Detektif Cantik

Detektif Cantik
06.Kasus Tabrak Lari Part3


__ADS_3

Brian melanjukan motornya,dia akan segera menuju Mall yang di sebut supir taxi itu. Perjalan tidak ada hambatan apapun sehingga tidak terlalu banyak memakan waktu untuk sampai di Mall.Brian memarkirkan motornya dan dia segera turun menuju satpam Mall.


"Selamat siang pak !". Brian menyapa dengan semangat.


"Selamat siang juga pak! Ada yang bisa saya bantu?". Satpam itu membalas pertanyaan kepada Brian.


"Saya Brian.Saya mewakili pihak kepolisian untuk melihat rekaman cctv sekitar jam 10an pak! Ada seseorang yang sedang saya cari.Orang itu berkemungkinan terkait dengan kasus tabrak lari di perempatan kota pagi tadi pak.Jadi,jika kami tim polisi menemukan orang itu dapat mempermudah untuk memecahkan kasusnya dengan segera pak".Brian menjelaskan semua maksudnya.


"Silahkan pak! Apa orang itu berbahaya? Soalnya kalau dia berbahaya akan sangat mengerikan jika dia ada disini.Apa dia tidak akan membuat keributan pak? Apa dia membawa bom ke dalam Mall?".Satpam itu membayangkan sesuatu tentang perilaku ******* yang akan membahayakan semua orang termasuk dirinya.


"Saya rasa begitu".Brian sengaja menimpali dengan mengiyakan.Karena dia ingin segera melihat rekaman cctv itu.


"Cepat ikuti saya pak!".Satpam itu berlari menuju ruangan monitor rekaman cctv."Silahkan masuk pak!". Satpam itu membuka pintu ruangan.


"Teman-teman tolong bantu Pak Brian! Beliau ingin melihat rekaman cctv sekitar pukul 10an.Ada seseorang yang beliau cari dalam kasus yang sedang di identifikasinya dia datang ke Mall ini sekitar jam 10an".Satpam itu menjelaskan dengan jelas.


"Baik pak!".Crew penjaga monitor cctv segera melakukan tugasnya.


Brian menatap layar monitor dengan tatapan tajam.Mengamati setiap orang yang masuk ke pintu masuk Mall. Mengingat-ngingat ciri-ciri wanita yang sedang ia cari dengan penuh keyakinan akan segera dia temukan.


"Stop! Pause di situ! Itu dia wanita yang sedang saya cari. Ambil gambar yang itu!".Brian menunjuk layar monitor.


"Yang ini pak? Baik!". Salah satu crew penjaga monitor cctv menjawab.


"Kring..kring...kring...kring!".Bunyi ponsel Brian menandakan ada pesan masuk.Brian langsung membuka pesan itu.


"Brian cepat pulang! Rania dan Rio belum pulang.Ponsel pak salman tidak bisa di hubungi".Isi pesan sari Agnes.


"Baik". Brian menjawab singkat.Pesan terkirim.


"Tolong kirim gambar wanita itu ke nomer ini!". Brian menyodorkan kartu nama yang ada nomer ponselnya.


"Baik pak!".Salah satu crew penjaga layar monitor cctv itu menjawab.


"Terimakasih!".Ucap Brian.


"Sama-sama pak,ini sudah kewajiban kami pak".Crew monitor cctv.


"Saya pamit!".Brian menyodorkan tangannya ke salah seorang crew dan ke semua crew lainnya untuk bersalaman.Brian meninggalkan ruangan,di luar satpam melihat Brian dia segera menghampiri Brian.

__ADS_1


"Bagaimana pak?Apa sudah di temukan?".Satpam itu bertanya .


"Sudah pak.Terima kasih atas bantuan bapak dan semua orang crew monitor telah membantu saya".Brian menepuk bahu satpam itu berkali-kali.


"Sama-sama pak. Terus apakah wanita itu masih di dalam Mall? Apa bapak akan mencarinya sekarang ke dalam Mall?".Pak satpam kembali bertanya.


"Tidak! Jika saya masuk ke Mall dengan memakai seragam seperti ini malah akan menakuti semua pengunjung dan wanita itu tidak akan ditemukan.Saya sudah mendapatkan gambar wanita itu,jadi jangan khawatir wanita itu pasti segera ditemukan.Saya pamit pak! Terima kasih atas kerja samanya".Brian menepuk bahu satpam itu lagi dan menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"Sama-sama.Semoga dipermudahkan untuk menguak kasus nya pak!". Satpam itu membalas menepuk bahu Brian seakan mengatakan semangat! semangat!!.


"Aamiin".Brian berlalu dari mall menuju tempat parkir dan kembali menaiki sepeda motornya dan dia melajukan kemudi.


Brian memutuskan untuk segera pulang karena tadi Agnes menelpon memberi tahu kalau kedua anaknya belum kembali.


Kemana mereka ? Kenapa belum kembali? Kenapa nomer pak salman tidak dapat dihubungi?.


Brian menghentikan motornya dibahu jalan,dia mengeluarkan ponselnya.


"Nomer yang anda tuju tidak dapat dihubungi,cobalah beberapa saat lagi".Nomer ponsel Pak Salman benar-benar tidak dapat dihubungi.


"Tut...tut...tut..tut!".Brian memanggil ke nomer ponsel Agnes.


"Apa anak-anak sudah pulang sekarang?".Nada bicara Brian sangat khawatir.


"Belum Brian,aku sedang dijalan menuju sekolah mereka.Kamu dimana?".Agnes.


"Aku juga akan ke sekolah Rania dan Rio". Brian kembali menjawab.


"Oke baik lah! Sampai jumpa!".Agnes mematikan telepon.


Brian memasukan ponselnya ke saku celana,lalu dia kembali melajukan sepeda motornya.Brian mengemudi motornya dengan penuh emosi sangat ngebut sekali dengan pikiran kesana kemari.


"Brugh!".Ponsel Brian terjatuh. Tetapi,Brian tidak menyadarinya karena suara motor dan pikirannya yang sedang terbang jauh.


Brain sudah sampai di depan gerbang sekolah disana Agnes juga baru sampai dari arah yang berbeda mengendarai mobil milik Brian di parkirkan mobil itu di bahu jalan.


Brian turun dari motor nya dia langsung menghampiri satpam sekolah.Agnes mengikuti langkah Brian.


"Selamat siang pak!".Brian menyapa satpam sekolah.

__ADS_1


"Selamat siang juga pak Brian! Ada yang bisa saya bantu pak?".Satpam sekolah menjawab sapaan Brian dengan senyuman.


"Rania dan Rio sudah pulang pak?".Brian langsung menanyakan kedua anaknya kepada satpam sekolah karena satpam itu sudah kenal dengan kedua anaknya.


"Maaf pak semua siswa sudah pulang begitupun dengan Rania dan Rio".Satpam itu menjawab dengan ekspresi yang berubah menjadi cemas.


"Apa mereka dijemput oleh pak salman?". Brian kembali bertanya semakin cemas.


"Bukan pak! Pak salman tidak ada menjemput mereka.Mereka pulang bersama ibu guru matematika".Satpam itu menjawab dengan tenang.


"Siapa? Ibu Sarah?".Brian berusaha menebak.


"Ibu Sarah sudah tidak ngajar disini pak".Satpam.


"Lalu siapa pak?".Intonasi Brian meninggi.


"Guru matematika pengganti bu Sarah dia adalah Ibu Angel.Tadi bu Angel paling terakhir pulang dari sekolah,beliau melihat rania dan rio masih ada di gerbang sekolah.Bu Angel memutuskan untuk mengantar mereka pak".Satpam itu menjelaskan.


"Ada nomer ponselnya?".Agnes tiba-tiba bertanya.


"Sebentar saya chek dulu".Satpam mengeluarkan ponselnya memeriksa kontak ada atau tidak adanya.


"Maaf saya belum menyimpan nomer bu Angel bu".Satpam itu menggelengkan kepalanya.


"Kalau alamat rumah bu Angel bapak tahu?".Agnes kembali bertanya.


"Kalau gak salah di jalan mawar no.54 bu,iya benar di jalan mawar no.54".Satpam itu mengulang jawabannya dengan begitu yakin.


"Terima kasih pak!".Agnes tersenyum.


"Sama-sama".Satpam itu menganggukan kepala dan tersenyum.


"Brian ayo kita datangi saja rumah bu Angel! Aku rasa Rania dan Rio ikut ke rumahnya".Agnes berbicara sambil mengomando Brian agar mengikutinya tanpa banyak lagi bicara.


Brian menurut saja dia naik ke motornya dan mengikuti mobil yang dikendarai Agnes.


------------------------------------------------------------------------------------Bersambung...


Jangan lupa like,coment,dan juga bantu vote ya teman!

__ADS_1


Terima kasih ! :)


__ADS_2