
Setelah kejadian konflik teh panas yang asin Rania dan Rio berangkat sekolah.Mereka seperti biasa di antar oleh Pak Salman.Situasi ruangan berubah menjadi canggung,Jack dan Angle terdiam menyadari perubahan sikap Brian yang menjadi diam. Membuat Agnes semakin gugup dan ketakutan.
Apa yang harus ku katakan?. Agnes bertanya pada hatinya dengan penuh kecemasan.
"Brian maafkan aku! Aku salah dan aku
...".Agnes memberanikan diri untuk bicara meski sedik terpatah-patah perkataannya karena rasa takutnya. Tetapi,pembicaraannya terpotong karena terdengar suara telepon berdering.
"Kring...kring...kring..!".Telepon berdering.
Agnes terperanjak berniat untuk mengangkat telepon.Tetapi,Brian memberi isyarat untuk diam karena Brian sendiri yang akan mengangkat teleponnya.Agnes terdiam membisu dan semakin takut.
Brian semarah itukah kamu kepadaku? Iya aku salah,seharusnya aku tidak melakukan itu pada Rania dan Rio.Baru pertama kalinya aku menunjukan kekesalan ku pada mereka.Karena sejak kemarin aku merasa mereka itu tidak menyukaiku.Dan pagi ini mereka menolak untuk makan yang telah aku siapkan.Tetapi,wanita itu bisa merayu mereka untuk makan.Ya Tuhan!!! Bodohnya aku melakukan kesalahan .Bagaimana kalau Brian berfikir kalau selama ini aku jahat sama mereka berdua?Apa Brian akan marah besar dan menghukum ku dengan kejadian pagi ini? Aku takut sekali,huh. Agnes memaki dirinya dalam hati dengan beribu penyesalan dengan sesekali Agnes berusaha untuk menenangkan hatinya dengan menarik nafas pelan.
"Hallo.Selamat pagi!".Brian mengangkat telepon.
"Selamat pagi Pak Brian, ini saya Dirga. Saya menelpon ke telepon rumah karena tadi saya sudah menghubungi nomer ponsel bapak berulang-ulang. Tetapi,tidak ada jawaban".Suara dari balik telepon dengan tegas khas seorang Polisi.
"Maafkan saya pak! Ponsel saya di kamar saya sedang sarapan di dapur.Jadi, saya tidak mendengarnya. Apa ada informasi penting pak?".Jawab Brian di akhiri pertanyaan karena tidak mungkin jika tidak ada sesuatu yang penting, Pak Dirga meneleponnya berulang-ulang katanya.
"Iya Pak.Ada kasus tabrak lari pagi ini. Jadi saya minta bapak langsung datang ke TKP ! Nanti saya kirim lokasinya lewat pesan.Kami tunggu pak! Terimakasih!".Penjelasan pak Dirga.
"Siap pak!". Jawab Brian tegas.
"Tut..tut...tut!".Panggilan terputus.Brian menaruh teleponnya kembali dan dia berjalan menghampiri Jack dan Angle.
"Jack, maaf aku ada tugas.Ada kasus tabrak lari pagi ini sepertinya korban tewas.Kalau kamu dan Angle masih mau tetap disini tidak apa-apa. Ada Agnes yang akan menemani kalian mengobrol". Brian.
"Pergilah kawan! Jangan hawatirkan aku dan Angle. Kita juga akan pulang sekarang.Tanganilah kasusnya dengan baik kawan!".Jack menjawab dengan nada bercanda khasnya.
"Oh iya Angle, terimakasih lukisannya. Rania dan Rio sangat menyukainya.Ini uang nya!".Brian menyodorkan amplop coklat berisi uang."Jumlahnya tidak seberapa lukisan mu lebih berharga dari nilai uang itu".Lanjut Brian.
__ADS_1
"Sama-sama pak.Aku yang berterima kasih Pak! Aku senang jika bapak dan anak-anak menyukai lukisannya. Aku terima semoga bermanfaat".Jawab Angle dan menerima amplop colat yang si sodorkan Brian.
"Aku tinggal dulu ya!". Brian bergegas menuju kamarnya untuk ganti baju dan membawa alat kerjanya.
"Agnes,aku dan Anggle pamit pulang! Oh iya,jangan lupa ganti tulisan di keler garam ya! Jangan sampai salah lagi! Hahahaaa..". Jack tertawa mengejek.
Agnes meresponnya dengan tangan terkepal.
"Nona Agnes,saya pamit pulang ya!.Senang bertemu nona dan terima kasih teh hangat nya.Enak sekali". Agnes menganggukan kepala dan tersenyum ramah.
Agnes terdiam tanpa menjawab sepatah kata pun dia hanya tersenyum yang di paksakan.
Jack dan Angle berjalan menuju pintu keluar,terlihat di dekat pintu Angle mambalikan badan dan melambaikan tangan sambil tersenyum.
Cih,sok manis dan sok akrab sekali wanita itu.Apa? Tadi dia bilang senang bertemu dengan ku? Teh manisnya juga enak?Sudah tidak waras kali dia itu.Tapi, kenapa dia sesantai itu? Nasib baik dia tidak mengadu tetang teh itu pada Brian dan Jack.Sepertinya aku harus lebih berhati-hati sama wanita itu sekarang. Agnes ngedumel sendirian.
"Agnes! Aku berangkat ya ! Baik-baik di rumah dan tolong jaga Rania dan Rio dengan baik! Maaf hari ini aku akan pulang terlamat sepertinya".Brian menepuk bahu Agnes sambil berlari dia bicara sambil berteriak.
Baik Brian aku akan menjaga Rania dan Rio dengan baik.Tidak akan ku biarkan aku melakukan kesalahan lagi.Syukurlah kamu masih berbicara kepadaku,setidaknya aku merasa tenang sekarang.
Aku telah lama sekali tinggal di rumah mu dan menjaga anak mu.Masa iya aku harus pergi karena kesalahan ku tanpa mendapatkan apapun dan cinta darimu.Tapi,Brian kenapa sampai saat ini kamu tidak memberi aku kepastian. Dulu waktu pertama kali kamu bertemu dengan ku di acara pernikahan mu kamu bilang kamu mencintai ku. Tetapi,kenapa setelah Silvia tidak ada.Sepertinya kamu ragu dengan perasaan mu pada ku? Apa karena Jack?. Agnes hanyut dalam kegalauannya. Tanpa ia sadari kristal bening di ujung matanya terjatuh,perlahan isak tangis mulai memenuhi isi ruangan.Agnes menjatuhkan badannya di lantai dan semakin tersedu.
***
Brian memutuskan untuk pergi dengan sepeda motornya untuk datang ke TKP secepatnya.Brian menghidupkan mesin dan melajukan motornya.
Jalanan sangat lenggang tidak terlalu banyak kendaraan yang berlalu-lalang di sana ,dikarenakan Brian berangkat tidak terlalu pagi.Biasanya jalanan macet karena banyak nya pengendara yang akan berangkat sekolah atau bekerja.Sehingga Brian bisa melajukan motornya dengan sangat cepat.
"Tit..tit..tit..tit".Suara ponsel Brian menandakan adanya pesan masuk . Brian menghentikan motornya di bahu jalan dan membuka pesan masuk.
"Lokasi di trotoar kedai kopi dekat perempatan lampu merah di tengah kota".Isi pesan masuk dari Pak Dirga.
__ADS_1
"Baik Pak". Brian membalas pesan lalu pesan terkirim.Setelah itu Brian menyimpan ponselnya ke tas pinggangnya. Lalu menghidupkan mesin dan melajukan motornya.
Ketenangan jalanan membuat Brian terhanyut dengan pikirannya.
Kenapa sudah dua hari ini Rania dan Rio seperti tidak menyukai Agnes? Kemarin aku masih bisa berfikir hal yang wajar karena Rania dan Rio mengharapkan perhatian ku.Tapi,untuk kejadian pagi ini aku menjadi penasaran.Apa selama ini Agnes bersikap tidak baik kepada mereka? Hmmm...sepertinya aku mulai mencurigai Agnes dengan perubahan sikap anak-anak. Tapi,yang ku tahu selama ini Rania dan Rio sangat dekat dan baik-baik saja dengan Agnes.
"Ckiiiiiikk....".Brian mengerem motor mendadak.
"Hey pak! Bawa kendaraan yang benar! Kau hampir menabrak ku! Apa? Bapak seorang polisi?
Hmmm....payah".Seorang Anak laki-laki berbicara banyak dan memaki sambil jari telunjuknya menunjuk logo tulisan Polisi.
"Maaf nak!".Brian meminta maaf sambil mengeluarkan dompet dan mengambil satu lembar uang."Ambil ini!".Brian menyodorkan selembar uang itu.
"Maaf ya pak! Saya bukan seorang polisi yang suka merajia dan mendenda pengendara seenaknya.Saya tidak mau! Simpan saja uang nya! Barangkali nanti bapak ditilang polisi karena melanggar hukum!".Jawab anak itu dan meninggalkan Brian tanpa pamit.
Hmmmm...Reputasi ku pun sangat jelek dimata anak kecil itu.Tapi,sepertinya anak itu anak yang sangat jujur dan pemberani.Baguslah. Brian tersenyum dan segera melajukan motornya melanjutkan perjalanan.
Setelah perjalanan cukup panjang Brian sudah sampai di lokasi kejadian.Brian memarkirkan motornya di tempat parkir kedai kopi.Disana sudah ada garis polisi.Pak Dirga dan teman yang lainnya sudah terlihat disana.Brian berjalan menghampiri mereka.
"Pagi semuanya! Maaf kalau saya terlambat!". Sapaan Brian dan bersalaman kesemua temannya.
Semua polisi melaksanakan tugasnya masing-masing.Sedangkan Brian mendapatkan tugas untuk mencari informasi dari semua saksi mata.
------------------------------------------
Bersambung....
Jangan lupa like, kritik dan saran nya! Bantu vote juga ya kakak ! :)
Terima Kasih !
__ADS_1