DETEKTIF CINTA

DETEKTIF CINTA
part 6


__ADS_3

~PENDAPAT~


ketika Eager dan Ravan terus menyusuri aliran sungai itu dan mereka masih belum menemukan petunjuk apapun. karena sudah terlalu lama mencari mereka pun duduk dibawah pohon menikmati pemandangan.


"sudah lama semenjak kita terakhir kali piknik" ucap Revan sembari mencuci tangannya disungai.


"aku benci piknik" sahut Eager yang sedang duduk dibawah pohon.


"kau bilang kau benci piknik tapi saat kau bersama Jia kau jadi suka piknik" ucap Revan menggoda Eager.


"aku memang tidak menyukai piknik tapi aku menyukai Jia ku" sahut Eager sembaru tersenyum.


"menurut mu apa motif pembunuh ini?" tanya Revan meminta pendapat Eager.


"dia psikopat" sahut Eager tanpa berpikir panjang.


"ku rasa bukan" ucap Revan menimpali.


"lalu apa pendapag mu tentang dia?" sahut Eager balik bertanya.

__ADS_1


"dia bukan psikopat dia adalah orang yang normal, tapi dia membunuh semua orang setiap tahunnya semenjak lima tahun lalu dia pasti punya alasan bukan?" ucap Revan mengutarakan pendapatnya.


"tunggu! apa semua korban memiliki hubungan dengan pelaku?" ucap Eager menanggapi dengan excited.


"aku sudah memeriksa data seluruh korban dan mengirim anak buah ku untuk mencari tau dan menurut informasi yang ku dapatkan para korban sama sekali tidak ada hubunganya dengan pelaku." sahut Revan sembari duduk disamping Eager.


"lalu kenapa dia membunuh mereka" ucap Eager menggerutu.


"mereka membunuh mereka kemudian memotong salah satu jarinya, menurutku ada kemungkinan jika semua korban adalah orang yang sudah diintai oleh pelaku" sahut Eager sembari merapikan rambutnya.


"tapi apa motif dibalik semua itu?" ucap Eager.


"mungkin." ucap Revan dengan lirih.


"mungkin pelakunya sedang mencari sesuatu dari para korban itulah sebabnya dia menandai para korbannya dengan memotong jari kelingking mereka" ucap Revan kembali menyampaikan pendapatnya.


"tunggu" ucap Eager yang kemudian menelfon anggota timnya.


Eager memerintahkan semua anggota timnya untuk mencari informasi keluarga para korban. apakah mereka saling berhubungan dan saling mengenal atau tidak, hal itu dilakukan untuk sekedar memastikan apakah hal yang dipikirkan oleh Revan itu benar atau salah.

__ADS_1


setelah satu jam menunggu Eager mendapatkan informasi jika para korban tidak saling mengenal. tetapi para korban itu memiliki tanggal ulang tahun yang sama meski tahunnya berbeda yaitu tanggal 6 Maret.


"6 Maret itu kata kuncinya" ucap Eager yang kemudian beranjak dari duduknya.


"apa maksud mu?" tanya Revan bingung.


"semua korban memiliki tanggal ulang tahun 6 maret dan ada kemungkinan pelaku juga memiliki kenangan khusus ditanggal itu yang membuatnya membunuh semua korbannya" sahut Eager menjelaskan.


"sepertinya kau benar kita mungkin sedang berurusan dengan psikopat lagi" sahut Revan dengan wajah yang terlihat tidak senang.


"aku benci psikopat" aahut Eager sembari berjalan meninggalkan Revan.


Revan pun mengikuti Eager dari belakang. keduanya kembali menyusuri aliran sungai dan terus memperhatikan area disekitar mereka berharap mereka dapat menemukan petunjuk, ketika Eager sedang fokus tiba-tiba Jia menelfon.


"Eager... aku merindukan mu" sahut Jia dengan suara yang terdengar berbeda.


"ada apa?" tanya Eager karena khawatir.


"tidak ada apa-apa hanya saja aku baru pulang dari rumah sakit, apa kau bisa menjemput ku?" tanya Jia dengan suara yang sangat lembut.

__ADS_1


"maaf Jia tapi sepertinya aku tidak bisa menjemput mu... memangnya ada apa? apa kau sakit?" sahut Eager balik bertanya kepada Jia.


"tidak aku baik-baik saja tapi ada sedikit masalah dirumah sakit dan mereka membutuhkan mu" sahut Jia kepada Eager.


__ADS_2