
~ RUTINITAS PAGI~
pagi itu seperti biasa Jia memasak sarapan untuk Eager. Jia membuat nasi goreng lengkap dengan telur goreng dan irisan mentimun, setelah Jia memasak dia meletakan makanan diatas meja dan bersiap untuk membangunkan Eager.
Eager dan Jia memang tidak tinggal serumah tetapi apartemen mereka itu bersebelahan. dan setiap pagi Jia datang ke apartemen Eager untuk memasak sarapan untuknya, Jia juga akan datang ke rumah Eager untuk memasak makan malam.
Eager sering pulang terlambat atau kadang juga lembur dan tak pulang. pada saat seperti itu Jia sering menyusul Eager ke tempat kerjanya untuj sekedar mengantarkan makanan.
"tok. tok. tok" suara ketukan tangan Jia dipintu kamar Eager.
setelah 2 menit berlalu dan Eager masih tidak menghiraukan ketukan tangan Jia. Jia akhirnya masuk ke dalam kamar Eager dan benar saja Eager lagi-lagi tertidur dimeja belajarnya.
melihat hal itu Jia hanya menggelengkan kepalanya karena ini bukan kali pertama Eager begadang untuk menyelidiki suatu kasus hingga akhirnya tertidur dimeja belajarnya.
Jia mendekati Eager dan memeluknya dengan penuh cinta. kemudia dengan suaranya yang halus dan lembut Jia membangunkan Eager.
"good morning love" ucap Jia berbisik dengan lembut ke telinga Eager.
Eager yang mendengar ucapan kekasihnya hanya tersenyum. sebenarnya Eager tidak tertidur dia hanya menutup matanya dan meletakan kepalanya dimeja karena lelah melihat semua dokumen, foto, dan labtop.
ada setidaknya 500 dokumen yang harus dia periksa dengan teliti, 34 surel tentang kasus baru dari kantor polisi, dan ada 114 foto TKP tempat pembunuhan yang harus dia cermati dan diperiksa.
__ADS_1
Eager sudah terbiasa dengan semua itu. tapi walaupun begitu dia juga bisa merasa lelah dan bosan apa lagi Eager sudah memeriksa semua itu selama 17 jam dan meski ada beberapa kasus yang berhasil dia pecahkan tetapi masih ada banyak kasus dan dokumen yang akhirnya membuat dia terjaga semalaman.
"apa kau terjaga lagi semalaman?" tanya Jia kepada Eager.
"aku tidak bisa membiarkan semua tumpukan masalah ini begitu saja kan?" sahut Eager dengan lembut.
"tapi kau tidak menghiraukan aku saat aku mengetuk pintu" ucap Jia dengan suara lembutnya.
"itu karna aku tau kalau kau akan mausk kesini" sahut Eager sembari beranjak dari duduknya.
"eum... good morning love" ucap Jia dengan seyuman manisnya.
Jia menunggu Eager dimeja makan sembari menyiapkan bekal makan siang untuk Eager. dia membuatkan Eager sendwich dengan isian daun selada berbentuk hati dan keju berbentuk hati juga.
setelah Eager selesai mandi mereka sarapan bersama. seperti biasa dimeja makan Eager hanya diam menikmati makanannya dan juga teh hijau buatan Jia.
"hari ini kamu pulang malam lagi?" tanya Jia kepada Eager.
"kayanya aku gak pulang karena ada sedikit masalah" sahut Eager tanpa menatap wajah Jia.
"aku udah siapin kamu makan siang... dimakan ya" ucap Jia dengan penuh perhatian.
__ADS_1
Eager hanya terdiam seperti biasanya.
setelah sarapan Eager bergegas mengenakan sepatunya dan bersiap untuk pergi ke TKP menyusul timnya.
"Eager" ucap Jia menghentikan langkah kekasihnya.
Eager pun tersenyum dan berjalan kearah Jia. Eager menatap mata Jia sejenak dan tersenyum sembari membelai rambut kekasihnya yang cantik kemudian memeluk dan mencium kening Jia.
"aku mencintai mu" ucap Eager dengan penuh cinta.
"aku lebih mencintai mu" sahut Jia sembari memegang wajah Eager.
ketika tangan Jia yang lembut dan dingin menyentuh wajah Eager. Eager membalasnya dengan pelukan hangat penuh cinta dan ciuman manis di pipi gadis cantik iti, kemudian Eager berlalu pergi untuk melanjutkan tugasnya.
sesampainya di TKP Eager melihat teman-temannya sedang berdiskusi dan para petugas forensik yang ada disana masih mencoba untuk mengefakuasi mayat seorang pria paruh baya dari dalam sumur tua yang sudah lama tidak digunakan.
dari data yang didapatkan oleh Eager pagi ini ada kemungkinan jika pria itu dibunuh karena ditemukan bekas jejak kaki dan ada bekas cakaran dikaki korban.
sumur tua lokasi korban ditemukan sudah sangat lama sekali tidak digunakan dan berada jauh dari pemukiman warga. warga enggan mendatangi sumur itu karena dianggap angker karena lokasinya yang berada tempat disamping area pemakaman umum.
orang yang melaporkan kejadian itu kepada polisi pun juga belum diketahui identitas dan keberadaanya. sehingga hal itu mempersulit penyelidikan yang dilakukan oleh Eager dan teman-temannya.
__ADS_1