
Mentari terlihat sedikit malu -malu untuk menampakan diri. Suasana masih sangat pagi.
Agnes sibuk menyiapkan sarapan untuk pagi ini. Aroma semerbak nasi goreng memenuhi ruangan dapur.
"Agnes kamu masak nasi goreng ya?". Brian datang ke dapur masih dengan pakaian santainya belum mengenakan baju kerja.Namun,terlihat dengan jelas rambut nya masih basah menandakan Brian sudah mandi pagi itu.
"Iya nih Brian, kok kamu belum pakai baju kerja? Kamu mau sarapan dulu? Mau ku buatin kopi?".Banyak sekali pertanyaan sekaligus tawaran dari Agnes untuk Brian.
"Aku mau kamu". Jawab Brian berbisik ketelinga Agnes.
"Apa?" .Tanya Agnes kaget dengan jawaban Brian seperti itu.Dadanya berdegup kencang.
"Aku bilang , aku mau dibikinin kamu kopi!" .Jawab Brian dengan wajah sok polos.
"Oh itu... tadi aku salah dengar kali ya?" .Jawab Agnes ketus.
"Iya, aku mau kopi, memangnya kamu dengar aku bilang apa?".Tanya Brian dengan wajah sok kebingungan.
Agnes tidak menghiraukan pertanyaan Brian.Dia fokus menyeduh secangkir kopi hitam yang di beri sedikit gula.
"Kopinya dah siap!".Agnes menaruh secangkir kopi di meja depan Brian.
"Terima kasih sayang". Jawab Brian iseng dan langsung menyeruput kopi panas itu.
Agnes pura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan Brian. Dia tahu Brian sedang mengerjainya.Tetapi,tampak jelas Agnes gugup dan salah tingkah.
"Tok...Tok..tok!!!". Suara pintu di ketuk menandakan ada orang yang datang. "Permisi? permisi?".Suara lelaki di balik pintu depan.
"Brian ada tamu,aku bukain pintu dulu ya!".Agnes bergegas ke pintu depan.Lupa dengan kegugupannya.
Agnes membukakan pintu.
"Hallo! Selamat pagi Agnes!".Seorang pria langsung menyapa dengan senyuman yang menawan.
"Jack? Selamat pagi juga! Kamu datang pagi sekali aku tidak punya waktu untuk mengobrol dengan mu,aku masih banyak pekerjaan.Dan Brian pagi ini akan masuk kerja".Cerocos Agnes panjang kali lebar.
"Oh gitu, aku kesini mau nganterin pesanan Brian dia belum berangkat kerja kan?".Jack menjawab dengan santai.
"Ya sudah ,masuk!!!".Jawab Agnes.
Aku memang tidak suka sama Jack,tapi kok aku merasa kecewa dengan alasan Jack datang kesini sih?. Agnes bergumam dalam hatinya.
Jack berjalan mendahului Agnes,tanpa menghiraukannya. Dan Agnes berjalan masih dengan lamunannya.
"Pagi Brian!".Sambut Jack sambil menepuk bahu Brian agak keras.
"Eh,kamu yang datang jack.Duduklah! Agnes akan membuatkan mu secangkir kopi".Perintah Brian.
Jack duduk di kursi yang di tunjuk Brian.Sedangkan Agnes bergegas untuk menyeduh secangkir kopi tanpa bertanya lagi.
"Mana yang aku pesan kemarin Jack? Sudah selesai?".Tanya Brian.
"Sudahlah,makanya aku datang kesini".Jawab Jack bangga.
__ADS_1
"Mana?".Tanya Brian lagi sambil celingukan mencari-cari sesuatu barang yang di bawa Jack.
"Masih di mobil,nanti teman ku yang akan membawanya kesini.Eh,dia yang bikininnya juga."Jawab jack santai.
"Apa?Kamu datang tidak sendiri? Gila! Kamu meninggalkannya di mobil? Kenapa tidak langsung kamu ajak kesini Jack?". Omelan Brian sambil menendang sepatunya Jack.
"Aduh ! Sakit Pak Polisi,jangan hukum aku!".Jawab Jack sedikit beracting."Dia yang minta untuk menunggu di mobil".Lanjut Jack.
"Kenapa?".Tanya Brian heran.
"Mana ku tahu Pak Polisi,tadi setelah dia bilang untuk menunggu di mobil.Aku langsung turun tanpa mengintrogasi,itu kan tugas Pak Polisi". Jawab Jack dengan gurauannya.
"Cepat ajak dia kesini! Dan bawa pesanan ku!".Pinta Brian.
"Siap laksanakan!".Jack berdiri tegak dan memberi hormat kepada Brian.
Agnes tertawa melihat tingkah Jack dengan Brian.Mereka berdua kalau bertemu seperi anak yang satu penuh dengan kepatuhan dan yang satunya lagi sangatlah nakal.Mereka bertolak belakang.
Jack tersenyum tipis melihat Agnes tertawa lepas dan segera membalikan badan bergegas menuju mobil untuk mengajak temannya itu.
Rania dan Rio turun dari kamar mereka dengan penuh keceriaan melihat ayahnya masih duduk di meja makan.
Jarang sekali mereka melihat ayahnya masih mengenakan pakaian santai pagi-pagi yang mulai beranjak siang.
"Ayah tidak kerja hari ini?" .Tanya Rania dan Rio kompak.
"Sini sayang ayah punya kejutan untuk kalian! ". Brian tidak menghiraukan pertanyaan dari kedua anak nya.
"Kejutan apa ayah? Ayah tidak perlu memberi kita hadiah.Melihat ayah pagi ini pun sudah menjadi kejutan teristimewa untuk Rania dan Rio ayah". Jawab Rania.
"Iya Ayah, melihat ayah pun kita berdua sudah senang ko.Iya kan kak Rania?".Tanya Rio kepada kakak nya.
"Sambil menunggu kejutannya,kalian sarapan dulu ya! Tante Agnes sudah bikinin kalian nasi goreng!".Perintah Brian kepada kedua anaknya.
"Tidak mau!".Rio berteriak sangat keras.
"Iya,Rania juga tidak mau sarapan nasi goreng.Mau sarapan roti sama susu saja!".Ocehan Rania .
"Tapi, tante sudah bikinin kalian nasi goreng.Sayangkan kalau tidak dimakan,mubajir!".Jelas Agnes sambil menaruh dua piring nasi goreng di meja makan.
"Betul apa yang dibilang tante Agnes, sayang makan lah! ".Brian berusaha merayu kedua anaknya untuk memakan nasi goreng yang dibikin Agnes.
Kenapa Rania dan Rio seperti tidak menyukai Agnes dari kemarin ya? Tidak seperti biasanya? Dulu kan mereka baik-baik saja .Malah tidak bisa lepas dari Agnes.Kenapa sudah dua hari ini mereka seperti membenci Agnes? Apa sebabnya ya? Kemarin aku memakluminya tapi,untuk kejadian hari ini aku penasaran dengan penyebab sikap Rania dan Rio. Brian berusaha untuk menerka-nerka.
"Taraaaaaaaa!" Teriak Jack keras memecah lamunan Brian dan mengejutkan seisi ruangan.
Sebuah lukisan berukuran besar dengan gambar wajah Brian,Saras,Rania dan Rio.
"Aaaaaaa.... Lukisannya bagus sekali ayah .Rania suka". Teriak Rania histeris.
"Rio juga suka, pasang lukisan itu di ruang keluarga ayah!".Pinta Rio .
Muncul seorang wanita dari balik lukisan.
"Angel?".Brian menjatuhkan gelas yang dia pegang.
"Brian?".Membalas sapaan Brian.
__ADS_1
"Kalian saling kenal?".Tanya Jack sambil bergantian melihat wajah Brian dan Angle.
"Iya".Jawab Brian.
"Kalau kalian sudah saling kenal,kenapa harus susah payah menyuruh aku mencari pelukis terbaik Pak Polisi? Jangan bilang Pak Polisi belum sempat mengintrogasi Angle! Hahahaha". Jack tertawa sendiri.
"Apa? Dia Polisi?".Tanya Angel terkejut.
"Oooo...Lucu sekali ,tadi Brian bilang kenal Angel tapi tidak tahu dia seorang pelukis.Dan sekarang Angle bertanya Brian Polisi?Drama apa ini kawan?". Tanya Jack penasaran masih dengan nada jenakanya.
"Mereka bertemu saat Brian tidak sengaja akan menabrak Angel,tapi setahu ku mereka belum sempat berkenalan karena aku mengajak Brian masuk ke dalam mobil.Selebihnya aku tidak tahu".Terang Agnes dengan menyisakan rasa penasarannya.
Mereka bisa tau nama masing-masing? Apakah mereka sering bertemu? Tapi kapan?Kejadiannya kemarin pagi.Dan seharian Brian bersamaku.Kalau mereka sudah saling kenal kenapa mereka seperti orang asing kemarin? Saat Angle hampir tertabrak oleh Brian.Tapi,Angel bilang kemarin,jangan biarkan supirmu menyetir dulu! Supirmu terlihat banyak sekali pikiran!.Apa kemarin Angel sedang bercanda memanggil Brian supir?Tidak! Brian orangnya sangat perduli jika memang dia mengenali Angel kemarin. Pasti kemarin Brian langsung mengajak Angel masuk ke mobil dan Brian pasti akan sangat menghawatirkan Angel. Terus mereka kenalan dimana?.
Agnes sibuk dengan pikirannya. Tidak sadar dengan pemandangan di depannya.
"Agnes,tolong ambilkan minum untuk Angel!".Pinta Brian .
"Iya".Jawab Agnes terkejut,lebih terkejutnya Rania dan Rio sedang di suapi nasi goreng oleh Angel.
Agnes pergi mengambil minum untuk Angel,tanpa ia sadari karena rasa kesalnya kepada Angel yang sudah berhasil merayu anak-anak untuk memakan nasi goreng yang sudah mereka tolak mentah-mentah di depan Agnes tadi,dia memasukan garam ke dalam gelas teh panas yang dia buat untuk Angel.Agnes menutup keler garam.
"Brug!!!" Dengan keras.Tersadar dia salah memasukan setelah melihat tulisan di tutup keler Garam .
"Ya Ampun! Salah lagi". Gumam Agnes.
"Agnes mana minuman untuk Angel? Sudah siap?".Brian berteriak.
"Iya ini sudah siap!".Teriak Agnes kembali.
Biarin aja salah juga! Biar tau rasa! Angel sudah mengambil posisi ku di depan Rania dan Rio.Nanti Brian dia ambil lagi. Hati Agnes berkecamuk kesal.
"Silahkan diminum teh hangatnya!". Agnes menyodorkan teh hangat kepada Angel.
Aku tidak salahkan? Aku bilang teh hangat bukan teh manis kan? Hahahaaha.Gerutu hati Agnes.
"Terima kasih nona". Jawab Angel sambil tersenyum ramah. Angel meneguk teh hangat yang sudah di genggamnya.
Asiiiiiin.... Teh ini asin sekali.Tapi,jangan biarkan mereka tahu.Mungkin wanita itu terburu-buru jadi salah memasukan garam yang dia sangka gula kali.Ceroboh!! Gimana kalau salah bikin buat Brian? Hahaha.Lucu sekali pastinya. Angel tersenyum menyadari Brian sedang memperhatikannya.
"Teh nya hangat,enak sekali di minum pagi-pagi seperti ini!". Sikap Angel masih dengat senyum hangatnya.
Apa? Dia bilang enak? Bukannya aku memasukan garam bukan gula? . Pikir Agnes keheranan.
"Tante Agnes bikinin aku teh hangat juga dong!".Pinta Rania.
"Aku juga!".Pinta Rio semangat.
"Baik sayang! Tante bikinin ya!". Agnes bergegas membuat teh hangat dan memasukan persis yang dia buat untuk Angel.
"Angel bilang enak,mungkin aku yang salah memberikan tutup keler gula dengan tulisan garam.Aku cobin tehnya dulu kali ya!"Gumam Agnes.
Belum sempat Agnes meneguk teh hangat Rania datang dan merebut teh hangat dari genggaman Agnes.
"Tante lama sekali,aku haus tahu!".Rania langsung berlari membawa teh hangat untuk Rio dan segera meneguk teh hangat miliknya.
"Asiiin....".Teriak Rania dan Rio kompak.
__ADS_1
------------------------------------------
Bersambung....