Detektif Cantik

Detektif Cantik
01. Prolog


__ADS_3

Perkenalan


------------------------------------------


Brian Ardiansyah adalah seorang Polisi.Tetapi,sayangnya statusnya sebagai polisi tidak dapat menguak kasus terbunuh istrinya 5 Tahun silam.


Setelah kepergian istrinya Brian tinggal di Rumah bersama kedua anaknya yang bernama Rania dan Rio.Karena statusnya sebagai polisi Brian tidak bisa menjaga anaknya sendirian. Ada Agnes yang membantu Brian mengurus dan menjaga kedua anaknya itu.Agnes bukanlah pembantu melainkan dia adalah teman dekat Silvia istri Brian.


Brian memutuskan Agnes untuk membantunya karena kedua anaknya cukup dekat dengan Agnes.


***


Pagi yang cerah matahari mulai menampakan cahayanya. Brian duduk di teras depan sambil membaca koran.Agnes menghampiri Brian dengan membawakan secangkir kopi hitam panas dan sepotong cake keju.


"Ini minum kopi nya !". Agnes sambil menaruh secangkir kopi dan sepotong cake keju di meja.Lalu dia duduk di kursi di samping Brian.


"Terima kasih !" . Brian langsung meminum kopi hitam itu dengan pelan."Rania dan Rio sudah bangun?" .Lanjut Brian santai tanpa memalingkan wajah.


"Rania sudah berangkat sekolah, dan Rio juga sudah berangkat les sepak bola.Mereka berangkat bersama tadi Pak Salman akan mengantarkan dan pasti menjemput mereka pulang,jangan khawatir! Jawab Agnes sabil melihat koran yang di baca Brian tadi."Kamu masih membaca koran 5 Tahun silam? Untuk apa Brian? Ini hanya membuatmu terluka ,sedih bahkan semakin penasaran!" .Cerocos Agnes sambil melempar koran itu ke tempat sampah.


"Hari ini hari ulang tahun silvia yg ke 29 tahun,mengingat akan kejadian 5 tahun lalu dan semua rasa bersalahku.


Benar,apa yang orang-orang bilang terhadapku.Aku Polisi yang tidak berguna,kasus istri sendiripun tidak bisa aku selidiki dengan baik". Jelas Brian panjang lebar dengan menundukan kepala sedih.


"Brian aku tahu perasaan mu pasti terluka,tapi Polisi juga manusia kan.Berhenti untuk menyalahkan diri sendiri Brian!, itu hanya akan membuat mu tidak bisa berfikir jernih.Rania dan Rio masih membutuhkan mu,jangan menyerah! Aku akan membantu mu dan selalu ada di samping mu". Agnes menepuk bahu Brian pelan.


"Sudahlah Agnes kamu juga harus punya masa depan,berhenti untuk berbicara akan selalu di sampingku.Jack selalu berjuang untuk mu,tetapi kenapa kamu berulang kali menolaknya?". Membantah semua perkataan Agnes dan berdiri tegap.


"Karena aku mencintai mu Brian". Jawab Agnes lirih.


Brian pergi meninggalkan Agnes tanpa menghiraukan ucapan Agnes.


Brian setelah Silvia tiadapun kamu tidak memperdulikan perasaanku.Silvia kamu beruntung sekali dapat di cintai lelaki seperti Brian.Aku iri.

__ADS_1


Gumam hati kecil Agnes,tanpa ia sadari air mata sudah menetes di pelupuk matanya.


"Agnes ? Mau ikut? ".Teriak Brian dari dalam mobil.


"Iya,kemana?" . Jawab Agnes terkejut tersadar dari lamunannya.Segera dia mengusap air matanya sambil berjalan menuju pintu mobil,membuka pintu mobil depan dan duduk di kursi di samping Brian.


Brian langsung melajukan kemudi.Tanpa bicara apapun. Perjalanan terasa sangat panjang karena keheningan suasana di dalam mobil dan rasa penasaran Agnes kemana dia akan dibawa pergi.Mobil melaju dengan sangat cepat membuat hati Agnes semakin tegang.


"Brian awas!!!! itu ada wanita yang sedang menyebrang!" .Teriak Agnes panik.


"stttttttt".Suara mobil di rem mendadak.


Membuat jantung semakin dekdekan seperti akan segera meledak.


Brian langsung keluar mobil dan menghampiri wanita yang akan tertabrak barusan.


"Kamu tidak apa-apa?".Tanya Brian sambil membatu wanita itu berdiri.


"Aku tidak apa-apa, tapi kamu yang kenapa-napa". Jawab wanita itu sambil tersenyum.


"Tanya pada dirimu sendiri,kenapa mengebut di jalan ramai dan sempit seperti ini?". Jawab wanita itu lagi sambil menunjuk dada Brian dengan telunjuk lentiknya itu masih dengan senyuman.


"Aku sedang buru-buru,maafkan aku!". Jawab Brian sambil melangkah meninggalkan wanita itu.


"Aku masih hidup,jadi aku maafkan.Pergilah dengan tenang kawan!".Sahut wanita itu dengan tertawa kecil.


Jleb! Sialan wanita itu bercanda tapi membuat ku merasa semakin bersalah. Silvia apa benar perkataan wanita itu? Sedangkan kamu sudah tiada tanpa ku mengetahui kebenarannya.Apa kamu memaafkan ku?. Pikiran Brian berlarian kemana-mana.


"Brian ayo!".Agnes menarik tangan Brian yang sedari tadi terlihat bengong.


"Nona ? Saya sarankan supir nona jangan dulu menyetir mobil ! Supir nona sedang banyak melamun".Celoteh wanita itu sambil bergegas pergi.


"Maaf yah nona ini bukan supirku!!!!". Teriak Agnes kesal.

__ADS_1


"Sudah biarkan saja,ayo kita pergi !". Brian masuk ke mobil dan menghidupkan mesin.


"Brian? Turun! Biar aku saja yang menyetir!". Agnes membuka pintu dan menarik Brian keluar.


Agnes masuk dan menyalakan mesin.Brian masuk dan duduk di tempat Agnes tadi.


"Brian kamu kenapa sih? Dari awal aku masuk mobil tadi perasaan aku sudah tidak enak di tambah kamu kebut-kebutan. Utung saja wanita itu tidak kenapa-napa".Tanya Agnes dengan nada kesal setengah berteriak.


"Aku bingung saja Agnes,dulu masih ada Silvia aku itu sangat mencintaimu bahkan aku akan menikahi mu .Tetapi,setelah kepergiannya dan sudah 5 tahun yang lalu aku makin susah untuk melupakannya.Setiap hari aku mengutuki diriku karena rasa bersalahku kepada Silvia ,Agnes".Terang Brian sambil menundukan kepala sesekali memukul-mukul kepalanya.


"Brian itu juga salah satu pertanyaan ku untuk mu". Jawab Agnes lirih.


"Akupun tidak tahu agnes".Brian menggelengkan kepalanya.


Agnes memarkirkan mobil di pinggir jalan dekat jongko es kelapa muda.


"Ayo kita turun! Kamu kebanyakan mikir yang kamu sendiripun tidak tahu apa permasalahannya.Kamu butuh ketenangan". Ajak Agnes sambil berlalu menuju jongko es kelapa muda dan memesan 2 porsi es kelapa muda.


Brian keluar dari mobil mengikuti ajakan Agnes dan duduk di kursi di bawah pohon rindang di suguhi pemandangan bibir pantai yang indah.Suara ombak berdeburan silih berganti ditambah angin sepoi-sepoi menyejukan teriknya matahari.


" Ini untuk mu! " .Agnes menyodorkan mangkus es kelapa muda kepada Brian.


"Terima kasih!". Jawab Brian segera mengambil mangkuk es itu.


"Sama-sama".Jawab Agnes sambil menyuapkan es kelapa muda segar itu.


Mereka berdua fokus untuk menghabiskan porsi es kelapa muda masing-masing tanpa berbincang.Setelah es kelapa muda habis Brian membayar 2 porsi es kelapa muda dan bergegas masuk ke mobil dengan suasana lebih santai.


Agnes segera mengikuti Brian membiarkan dia mengemudi karena Agnes pikir suasana hati Brian sudah mulai membaik.


Brian menghidupkan mesin dan melajukan kemudi.


Perjalanan sangat santai di iringi dengan musik kesukaan Brian.

__ADS_1


------------------------------------------


Besambung...


__ADS_2