
~TEMAN~
"aku akan kesana" ucap Eager yang kemudian menutup telfonya.
"ada apa?" tanya Revan kepada Eager.
"kirim tim penyelidikan dan anak buah mu ke rumah sakit Elsa. ada pembunuhan disana salah seorang pasien menjadi korban" sahut Eager kepada Revan.
"Eager..." ucap Revan memanggil Eager sembari tersenyum sinis.
"ada apa?" tanya Eager bingung.
"psikopat itu ada disini" sahut Revan kepada Eager.
"apa maksud mu?" tanya Eager bingung.
disaat Eager kebingungan dengan ucapan Revan. Revan meminta semua timnya untuk datang ketempat mereka berada saat itu, Eager yang merasa kebingungan mendapatkan kode dari Revan.
Revan meminta Eager untuk mengikuti gerakan bola matanya. Eager mengikuti kode yang diberikan oleh Revan, Revan yang saat itu hanya duduk dan diam sembari memberikan kode merasa jika Eager tidak mengerti maksud dari kode yang dia berikan.
akhirnya Revan memberikan kode kepada Eager untuk duduk jongkok. dan ketika Revan melihat ada penempak yang membidik kepala bagian belakang Eager Revan pun berdiri.
__ADS_1
dia meminta Eager untuk tetap pada posisinya. dan ketika peluru itu dilepaskan
'DOR. DOR' suara tembakan.
Revan menarik tangan Eager dan berdiri dibelakang Eager sehingga punggunya tertembak sebanyak 2x.
Eager yang melihat hal itu segera memegang tubuh Revan yang hampir jatuh.
"ini gila tapi dia sudah mengawasi kita sejak awal" ucap Revan sembari mencoba mengatur nafasnya.
"kenapa kau tidak bilang?!" sahut Eager kesal.
"kejar dia" ucap Revan dengan nafas yang tidak beraturan.
"jangan panik. tim yang lain akan segera datang dalam 7 menit, kau kajar dia" ucap Revan sembari mencoba duduk dengan tegap.
"kau gila!" sahut Eager kesal.
"aku tidak akan mati teman... tekanan darah ku 110/15 aku akan bertahan dengan luka ini setidaknya 30 menit" ucap Revan sembari tersenyum.
"jika aku kejar dia sekarang aku pasti akan membunuhnya, tapi dia beruntung karena aku tidak akan lakukan itu" sahut Eager sembari menekan luka Revan dan mencoba menghentikan pendarahannya.
__ADS_1
"kau hanya akan bertahan selama 20 menit dengan luka ini" sambung Eager berucap.
karena akan sangat beresiko jika Eager membiarkan Revan tetap dalam kondisi itu Eager meminta timnya untuk membawakan kotak obat darurat yang ada didalam mobilnya.
anggota tim Revan dan Eager sampai setelah 10 menit kemudian. Revan sudah mulai kehilangan kesadarannya dan terlihat pucat pasi.
semua tim yang datang panik dan segera memanggil ambulance. Eager yang sudah kehilangan kesabarannya meminta timnya untuk menyiapkan tandu, Eager mengangkat tubuh Revan ke atas tandu dan membaringkan tubuhnya.
Eager segera membuka baju Revan dan membalikan tubuhnya. setelah memeliksa luka Revan dengan seksama Eager segera mengeluarkan obat-obatan dan membersihkan luka Revan.
kemudian Eager mengeluarkan peluru yang ada dipunggung Revan dengan menggunakan peralatan seadanya yang dia punya. setelah peluru berhasil dikeluarkan Eager membalut kuka Revan dengan perban dan segera membawanya ke rumah sakit.
didalam perjalanan ke rumah sakit Eager terus saja memeriksa luka Revan berulang kali. Dan tak lama kemudian Revan sadar ketika mereka masih dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Eager... setelah ini kau pasti akan benar-benar membunuh psikopat itu" ucap Revan semberi tersenyum dan menahan sakit.
"aku akan benar-benar menghabisinya jika terjadi sesuatu pada mu" sahut Eager dengan menahan amarahnaya.
"kau akan dipenjara karena itu" ucap Revan menggoda Eager dan tersenyum.
"kenapa kau melakukan ini?" tanya Eager dengan kesal.
__ADS_1
"jika aku tidak melindungi mu tadi. saat ini kau pasti sudah ada dikamar mayat teman." sahut Revan sembari tersenyum dan menahan rasa sakit.
tak lama setelah bicara dengan Eager, Revan kemudian kembali kehilangan kesadarannya. pendarahan yang dialami oleh Revan memang sudah berhasil ditanganni oleh Eager tapi tetap saja Revan masih sangat membutuhkan pengobatan dokter.