
“Dari 49 yang lolos disini, kamu harus mengalahkan mereka semua dan buktikan kekuatanmu kepada mereka dan buktikan pada kami bila kamu pantas akan hal ini, apakah kalian berdua berani ?”
Elder Sun Qian menawarkan sebuah kondisi kepada mereka.
Dengan mendengar kata kata Elder Sun Qian, hanya dengan beberapa saat, Dia mengetujuinya, Xiao Yan tidak akan menyianyiakan hal ini.
“Aku setuju”
“Aku juga”
Kata Xiao Yan dan juga Xun'er juga mengikuti.
“Baiklah, besok pertempuran akan digelar disini, sebaiknya kalian persiapkan dirimu”
Kemudian Eleder Sun Qian pergi dari sini, Ning Ran juga pergi dari sini.
Sesampaimya di asramanya, Ning Ran segera mandi dan kemudian berganti piyama untuk kemudian dia pergi tidur.
…
…
Pagi harinya, Ning Ran bangun, Aktivitas pagi seperti biasa dan berganti menjadi pakaian Akademinya.
Kemudian Ning Ran pergi ke tempat yang sudah ditentukan.
Disana sudah banyak orang yang akan menentukan pertempuran ini.
Jelas test ini banyak yang akan menonton kelanjutannya, karena baru pertama kali ada seperti ini selama sejarah akademi Jia Nan.
tepat setelah Ning Ran datang, Tidak lama kemudian, Barisan Xun'er dan juga Xiao Yan datang.
“Wow, dewi Xun'er tak terkalahkan”
“Ahh, dewi Xun'er”
Banyak pendukung Xun'er dan dan yang menghina Xiao Yan tidak kalah banyaknya.
“enyahlah kamu dari dewi kami”
“Pergi sana”
“uwh, dewi Xun'er yang malang”
Singkat cerita, tempat ini sangatlah ramai.
“Diam semuanya”
Suara yang menggelegar terdengar dan paksaannya membuat banyak siswa menjadi tidak mau berbicara lagi dan menyaksikan dengan seksama.
“Xiao Yan, Xun'er, aku tanya sekali lagi, jika kamu menyerah, aku akan mempertimbangkan rapormu dan kalian mungkin bisa mendaftar tahun depan”
Suara Elder Sun Qian terdengar seperti nasehat, walaupun suaranya sedikit bersemangat.
“Terima kasih atas pengingatmu Elder Sun Qian, tapi keputusan kami sudah bulat”
Suara Xiao Yan sangat mendominasi. tentu saja dia menolak hal seperti mundur, sulit mencari kata mundur di kamusnya.
“Baiklah, semoga berhasil”, kata elder Sun Qian.
Saat ini dibalkon.
“Wakil kepala sekolah, 50 musuh 2 orang, bukankah ini tidak adil”
Suara Guru Ruo Lin yang sepertinya tidak terima dengan pentandingan ini.
“Ini Adalah jalan yang mereka pilih”, kata Hu Gan sang wakil mepala sekolah
“…”
Guru Ruo lin sudah tidak bisa menyangkal lagi, dia hanya berharap, Xiao Yan dan Xun'er dapat menang.
Di lapangan.
Sosok merah melompat ke lapangan.
“Sudah cukup dengan omong kosong ini, kamu !”
Dia menunjuk Xiao Yan dan kemudian berkata
“anak yang yang suka membolos ?”
Xiao Yan menanggapi dengan santai, “Aku dengar banyak lawanku hari ini, apa cuma kamu ?”
Kebanyakan kata kata dan gerakan Xiao Yan memiliki efek pasif memancing amarah lawan.
“Hah, Lawan, aku aku hanya tertarik pada orang orang kuat, apa kamu masuk kualifikasi ini ?”
Wu Hao itu tertawa dan kemudian berkata lagi.
“Oi, aku serahkan pada kalian”
“Sialan Xiao Yan, kamu merebut dewi Xun'er dari tangan kami, kamu harus menerima konsekuensinya”
Hu Jia dari tiger Girl bergabung dengan pertarungan.
“berikan dia konsekuensinya”
Barisan gadis cantik dengan kompak berteriak hal yang sama.
“Xiao Yan, Apakah kamu sudah siap mati”
Seseorang bergabung lagi dengan pertempuran.
“Itu Baishan, dia disini”
“Kenapa mata mereka”
Diskusi baru memanas, dan saat melihat Bai Shan, Xiai yan bertanya dengan tertawa.
“Bagaimana bubuk cabainya, dapat menghikangkan ngantuk kan”
“Sialan”
Kapan Bai Shan diejek seperti ini. mereka begini gara gara bubuk cabai Xiao Yan kemarin malam.
__ADS_1
“Sudahlah, misiku kali ini adalah mengalahkan kalian semua dan membawa Xun'er ke cabang pusat”
Xiao Yan lelah dengan pertunjukan ini, dia bergaya dengan sombong.
“Sialan begitu sombong”
“Ahhk”
Bai Shan dan Juga Hu Jia beserta kroninya menyerang ke arah Xiai Yan.
“Satu, dua, tiga”
Xiao Yan sangat santai, dia melesat dengan sangat cepat dan mengalahkan semua orang dan hanya menyisakan 4 orang termasuk Ning Ran.
“Apakah Xiao Yan memang sekuat ini ?”, kata Bai Shan
“Sial”, kata Hu Jia
Kemudian Xiao Yan memancing kemarahan mereka dengan membiarkan dirinya saja yang bertarung.
Kemudian Hu jia mulai menyerang Xiao Yan.
“Nether viper lanes”
Cambuk hu Jia bergerak seperti ular dan menyerang Xiao Yan.
Ditambak Xiao Yan menghadapi Pukulan pedang dari Wu Hao.
“Divine Flame”
“Api merah raksasa menyerang bertiga”
“maaf sebenarnya aku tidak ingin menggunakan api yang berbeda, tapi jika kondisinya sudah seperti ini”
Kata xiao Yan. Tapi tiba tiba Xiao Yan seperti tekena serangan jantung, energinya melonjak dan sepertinya mengalami kenaikan di arena.
“Terobosan”
“Bahkan di arena !”
“Xiao Yan sudah pasti di hitung kali ini”
Dan mereka yang berlawanan dengan Xiao Yan di arena tidak akan membuang kesempatan ini.
Bai Shan memanfaatkan keadaaan ini dan meyerang Xiao Yan.
“Duang“
Serangan mereka terhalang oleh Xun'er, ”Selagi aku disini, tidak ada yang bisa mendekati kaka Xiao Yan”
Mereka mengguakan serangan kombinasi tapi berhasil dihalang oleh teknik Xun'er.
Tapi serangan mereka tidak berkahir di situ.
Wu Hao menyerang dan menghancurkan teknik Xun'er dan hampir memaksanya menggunakan teknik terlarang untuk memaksa mereka.
“Tidak perlu Xun'er”
Tiba tiba suara Xiao Yan seperti musim dingin yang menerpa telinga Xuner.
“Kakak Xiao yan, kamu sudah naik peringkat”
“Serahkan semua ini kepadaku”
“Baik”
Kemudian Xiao Yan berdiri didepan didepan Xun'er.
Tiba tiba beberapa riak emas muncul di arena, terarah pada semua orang di arena, tapi tidak kepada titik vitalnya.
“Boom boom boom”
bukan kerena tusukan harta melainkan karena ledakan harta milik Ning Ran, yang seolah olah membuang harta tidak berharga.
Hu Jia, Bai Shan dan Wu Hao dikalahkan dalam sekejab dan pingsan.
“Hey Hey, sepertinya semuanya melupakanku”
Ning Ran yang dari tadi tidak kebagian, muncul dengan epic di arena. Dia memakai seragam wanita berbalut emas, kapan dia mengeluarkanya.
“Lihat Ning Ran bergerak”
“Variable tersulit tahun ini, dengan kemampuan misterius”
“Kakak Xiao Yan, kamu harus berhati hati dengannya, dia mempunyai sejenis teknik luar biasa dan sepertinya mempunyai pasokan senjata yang tidak bisa habis, lucunya dia dulu satu asrama denganku, dan aku curiga dia punya latar belakang yang luar biasa”
Xun'er mengingkatkan Xiao Yan akan berbahayanya Ning ran. bahkan Xun'er sendiri merasa kalau Ning Ran dari klan kuno tersembunyi dia tidak akan heran lagi.
“Itu tidak masalah dihadapanku”
Sebelum dia bergaya, banyak senjata emas terbang dengan cepat ke arahnya.
“Flame Shield”
Xiao Yan berhasil menahannya tapi tidak lama, perisai apinya tertembus, untung dia bisa menghindarinya.
“Bagus bagus, tapi bagaimana jika kalian aku serang di waktu yang bersamaan, coba Xiao Yan, mana yang kamu lindungi”
Puluhan riak emas, keluar dan setiap senjatanya terbungkus oleh energi tajam dari kuktivasi Ning Ran.
“Swosh swosh ~ boom”
Xun'er dan Xiao Yan masing masing di bombardir, Xun'er sudah mencoba menggunakan teknik Qi Shield tapi dapat mudah tertembus oleh tombak yang di keluarkan oleh Ning Ran.
“ahh”
Xun'er berteriak, dia terken efek ledakan pedang Ning Ran, faktanya Ning Ran mengurangi energi pisaunya dan tidak menyebabkan luka serius.
Tapi seperti Xiao Yan yang obsesif dalan melindungi gadisnya.
“Xun'er”
Melihat Xun'er terdesak dan , Xiao Yan sangat marah, dia kemudian akan mengeluarkan jurus terkuatnya.
“Burn“
__ADS_1
Sebuah api berwarna biru muncul di tangannya.
“Kenapa menjadi panas sekali”
“Ahh”
Api kedua muncul di tangan Xiao Yan.
“Api kedua muncul”
“Hal gila apa yang dia lakukakan”
“Dia mempunyai dua api !”
Dibalkon
“Sebagai seorang Alkemis, Xiao Yan bisa jadi sangat berbakat”
Sorang guru berkata
“Sepertinya Xiao Yan dapat memenangkan pertempuran ini, dari intensitas energinya, ini dapat terlihat”
Kata Guru Ruo Lin. bahkan dia sendiri terkejut, tapi dia tetap bahagia untuk Xiao Yan.
“Kamu terlalu meremehkan gadis Ning Ran ini, lihat wajahnya yang sangat santai, dia tidak panik sama sekali”
Alkemis itu menunjuk ke arah Ning Ran di lapangan.
Di arena pertempuran.
Xiao Yan menggabungkan 2 jenis api dan kemudian.
“Buddha Fury flame lotus”
Sebuah teratai api terbentuk, panasnya menyebar ke area Ning Ran.
Sebuah riak terbuka di depannya, dan perisai emas muncul.
Shield of the gods, sebuah tameng dengan aura luar biasa yang dapat melindungi pengguna didalamnya.
Dengan perisai ini api Xiao Yan tidak berguna bagi Ning Ran.
Setelah api menghilang, Ning Ran tetap berdiri disana, sementara Ning Ran hanya tersenyum melihatnya.
“Bagaimana bisa !”
“Ning Ran masing bertahan”
Tapi kemudian semua orang dikejutkan dengan perkataan selanjutnya dari Ning Ran.
“Aku menyerah, aku mengakui kekuatanmu Xiao Yan, perkenalkan namaku Ning ran”
Setelah berbicara, suara audiens bergema lagi.
“Ahh, demi Xiao Yan, dewi Emas kita menyerah, racun, xiao yan adalah racun !”
“Dewi emas”
“Dew Emas”
Ning Ran datang dan riak emas muncul ditangannya, sebuah botol muncul.
Dari dalamnya, Alexia mengeluarkan pill 4 warna.
Dia langsung memaksanya kemulut Xiao Yan.
Sebelum xiao yan dapat bertindak, efek pill ini bereaksi, semua luka dan kelelahan energinya menghilang. dia pulih 80 persen, pill yang kuat.
ini adalah pil yang dibekalkan kepada Ning Ran dan dibawa di ruang harta Raja.
Ning Ran melajukan hal yang sama kepada 4 orang lainnya, luka mereka sembuh dengan sekejab mata.
“Ahh, kenapa aku disini”
“Dewi Xun'er”
“Kalah Ya ?”
Meraka bingung dengan yang sebelumnya terjadi.
“Hmm, aku melihat pertempuran kalian terlalu berbelit belit ok, jadi yah, maafkan aku”
Ning ran berkata dengan sedikit rasa bersalah, tentu saja itu palsu, hahaha.
“Uwu, dewi yang baik”
“ahh, Ning ran-sama”
Dua belah pihak laki laki dan perempuan mendukung Ning Ran. dan tiba tiba menjadi fansnya.
Bisa dibilang penampilan Ning ran saat ini cukup Cantik dan yang pasti keren.
“Aku umumkan, karena Ning ran menyerah, Maka, pemenangnya adalah Xun'er dan Xiao Yan.”
Penatua Sun Qian mengumumkan hasilnya.
“Awesome“
“Amazing”
“Putri Xun'er tetap di akademi”
“Persetanan dengan Xiao Yan !”
Saat ini pendukung Xun'er seperti bendungan pecah.
“Xun'er berterima kasih pada kakak Ning Ran”
Xun'er berterima kasih pada Ning Ran dan Xiao Yan juga berkata.
“Terima kasih, Sebelum itu perkenalkan, Namaku Xiao Yan, maaf agak terlambat”
“Aku Ning Ran, senang bertemu denganmu !”
“Begitu kah, Ning Ran, selanjutnya aku tidak akan kalah”
__ADS_1
“Baik”
Setelah bertukar kata, Ning ran memilih pergi dari sini.