapan Lo pulang?" kita ngerasa kurang kalau nggak ada Lo!" ujar Aris dari sebrang sana.


" Nggak tau, kapan gue pulang..yang jelas sebelum misi gue berhasil, gue nggak bakalan pulang.. jawab kanza dengan santai nya.


"Emang misi apa an sih?" tanya Aris penasaran.


"Gue" sakit hati sama seorang bidan sombong juga angkuh di desa ini, gue pengen bikin dia tergila gila sama gue.


Habis itu tingal gue rusak, udah gue tinggalin balik kesana!" jawab jawab kanza.


Ngapain Lo capek capek bikin dia gila sama Lo?"nunggu lebaran kuda.


Nggak kan..mending Lo perkosa aja kalau cuma pengen nikmati tubuh nya sesaat..


"Kamu bener juga.! makasih Ris saran nya gue mau istirahat dulu ya, nanti gue telfon lagi!" ujar kanza yang langsung mematikan sambungan telfon nya sepihak.

__ADS_1


Bodohnya aku.! kenapa nggak kepikiran sama sekali ya...padahal udah enam bulan aku tinggal disini, semua seluk beluk desa ini aku tau. Tapi gimana cara nya.


Bidan sialan itu kalau pergi selalu bersama suaminya, kalau nggak langsung di jemput sama keluarga pasien?" pikir kanza sambil menerawang menatap dinding kamarnya.


__ADS_2