Dewi Ini Tidak Begitu Suci

Dewi Ini Tidak Begitu Suci
Bab 55 : Air surgawi


__ADS_3

Keesokan harinya.


Alexia bangun dengan malas, setelah bermain semalaman nafsunya sudah sedikit menurun.


Alexia mengajak Asia untuk pergi berkeliling disekitar sekte Divine Feather.


“Hua, hiatt”


Suara siswa yang berlatih terdengar ditelinga Alexia.


Alexia hanya melewatinya dengan tenang, dengan wujud misaka mikoto, Alexia tidak terlalu menarik perhatian siapa pun.


Banyak hal yang ada di sekte Divine Feather, seperti perpustakaan teknik, sekolah skysoul, dan aula alkimia.


Tujuan Alexia adalah aula alkimia.


Saat memasuki aula disana Alexia, Dia mencium bau obat obatan yang sangat kaya dan banyak pill yang harum dan sepertinya enak.


“ehm, aku mau mencari semacam buah spiritual dengan rasa dan bau yang enak”


Alexia berbicara kepada gadis penjaga disana


“Eh, maaf nona, bisakah aku melihat token Identitasmu”


Gadia itu menjelasakan dengan ramah kepada Alexia.


“Em, maksudmu ini”


Alexia mengeluarkan token berwarna kristal dengan Simbol Sekte ke gadis itu.


Gadia itu terkejut sesaat saat melihat token yang diberikan Alexia, token kristal dimiliki oleh petinggi klan sebagai identitas belaka.


“Tolong tunggu sebentar Nona”


Gadis itu mengambil banyak jenis buah yang disebutkan oleh alexia.


Alexia memilih buah yang dia inginkan dari baunya.


Gadis itu aneh dengan perilaku Alexia yang mencium bau buah buahan Spiritual.


Alexia sedikit malu dengan tatapan gadis itu dan berkata.


“Ehm, aku membeli buah ini”


Buah yang dipilih Alexia terlihat seperti buah persik dengan warna kemerahan dan bau yang lezat.


“Baik, nona, total harganya adalah seratus ribu batu spiritual.”


Jantung Alexia berdetak kencang, dia lupa bahwa dia sedang tidak memiliki uang, tapi untungnya kalimat selanjutnya gadis itu menyelamatkan mukanya.


“Saldo dalam token anda dua ratus ribu dan terpotong seratus ribu untuk pembelian”


Kemudian buah tadi dikemas kedalam kotak emas yang sangat estetik dan diberikan kepada Alexia bersama dengan tokennya.


“Selamat datang kembali Nona”


Alexia segera pulang ke tempat tinggalnya bersama Alexia. untung saja dia diselamatkan okeh token itu, jika tidak, Alexia sedikitnya hanya perlu menahan sedikit malu.


Dia pergi ke tamannya dan meminta Asia untuk menggali sebidang tanah.


Asia mulai menggali dan tidak telalu dalam.


Lalu Alexia melemparkan buah tadi kedalam lubang.


Alexia berubah menjadi Kusano.

__ADS_1


“Buah oh buah, tumbuhlah dengan lebat”


Sebuah mantra seperti gadis sihir terlintas dibenak Alexia, um, dia hanya ingin mencoba rasanya.


melihat Asia yang melihatnya dengan ekspresi biasa, entah kenapa Alexia yang malu


Dengan jujur Alexia menumbuhkan sebuah pohon dari buah tadi, pohonnya terus diperbesar sampai sekiranya cukup besar dan berhenti dan kemudian muncul banyak buah persik yang siap panen.


“Haha, mudah”


Alexia meminta Asia untuk memanen semua buahnya. Dia mendapat 500 buah persik, Alexia menyuruh Asia untuk kembali ke Aula alkimia dan menjual 200 biji buah persik.


Alexia juga menyuruh Asia membawa Tokennya jika sewaktu waktu dibutuhkan.



Di Aula


Gadis itu baru saja menjual buah ke Alexia, dia sedikit senang melihat ekspresinya saat dia menyebutkan harganya. Tapi dia tidak menyangka gadis seperti itu mempunyai identitas seorang elder.


“Permisi”


Gadis itu sedikit tidak sadar dan seorang gadis memanggilnya.


Dia mendongak dan melihat itu adalah gadis yang berada dibelakang gadis.


“Ada yang bisa saya bantu”


“Aku mau menjual buah disini”


Asia mengeluarkan cincin penuh buah persik kepada gadis itu.


“Apa”


“Tukarkan semua, juga aku ingin beberapa tanaman herbal tipe buah buahan lagi”


“Ba…baik”


Gadia itu segera mengambil 10 jenis buah buahan dan mengurangi uangnya dengan pendapatan dari menjual buah persik.


Asia mendapat 10 jenis buah dan 15 juta batu spiritual.


Kemudian pergi meninggalkan gadis itu.



Dirumah Alexia


Sambil menunggu kembalinya Asia, Dia memakan beberapa buah persik dan tentunya rasanya sangat nikmat.


Beberapa saat kemudian Asia sampai dan membawa 10 jenis buah buahan lagi.


Alexia melakukan hal yang sama.


Dia menanam semuanya dan membesarkannya menjadi banyak pohon pohon siap panen, berbeda dengan dunia fana, buah disini tidak akan jatuh walaupun sudah matang, itu hukumnya.


Seharian Alexia hanya makan buah buahan yang sangat lezat, Alexia tidak pernah bosan, padalah jika itu seorang kultivator, buah ini biasanya akan dijadiakan sebuah bahan obat yang baik, tapi hanya makanan di tangan Alexia, walaupun buahnya tidak terlalu berharga.




Sore harinya, karena dia bosan di rumah, dia kepikiran untuk mencari Ying Yaeru.


Keluar bersama Alexia dan akan ke rumah Ying Yaeru, Tapi dia tidak tahu dimana rumahnya.

__ADS_1


Alexia ingat dia punya indra spiritual, kenapa dia begitu bodoh sih.


Melepaskan indranya dan mencari keberadaan Ying Yaeru dan menemukannya berada diwilayah yang berada dihutan, Alexia pergi kesana dengan Asia, dengan berjalan kaki sambil memakan buah buahan.




Sesampainya dia disana dia melihat sebuah rumah terpencil dan Alexia masuk tanpa mengetuk bersama Asia.


“Kakak Ying”


Ying Yaeru kaget dengan kemunculan Alexia, dia sulit mendeteksi Alexia, dan tidak akan tahu jika dia datang.


“Kenapa kamu tidak mengunjungiku, emh ngomong ngomong aku membawa buah buahan untukmu”


Asia mengeluarkan buah buahan dan meletakkannya dimeja.


“Baik, terima kasih”


Ying Yaeru melihat Alexia selama beberapa waktu, Alexia merasa tidak nyaman dengan ini berkata.


“Ada apa kakak”


“Apakah kamu tidak takut sama sekali, Kamu sudah membunuh salah satu dari bawahan sage emperor”


“tidak, Malah aku akan memburu mereka kedepannya setelah aku mencapai peringkat Material Ancestor tahap 2”


“Apa, aku tidak salah dengar, kamu mau memburu mereka !”


“Yap, dengan cerita Kakak Ying, sudah cukup tau mereka itu jahat, selagi sage emperor tidur, ini kesempatan kita kan, untuk menghapus bawahannya”


“Emh, betul juga”


“Maka dari itu aku juga mau bertanya, dimana tempat mereka biasanya berada”


“Maksumu tempat anak buah Sage Emperor ?”


“Yap”


“Mereka biasanya akan tetap ditempatnya, di puncak pegunungan desolate dan mengawasi seluruh alam Reruntuhan Draconic, tapi aku tidak tahu jika itu berubah setelah kamu membunuh salah satu dari mereka”


Dari percakapan dengan Kakak Ying, Alexia tahu dimana tempat mereka tinggal dan hanya menunggu waktu sampai mereka menghadapai ajalnya.


Setelah itu Alexia berpamitan dan kemudian pergi kembali ke rumahnya.


Dalam beberapa waktu ini dia akan berlatih di luar sekte, di daerah pegunungan, karena tekniknya mempunyai efek kerusakan gak ngotak.


Alexia mencari tempat yang cocok.


Dengan efek buff mesum dan ditambah efek kalung barunya, Statistik bip~ semakin sering terjadi, ahh, sulit sekali konsentrasi.




Satu hari terlewat dan Alexia bahkan belum memulai sama sekali, dia malah mengurusi cairan tubuhnya yang selang beberapa detik muntah lagi dan lagi, untuk celananya itu berkualitas Rune, jika tidak danau cinta akan dibentuk disini.


Alexia juga menyempatkan untuk mengisi sebuah botol dengan air bip~nya, karena airnya kaya akan energi dan bermanfaat bagi seorang kultivator.


Dia akan memberikannya ke Nie Li dengan kedok air surgawi, hahah, pikiran Alexia sudah semakin kotor.


“kira kira bagaimana ekspresinya saat itu”


Sebenarnya niatnya untuk Nie Li baik, tapi Alexia sudah salah memilih jalan

__ADS_1


__ADS_2