
~ADA APA?~
sesampainya dirumah sakit Revan segera dibawa ke IGD dan mendapatkan penanganan. setelah itu Eager merasa sedikit lebih lega dan pergi ke kamar mandi untuk mencuci tanganya.
disaat Eager kembali ke IGD dia melihat Jia sedang berdiri didepan pintu ruang IGD dengan wajah yang terlihat cemas.
Eager segera menghampiri Jia dan memegang tanganya tanpa mengucapkan apapun. Jia yang saat itu mengira jika yang ada didalam ruangan IGD adalah Eager segera memeluknya dan menangis untuk menghilangkan kecemasanya.
Eager tetap terdiam tanpa ekspresi dan hanya membalas pelukan Jia dengan sentuhan yang dingin. Jia kemudian memperhatikan wajah Eager dan melihat noda darah dipakaian Eager.
__ADS_1
"apa yang terjadi kau terluka?" ucap Jia bertanya dengan tatapan mata yang terlihat khawatir.
"aku tidak terluka." sahut Eager dengan wajah tanpa ekspresi dan terlihat sangat dingin.
"lalu siapa yang ada didalam sana? dan kenapa ada darah dipakaian mu?" tanya Jia yang kebingungan sembari memeriksa pakaian Eager.
Eager yang merasa terganggu dengan sikao Jia segera memegang tangan Jia dan menghentikannya untuk tidak lagi memeriksa pakaian dan juga jaketnya.
"kenapa dia terluka?" tanya Jia penasaran.
__ADS_1
"sebelumnya katakan pada ku kenapa kau menelfon dan mengatakan jika disini ada pembunuhan?! padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa disini? dan bukankah kau bilang jika kau sedang dalam perjalanan pulang? lalu bagaimana kau tau jika aku disini? sedangkan aku sama sekali tidak memberitahu mu jika aku berada disini. dan dari mana kau bisa tau jika aku ada diIGD untuk mengantarkan teman ku?" ucap Eager balik bertanya sembari mencoba untuk mengatur emosinya.
sebelumnya Jia menelfon dan memberi tau Eager jika dirumah sakit itu ada insiden pembunuhan yang menewaskan seorang pasien. tetapi ketika Eager sampai disana setelah Eager mengantar Revan ke ruang IGD dia segera mencari informasi menganai hal itu dari staf rumah sakit, tetapi ternyata tidak ada insiden apapun dirumah sakit pada hari itu.
dan yang lebih membingungkan lagi adalah Jia masih berada dirumah sakit dan dia berada tepat didepan ruang IGD seakan dia tau jika akan ada korban dari tim Eager yang akan masuk IGD dirumah sakit itu.
Eager merasa ada yang aneh dengab Jia karena dia seakan tau jika Eager pasti akan kembali ke rumah sakit itu, tetapi Eager tidak terlalu memikirkannya. Eager justru bingung kenapa Jia berbohong kepadanya soal pembinuhan yang terjadi dirumah sakit hari itu? padahal disana tidak terjadi apa-apa.
sebelumnya Jia tidak pernah berbihong atau menyembunyikan sesuatu dari Eager. Jia adalah orang yang sangat terbuka dan selalu bersikap manis pada Eager, tetapi hari ini sejak pagi Jia terlihat cemas dan dia menatap Eage dengan tatapan penuh dengan pertanyaan dan kekahawatiran.
__ADS_1
ketika Eager mencoba untuj bertanya langsung kepada Jia. Jia hanya diam dan tidak mau menjawab pertanyaan Eager, Jia justru mengalihkan pembicaraan kepada topik mengenai Revan.
Eager bisa dengan mudah tau jika ada sesuatu yang saat itu sedang disembunyikan oleh Jia. ditambah lagi ketika dokter keluar dari ruang IGD dan mengatakan jika kondisi Revan baik-baik saja Jia terlihat semakin cemas dan melakukan banyak gerakan yang menandakan jika saat itu dia merasa tidak nyaman.