
Sejak pagi Rosa asik belajar mengemudi mobil milik Ramon dengan di padu oleh Ramon sendiri..meski sudah berkali kali di ajari Rosa tetap kesulitan mengemudi mobil itu seperti saat ini..
Jangan di tekan gas nya dek, nanti nabrak, santai aja.! ujar Ramon mengingatkan adik nya.
"Iya mas.! ini juga pelan ko!" jawab Rosa yang masih terus bersemangat belajar nyetirnya.
"Rosa" awas!"teriak Ramon saat di persimpangan jalan pertigaan..Mobil yang dikendarai Rosa menabrak seorang ibu ibu yang memikul kayu bakar hingga jatuh ke sisi jalan dengan kondisi luka parah.
"Mas, gimana ini?" tanya Rosa yang ketakutan..
"Kamu" hubungi kanza, mas akan membawa ibu itu kerumah sakit sekarang juga!" ujar Ramon yang segera turun dari mobil dan mengangkat Ibu ibu itu.
"Kamu, pangku kepala ibu ini, biar mas yang nyetir!" perintah Ramon yang juga terlihat ketakutan..
Tiba dirumah sakit, terlihat kanza sudah menunggu didepan Rumah sakit dengan tampang angkuhnya.
Kanza mengikuti Rosa dan Ramon yang membawa ibu itu keruang IGD.
"Kalian, nabrak orang ko sampai separah itu sih?" tanya kanza menatap kearah Ramon .
" Bukan mas Ramon, yang nabrak mas!.tapi Rosa.. ujar Rosa sambil menundukan kepala nya.
"Apa kalian gila? usia Rosa dibawah umur, belum boleh nyetir mobil, bisa dipenjara kalian. gimana kalau Oma tau kalian akan mendapatkan hukuman tau nggak!' omel kanza dengan wajah terlihat kesal.
" Mas" jangan kasih tau Oma ya, Rosa mohon.! Rosa nggak mau di hukum sama Oma..ujar Rosa dengan tubuh gemetaran.
"Iya kanza" tolong sembunyikan hal ini dari Oma, dan tolong pinjam kan saya uang untuk biaya pengobatan korban itu!" ucap Ramon dengan wajah memelas.
Kenapa nggak aku manfaat kan saja mereka, biar aku bisa melakukan rencana ku.! pikir kanza dalam hati
"Oke,; aku akan tutupi ini dari Oma dan aku akan biayai pengobatan korban itu, tapi dengan satu syarat. kalian harus membantuku, apa kalian sanggup?" tanya kanza yang sudah mengeluarkan sifat liciknya .
Apa yang bisa kami bantu?"tanya Ramon dengan tatapan binggung menatap kearah kanza.
"Mudah" bantu aku. ,dengan menculik Asih dan bawa dia ke villa milik ku di ujung desa ini bagai mana?" tanya kanza yang berbisik ditelinga Ramon.
__ADS_1
" Kamu gila kanza.! aku tidak mau mengikuti rencana gila mu itu!"maki Ramon yang langsung mendorong tubuh kanza hingga kanza jatuh terduduk di lantai rumah sakit.
"Ya sudah, jika kalian menolak maka terima saja kenyataan jika sebentar polisi akan menangkap kalian dengan tuduhan pelanggaran lalu lintas, dan aku pastikan Oma akan murka mendengar ulah kalian yang telah mencoreng wajah Oma..selamat menikmati kesakitan" ujar kanza yang berjalan menuju kearah luar.
" Kanza"tunggu teriak Ramon yang berlari mengejar Kanza.
"Apa lagi?" bukan nya kamu menolak membantuku?" tanya kanza dengan tatapan sinis nya.
Baiklah aku akan bantu tapi dengan syarat kamu harus mengaku jika kamu yang menabrak ibu itu, dan kamu yang akan membiayai seluruh pengobatan ibu yang Menjadi korban itu !"ucap Ramon dengan wajah tertunduk menahan kesal juga rasa bersalah.
"Oke" dengan senang hati.
Kalian pulang lah bawa motor ku, mobil mu biar aku yang membawa pulang nanti kamu tenang aja semua akan baik baik saja!"janji kanza dengan senyum puas yang terpatri di bibirnya.
Ramon mendekati Risa sambil membisiki Rosa agar segera pulang kerumah dan membiarkan Kanza yang akan menangani masalah mereka..
"Mas" terima kasih ya!" udah bantuin kita. ujar Rosa dengan senyum yang dipaksakan.
" Sama sama dek" tapi inggat nanti setelah dirumah kalian harus mengikuti instruksi dari ku, awas jika kalian ingkar janji!"ancam Kanza dengan tatapan tajam nya.
"Iya" jawab Ramon dan Rosa dengan wajah lesu nya.
"Terpaksa dek!" mas nggak mau kamu dipenjara, bisa kena usir kita dari rumah sama Oma!" keluh Ramon.
********
Sementara Kanza yang masih tingal dirumah sakit segera menemui ibu ibu yang jadi korban itu dengan tatapan kasihan.
"Nek" maaf!" karena saya tidak sengaja menabrak nenek tadi!"ujar kanza yang langsung duduk didekat ibu tua itu.
"Tidak apa apa nak!"nama nya juga musibah. Nenek hanya merisaukan kedua cucu nenek, mereka pasti belum makan di rumah ujar nenek itu dengan wajah sedihnya.
" Nenek"tenang aja, anak buah saya sedang menjemput cucu nenek, tadi anak buah saya yang mengenali nenek juga udah membelikan mereka makanan!" ucap kanza dengan tatapan iba nya.
"Terima kasih" nak!" ujar nenek itu sambil tersenyum menatap kearah kanza.
"Nek" Saya akan memperbaiki rumah nenek. lni ada sedikit uang untuk keperluan nenek, semua biaya rumah sakit sudah saya bayar!' tapi bisa kah nenek tidak mencerita kan kejadian ini pada orang lain.. pinta kanza menatap kearah nenek itu.
__ADS_1
. "Nenek, juga salah!" jalan melewati arah nak, iya nenek tidak akan menceritakan pada siapa pun kejadian ini, tapi uang ini banyak sekali nak!"..ujar sang nenek dengan mata berkaca kaca.
Tidak apa apa nek ,ambilah.! maafin saya ya nek, saya permisi!" ujar kanza yang langsung mencium tangan nenek itu.
"Iya nak"
Ujar nenek itu yang langsung menyimpan uang pemberian kanza dengan jumlah sepuluh juta.
Kanza Segera pulang menemui Rosa dan Ramon yang sedang duduk di taman belakang rumah dengan wajah ketakutan
"Aku" tidak punya banyak waktu, semua urusan dirumah sakit sudah aku selesaikan. jadi giliran kalian yang memenuhi janji kalian sekarang!" ujar kanza mengingatkan kedua saudara itu.
" Apa" tidak bisa di tunda kanza?" tanya Ramon dengan wajah yang terlihat memucat.
"Tidak" Kalian bawa Asih ke villa sekarang. Aku tunggu di villa, inggat jika kalian tidak berhasil. maka siap siap lah masuk penjara!' ancam Kanza yang segera pergi dengan motornya menuju villa miliknya.
"Mas" alasan apa yang kita berikan untuk membawa bidan asih ke villa, Rosa takut mas.
ujar Rosa yang sudah menangis saat kanza sudah meningalkan tempat itu.
Kata kan saja ada perempuan hamil yang akan melahirkan dari desa sebelah, dan karena sudah tidak tahan dia menumpang di villa itu!" kata Ramon mencari alasan agar Rosa tidak binggung saat mengajak asih nanti.
"Mas" itu bidan Asih nya lagi nyapu di halaman rumah nya, Rosa kesana.
Mas tunggu disini ya?" ujar Rosa yang terlihat gugup mendekati Asih yang asik menyapu halaman rumahnya.
" Asalamualaikum" Kak Asih..!
"Waalaikum salam" Rosa!' ada nih tanya Asih dengan ramah.
Anu..! mbak" ada perempuan yang mau melahirkan dari desa sebelah, tapi karena tidak kuat dia numpang di villa sana.
Apa bisa Kaka kesana sekarang!' biar baik mobil aja kak..ujar Rosa menjelaskan maksud kedatangan nya.
"Baiklah" Kaka akan ganti baju sekalian membawa peralatan nya dulu ya!" ucap Asih yang langsung berlari masuk kedalam rumahnya dengan cepat Asih Menganti pakaian nya dan segera keluar mendekati Risa setelah mengunci pintu rumahnya.
" Mari kak!"ajak Rosa yang langsung membuka pintu mobil untuk Asih.
__ADS_1
Tanpa merasa curiga sedikit pun asih memasuki mobil itu dengan tenang sambil tersenyum menatap kearah Ramon yang sejak tadi sudah terlihat gugup.