Dewi Ini Tidak Begitu Suci

Dewi Ini Tidak Begitu Suci
Bab 63 : Alkemis


__ADS_3

Alexia melihat satu persatu hadiah yang dia dapat.


[ Nama :  Gate Of Babylonia


Sumber :  Fate


Kemampuan : Salah satu phantasm dalam seri fate, sang raja tertua Gilgamesh, memiliki banyak harta serta senjata untuk setiap musuh yang berbeda dan banyak kondisi .]


“Uh, sepertinya ini sangat berguna di dunia animasi, tapi jika didunia beladiri, apa tetap sama ya ?, tapi walupun begitu, ini tetap keren”


Alexia pikir seperti itu, berhubung ini harta, coba saja kalau ada waktu, selanjutnya.


[ Nama :  Godly Alchemist


Sumber :  Unknown


Kemampuan : Raja dari segala obat obatan dan racun, mampu membuat berbagai obat semudah telapak tangan. Tercipta dengan pengalaman dan pengetahuan dari dewa alkemis. Setelah digunakan akan membuat tuan rumah memiliki pengalaman dan pengetahuan dewa alkemis.]


“Hmm, apakah tidak ada panel keberuntungan untuk gadis ini, coba lihat berapa index keberuntunganku, sepertinya tidak terukur, hahahah”


Belum sampai membeli, Alexia mendapatkannya dari hadiah. Dalam suasana yang bahagia Alexia melihat hadiah selanjutnya.


[ Nama :  Hell Flame


Sumber :  Unknown


Kemampuan : kemampuan Api neraka, dipercaya sebagai api yang naik dari kedalaman neraka. Dapat membakar apapun.]


“Hm, kemampuan api dan Alkemis, sangat cocok”


Alexia memilih menggabungkan kedua kemampuan ini sekarang.


[ Mulai penggabungan pengetahuan Dewa Alkemis … Berhasil ]


[ Memulai penggabungan Hell Flame … … Berhasil ]


Sudah selesai, dan Alexia sepertinya sudah penguasaan sempurna atas pengetahuanya.


Sekarang selama dia membeli bahan baku obat dia hampir bisa membuat segalanya asal ada resepnya.


Sebuah api hitam muncul di tangan Alexia, sangat menajubkan.


Dia kira apinya warna api merah biasa, siapa tahu berwarna hitam, tapi justru warna hitam sangatlah menakjubkan.


“Aku rasa aku sudah terlalu hebat bukan, jika tanpa misi aku sendiri bingung mau ngapain selain bermain dengan tubuh sensitifku”


Terkadang Alexia berpikir begitu, karena sumber kesenangannya juga tubuhnya saat ini.


“Ahh, Benar juga, aku masih membawa Asia, di cincin penyimpanan”


Alexia hampir lupa hal ini, dia mengeluarkan Asia dari cincin penyimpanannya.


Untungnya Asia masih dalam kondisi tertidur.


Dengan sedikit teknik dan masukan energi Asia terbangun kembali.


“selamat pagi tuan”


Asia berdiri didepannya, dengan penampilan hayasaka, sudah seperti pelayan ahli.

__ADS_1


“Nah Asia, Sebagai pemanasan, Mulai servis”


“Baik tuan”


Asia mulai kedepan Alexia dan dengan terampil membuka pakaian Alexia yang sedang menikmati perasaannya.


Setelah semua terbuka, Asia pertama memainkan bakpau besar Alexia dan memilin milin puncaknya dan juga menjilatnya.


“Ahh, sama seperti dulu, sangat nikmat”


Alexia sangat menikmatinya.


Asia tidak berhenti disitu, dia mulai bermain dengan lemak gemuk Alexia, dengan lidahnya dia membasahi lagi bagian Alexia.


“Yah, bagian itu, gatal”


“Baik tuan”


Asia memindahkan tangannya, dan dengan tiga jarinya dia membantu menggaruk bagian gatal Alexia.


“Yah, ump, ahhhhhh, aku keluar !, jangan bergenti”


Kecepatan tangan Asia tidak berkurang. Alexia sudah bip~ beberapa kali.


Akhirnya Asia memanfaatkan mainan yang biasa digunakan Alexia.


Perlahan memasukkannya dengan lancar, mainan besar sangat muat dalam gua kecil Alexia.


Berbeda dengan saat bermain sendiri, tinggal menikmati sangat berbeda.


Suara basah ambigu antara benda basah terus terdengar dalam ruangan dan sesekali suara teriakan lembut Alexia yang terdengar.


Dengan gerakan Asia yang semakin cepat, Alexia tampak semakin dalam dalam ectasy.


Alexia bip~ untuk kesekian kalinya.


“Berhenti Asia, sudah cukup”


Dengan perintah Alexia, Asia menghentikan gerakannya, dia juga mencabut mainan itu dari Alexia.


Cairan putih dan sedikit transparant keluar dari dalam lemak gemuk Alexia.


“Sepertinya cukup untuk hari ini”


Setelah puas bermain dengan miliknya. Alexia akan pergi keluar, dia pergi ke aula pengobatan dari sekte Misty Cloud


Dengan arah yang sudah dia pahami, alexia berjalan menyusuri sekte.


Banyak murid yang menyapanya, kebanyakan dari mereka adalah gadis, dan sedikit murid pria yang menyapanya, mungkin karena malu.


Ngomong ngomong Saat Keluar, Alexia selalu mengenakan cadar tipis, jika tidak wajahnya akan membuat efek pengurangan darah pada murid bahkan guru lainnya.


Setelah berjalan sebentar, Alexia sampai di aula pengobatan.


Dia membeli beberapa obat untuk pil kelas tiga, hal ini dapat mudah ditemukan di aula pengobatan.


Sebagai guru, tidak ada yang mempertanyakan apa yang dia beli, dengan santai dia membelinya dan kemudian kembali ke kamarnya.


Alexia menyegel kamarnya.

__ADS_1


Pertama dia mengembang biakkan bahan obatnya dengan api kehidupan dan membuatnya menjadi beberapa kali percobaan.


Setelah itu dia mulai membuat obat sesuai resep yang dia miliki dikepalanya.


Bahan bahan obat yang dibutuhkan semuanya terbang dan kemudian terbakar oleh api hitam di bawah kontrol ekstrem Alexia, ini dinamakan pemurnian. Dalam beberapa saat kemudian, pemurnian selesai dan ^didapat inti sari dari bahan obat.


Mengikuti pengetahuannya, masing masing dari bahan obat itu bergabung dan terus terjaga dalam kekuatan mental Alexia. Dan mulai pembentukan.


Alexia membaginya menjadi 6 pill kelas tiga.


“Ternyata cukup mudah, bukankan aku cepat kaya jika begini, hahaha”


Pill yang diperbaiki Alexia adalah pill penguatan tubuh, saat digunakan akan memanaskan tubuh serta memperkuat kulit dan juga otot serta memadatkan tulang.


Karena berhasil dalam satu percobaan, sisa obatnya Alexia simpan dalam cincin


Penyimpanan.


Melihat tiga pill dengan warna cantik didepannya, Alexia tidak ada keinginan untuk memakannya.


“Seharusnya sangat pahit bukan, lain kali aku akan menambahkan rasa buah atau sesuatu”


Karena masih percobaan, alexia tidak menambahkan berbagai hal seperti rasa, atau penguat lainnya. Dia sebenarnya punya caranya di pengetahuan dewa alkemis.


“Lebih baik berikan kepada Yanran saja”


Alexia memasukkan obat obatan itu kedalam botol khusus.


Dia akan membuat beberapa pill, tapi dengan tingkat yang lebih tinggi.


Jadi Alexia kembali ke Aula pengobatan dan membeli beberapa bahan obat yang tidak terlalu langka dan beberapa buah buahan.


Setelah mendapat bahannya, Alexia kembaki ke rumahnya dan memulai pemurnian.


Dia membuat pill yang ada pada pengetahuan dewa alkemis, pill kecantikan, dengan fungsi memperindah bentuk tubuh serta membuat payudara lebih proporsiaonal dan memutihkan serta menghaluskan kulit.


Penyulingan lebih mudah dari yang pertama kali, dalam waktu setengah jam, alexia menghasilkan 20 biji pill kecantikan, ini juga manfaat dari api kehidupan sebagai pemasok herbal tanpa batas.


Pill berwarna warni dengan bau yang sangat harum muncul di depan Alexia.


“Hm, lebih baik dari yang pertama”


Alexia juga menambahkan rasa buah buahan kepada pill ini.


Dia mencoba satu pill dan pill dengan rasa jeruk pecah dan mengalir dimulut Alexia.


“Lebih seperti permen”


Rasanya mirip permen jeruk, Alexia juga merasakan kulitnya menjadi lebih kencang dan juga *********** terasa lebih terangkat.


“sepertinya efeknya tidak terlalu besar, lagian kecantikanku sudah maksimal sih”


Kata Alexia sambil memeluk bakpaunya dan juga mengusap wajahnya, seperti gadis gila kecantikan.


Dengan pose narsis dan sambil mengagumi wajahnya sendiri, dia berbicara seolah olah menyesal akan kecantikannya.


“Jika pill ini diminum secara berkala, mungkin aku menjadi semakin cantik dan cantik sampai sampai tidak ada pria yang sanggup menahan kecantikanku bahkan para dewa menjilat kakiku”


Pikir Alexia, semakin kuat kekuatannya, penampilannya juga semakin cantik, melihat orang lain iri dan terpikat dengan wajahnya sungguh suatu perasaan.

__ADS_1


Setelah cukup dengan penampilannya, Alexia memasukan sisa pill kecantikan kedalam botol dan membaginya menjadi enam botol dengan 3 pill di masing masing botol.


Kemudian menyimpannya ke dalam cincin penyimpanannya.


__ADS_2