
Brian mengintrogasi dua orang saksi mata yang dimana kedua orang itu melihat dengan jelas kejadian tabrak lari itu.Saksi mata itu berinisial F dan R.
"Tolong jelaskan apa yang kau lihat?".Brian menunjuk orang berinisial F.
"Saya kebetulan tadi berjalan di belakang korban,beliau berjalan bersama seorang wanita.Teman wanitanya itu pamit untuk ke toilet umum.Sedangkan korban tidak menunggu teman wanitanya itu dia melanjutkan langkahnya untuk menyebrang di trotoar ini.Keadaan jalan tadi sangat sepi tidak banyak kendaraan dijalanan.Tapi,tiba-tiba seorang pengendara motor melaju sangat cepat dari arah timur dan menabrak korban tanpa menghentikan motor setelahnya.Saya berusaha mengejar si pelaku, tapi tidak dapat ku kejar karena dia melajukan motor dengan sangat cepat ke arah barat sedangkan saya hanya berlari. Sepertinya bukan ketidak sengajaan terlihat dari gerak-geriknya.Tapi,maaf pak saya tidak dapat mengenali wajah si pelaku.Karena dia memakai helm". Penjelasan Saksi mata berinisial F.
"Terus sekarang dimana teman wanita korban? Apa dia ada di sini?". Brian kembali bertanya.
"Maaf pak saya tidak melihatnya lagi.Justru saya sendiri tadi setelah kejadian mencari-cari wanita itu dan bingungnya lagi kalau dia temannya kenapa dia tidak ada.Karena setelah kejadi disini ramai sekali dengan orang-orang yang berusaha melihat korban.Tapi saya ingat pakaian yang dia kenakan,dia memakai jaket warna kuning dan celana trening warna hitam dan rambutnya panjang lurus di ikat tinggi. Pak polisi bisa tanya sama bapak penjaga toilet umum itu!Barangkali mengetahu kemana wanita itu pergi?".Saksi berinisial F menunjuk saksi mata berinisial R.
Brian menengok ke saksi mata berinisial R.
"Maaf pak, apa anda tahu kemana wanita yang mengenakan jaket kuning dan celana trening hitam, berambut panjang lurus yang di ikat tinggi itu pergi setelah keluar dari toilet?".Brian bertanya kepada saksi mata berinisial R.
"Wanita itu keluar dari toilet 5 menit sebelum kejadian.Sepertinya wanita itu ke toilet tidak untuk buang hajat, soalnya tadi pas dia keluar dari toilet terlihat sibuk dengan ponselnya.Tetapi,wanita itu pergi ke Kafe xxx sebelah toilet umum. Sedangkan korban sepertinya akan pergi ke kedai kopi di sebrang trotoar.Selebihnya saya tidak tahu".Penjelasan saksi mata inisial R.
"Tadi kata saksi inisial F ,korban berjalan bersama seorang wanita.Tetapi,kata saksi inisial R wanita itu pergi ke Kafe xxx di sebelah toilet umum.Kalau memang wanita itu temannya korban kenapa tempat yang mereka singgahi berbeda? Dan sekarang wanita itu seolah tidak tahu temannya telah menjadi korban tabrak lari.Apa anda yakin wanita itu teman si korban?".Brian bertanya dengan kesimpulan-kesimpulan dari penjelasan kedua saksi mata kepada saksi inisal F.
"Saya yakin pak !".Jawab saksi inisial F dengan tegas.
"Apa alasannya?".Brian kembali bertanya.
"Karena saya melihat dengan jelas mereka berjalan bergandengan dan mengobrol selayaknya pasangan kekasih pak".Saksi F menjawab dengan penuh keyakinan.
"Baik! Terus apa ada orang lain lagi yang mengetahui kalau wanita itu singgah ke Kafe xxx ?". Brian bertanya kepada saksi inisial R.
"Ada.Bapak bisa bertanya kepada satpam penjaga Kafe xxx itu! Dia sudah bertugas saat itu".Saksi inisal R menjawab meyakinkan.
"Baik.Kalian berdua tolong ikuti saya untuk bertemu dengan satpam Kafe xxx itu!".Brian berjalan menuju arah Kafe xxx dengan mengomando kedua orang saksi mata itu.
Kedua orang itu berjalan mengikuti Brian dengan sangat patuh.Mereka sudah tiba di depan pintu masuk Kafe xxx.
"Selamat pagi Pak ! Maaf pak polisi ada yang bisa saya bantu?".Satpam itu bertanya langsung menyadari seorang polisi dan kedua orang dibelakangnya menatapnya.
__ADS_1
"Selamat Pagi juga pak satpam! Saya mau bertanya apa anda melihat wanita yang mengenakan jaket kuning,celana trening hitam dan rambutnya panjang lurus di ikat tinggi datang ke Kafe ini?".Brian bertanya dengan nada tegas khas seorang polisi.
"Tadi pagi saya melihatnya datang kemari,tapi tidak lama dia sudah pergi".Satpam itu menjawab dengan tenang.
"Kearah mana dan bersama siapa dia pergi?".Brian kembali bertanya.
"Dia naik taxi sendirian menuju ke arah pusat kota sapertinya,selebihnya maaf saya tidak tahu pak. Apa dia terlibat dengan kasus tabrak lari pagi ini pak?".
Satpam itu kembali bertanya dengan penuh penasaran .
"Apa anda ingat plat nomer taxi itu?". Brian kembali bertanya tanpa menghiraukan pertanyaan satpam itu tadi.
"Itu dia pak taxi yang tadi membawa wanita itu!". Satpam menunjuk taxi yang datang dan parkir di bahu jalan.
"Benarkah? Apa anda yakin?".Brian berusaha meyakinkan.
"Benar pak.Taxi itu selalu mangkal disini,kebetulan saya cukup akrab dengan supir taxi itu".Satpam itu menjawab dengan penuh keyakinan.
"Maaf pak! Apa urusan kita susah selesai?".Teriak kedua orang yang masih membuntuti Brian.
Langkah Brian terhenti,lalu membalikan badan.
"Kalian masih mengikuti ku? Urusan kalian sudah selesai untuk saat ini.Kesaksian dan data kalian berdua sudah saya catat.Jadi,jika kalian masih di butuhkan untuk kasus ini kami pihak polisi akan menghubungi kalian.Terima kasih!".Brian tersenyum dan menganggukan kepala berlalu dari kedua orang saksi mata itu.
Kedua orang saksi itu berlalu berharap tidak ada lagi keterlibatan dengan kasus itu.
Brian sudah sampai di depan taxi yang di tunjuk satpam itu tadi.Brian mengetuk kaca taksi berulang ulang.
"Tok..tok..tok..tok! Tok...tok..tok..tok!".
Supir taxi itu terperanjak kaget terbangun dari tidur nya.Dia menengok ke arah kaca, supir itu semakin kaget melihat siapa yang mengetuk-ngetuk kaca mobilnya itu adalah seorang polisi.
Hah! Polisi? Kenapa? Apa salahku? Apa aku kena tilang? Apa sebabnya? Aku tidak melakukan kesalahan. Supir taxi itu sibuk dengan pikirannya menerka-nerka apa alasan polisi mendatanginya.
__ADS_1
"Hey,pak supir! Apa kau mendengarku?". Brian tergelak melihat ekspresi wajah kebingungan dan ketakutan supir taxi itu.
"Iiiiiya pak !". Supir itu menjawab terbata karena gugup dan membuka kaca mobilnya.
"Kenapa anda gugup pak? Apa anda sudah melakukan kesalahan? Sehingga anda merasa takut melihat saya disini?".Brian rasanya ingin tertawa bahkan marah karena bukan pertama kalinya jika dia menghampiri dan mengajak berbicara seseorang orang itu pasti gugup dan ketakutan.
"Justru itu pak! Perasaan, saya tidak melakukan kesalahan.Tetapi,bapak seolah akan menangkap saya.Bapak membuat saya gugup dan takut pak".Supir taxi itu menjawab sambil menundukan kepala.
"Bisakah anda turun dari mobil pak? Saya ingin berbicara dengan anda!".Brian tersenyum sopan.
"Ba...baik pak!". Supir itu membuka pintu mobil dan keluar."Ada yang bisa saya bantu pak?". Supir taxi itu berusaha memberanikan diri untuk bertanya.
"Apa pagi ini ada seorang wanita yang memakai jaket kuning,celana trening hitam dan rambutnya panjang di ikat tinggi naik ke taxi bapak?". Brian bertanya dengan tatapan tajam.
"Baru saja saya mengantarnya pak.Ada apa pak?Apa dia penjahat?" . Supir itu kembali bertanya dengan beribu rasa penasaran di kepalanya dan menutup mulutnya karena sadar pertanyaannya sangat lancang telah menuding wanita itu.
"Wanita itu berkemungkinan terlibat dengan kasus tabrak lari tadi pagi.Kemana anda mengantar wanita itu pak?".Brian menatap tajam supir taxi itu.
Kenapa polisi ini menatapku seperti itu? Tatapan mu menakuti ku pak, bahkan hampir membunuhku .Mengerikan sekali. Supir taxi itu sibuk dengan pikirannya.
"Hey pak!!! Saya bertanya kepada anda. Kenapa anda malah bengong?".Brian membentak supir itu.
"Ma..maaf pak! Tadi saya mengantarnya ke Mall pak.Mall kan besar pak,apa kita bisa menemukan wanita itu pak?".Supir itu bertanya dengan kepolosannya.
"Tentu saja. Terima kasih atas informasinya,saya pamit". Brian menganggukan kepala dan bergegas pergi.
"Caranya?". Supir itu penasaran.
Cih..dasar bodoh! Brian tidak menghiraukan pertanyaan supir itu. Dia terus melanjutkan langkahnya menuju sepeda motornya.
------------------------------------------------------------------------------------
Bersambung...
__ADS_1