
~SAHABAT~
Eager memutuskan untuk meminta bantuan dari kejaksaan sebelum memulai penyelidikan lebih lanjut. dia meminta bantuan dari jaksa Revan untuk bekerja sama dengannya dalam penyelidikan ini, dan dengan senang hati Revan menerima permintaan kerja sama itu.
Revan merupakan sahabat dari Eager keduanya saling mengenal sejak Revan pindah dari Amerika ke indonesia. mereka sering bekerja sama dalam berbagai kasus karena keduanya memiliki kepribadian dan pemikiran yang sama.
Eager dan Revan sama-sama pendiam dan lebih banyak berpikir dari pada bicara. keduanya sering memecahkan kasus pembunuhan bersama dan berujung pada keberhasilan.
hanya saja ada yang berbeda didalam kasus yang mereka tangani kali ini. karena mereka diharuskan untuk membuka kembali 4 kasus lama yang sudah ditutup karena beberapa alasan ke 4 kasus itu harus ditutup, salah satu alasannya adalah pencabutan laporan dari keluarga korban kasus nomor 4 dan nomor 3.
Eager sudah mengirimkan semua dokumen dan menjelaskan mengenai kasus ini kepada Revan melalui surel. Eager juga mendapatkan respon yang baik dari Revan, setelah menerima surel dari Eager kemudian Revan segera menuju ke lokasi kejadian.
setelah Revan sampai dilokasi.
"Eager" ucap Revan menyapa Eager sembari memegang bahu temanny itu.
"Kau sudah baca pesan ku" sahut Eager menimpali sapaan Revan dengan pertanyaan.
__ADS_1
"semua bukti sudah dimanipulasi, dan semua dokumen itu tidak semuanya benar" ucap Revan memberitau Eager mengenai hasil penyelidikannya.
"bukan hanya itu. tapi pelaku dengan sengaja seperti mempermainkan kita" sahut Eager sembari menunjukan surat berdarah yang ia temukan.
"kita mulai penyelidikan ini?" tanya Revan sembari memberikan kode kepada Eager.
"aku ikuti gaya mu" sahut Eager sembari tersenyum sinis dan kemudian berjalan menuju teman-temannya.
Eager dan Revan yang berjalan beriiringan seperti dua pangeran negeri fantasi dengan tatapan mata tajam, otak pintar, berutubuh sempurna dengan kekuatan luar biasa yang bisa menghancurkan musuh kapan saja. ya ampun... mereka terlalu ganteng kalau harus jadi detektif dan jaksa.
"kalian semua keluar" ucap Eager memberikan perintah kepada timnya.
setelah dari gudang tua selanjutnya keduanya akan menuju sumur tua didekat pemakaman.
"Eager" ucap Revan sembari menatap langit.
Eager hanya diam tanpa menjawab ucapan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Aku sudah lama tidak berolahraga" sambung Revan berucap.
"kau mau olahraga sedikit?" sahut Eager menimpali.
keduanya pun saling beradu pandangan dan tersenyum. Revan kemudian melepaskan jasnya, kemudian melonggarkan dasinya dan Eager melepas jaketnya, kemudian mengencangkan tali sepatunya.
"kalian selidiki saja lokasi ini, dan kalau ada informasi baru apapun itu beritahu aku" ucap Eager kepada timnya.
Eager dan Revan berdiri sejajar. keduanya kemudian melakukan sedikit olahraga atau mereka mengatakan jika itu hanyalan pemanasan, mereka berlari dari jalan yang terjal dan becek menuju sumur tua.
Eager san Revan mengadu kecepatan kaki dan juga otak mereka dengan berlari dijalan setapak yang becek dan licin itu, sedikit saja mereka salah melangkah maka salah satu dari mereka atau bahkan keduanya bisa saja masuk kedalam jurang dan cedera.
namun aku rasa itu tidak akan terjadi karena dalam hal berlari mereka itu lebih lihai dari pada kuda liar.
Eager memperhatikan situasi jalanannya saat itu dan memperlambat langkahnya. dia menyadari kala itu dia berada tepat disamping jurang yang curam, Revan yang tau tentang apa yang dipikirkan oleh temannya itu juga ikut memperlambat langkahnya.
"jurang itu pasti dalam" ucap Revan.
__ADS_1
"cukup dalam untuk dapat membunuh seseorang" sahut Eager dengan sinis (seperti biasanya).