Dia Milikku, Hanya Untukku

Dia Milikku, Hanya Untukku
Bab 4 ( Pertemuan pertama Kali )


__ADS_3

"Ini bilik awak. Biasakan diri dan selepas anda mandi, pakai pakaian ini dan terus ke dewan masuk untuk arahan selanjutnya."


" Baik"


Setelah beberapa minit..


" Eh? dewannya terletak di mana?..Ya ampun, sepertinya saya sesat jalan. Saya fikir ia sepatutnya di sini. Ah, pergi ke mana-mana sahaja. Sesat seperti ini juga nampaknya cukup menyeronokkan. Jika pengajar mencari saya, saya boleh saja katakan bahawa saya mempunyai ingatan jalan yang rendah dan tersesat."


Maka dengan itu, Hu Die terus berjalan di sekeliling akademi tanpa mengetahui lokasi dirinya sekarang. Baginya, itu merupakan peluang terbaik untuknya melihat seperti apa akademi yang dimasukinya.


" Kamu.. siapa? "


Tiba-tiba kedengaran suara seorang lelaki dari belakangnya lalu Hu Die pun dengan tenang melihat ke belakang. Melihat seorang lelaki yang manis menyapanya, dia terlalu terkedu sehingga jatuh. Dengan lembut, lelaki itu membantunya bangun dan bertanya mengapa dia berada di sana.


" Umm..umm..saya.. saya tersesat..haha..ha "


" Oh kamu hanya perlu berjalan lurus, kemudian ke kiri lalu ke kanan. Kamu pasti menemukan dewan masuk.."


" Oh terima kasih..Ah! ( jatuh tergelincir )"


" Adik kecil, apa kamu......?"


" Ah, saya baik-baik saja "


Dengan mengikuti arah yang dikatakan lelaki sebentar tadi, Hu Die akhirnya berjaya menjumpai dewan masuk dan masuk ke barisan mengikuti kelas di mana dia ditempati.Ketika pengerusi akademi akan memulakan kata-kata yang telah disediakannya untuk memberi sambutan yang hangat kepada pelajar baharu itu, Hu Die akhirnya menyedari lelaki yang membantunya sebelum ini memanggilnya adik kecil yang membuatkan dia kembali tertanya-tanya sama ada dia benar-benar terlihat kecil seperti anak kecil.


" Kalau difikirkan lagi, saya rasa saya sangat kecil. Apabila saya berdiri di hadapan lelaki tinggi itu sebentar tadi, ketinggian saya hanya berada pada aras bahunya.Tetapi...siapa yang peduli. Hal seperti itu sekurang-kurangnya tidak membunuh saya "


Seketika kemudian..


" Baiklah, semua siswa dan siswi bolehlah mencari rakan untuk membuat kumpulan dan membina latihan masing-masing."


" Eh apa?.. Rakan kultivasi?..bukankah kita semua ingin masuk ke kelas dan belajar bersama? "

__ADS_1


Setelah semua siswa dan siswi mulai bubar untuk mencari rakan kultivasi,terdengar suara tawa seorang wanita berdekatan dengannya. Nampaknya, wanita itu secara tidak sengaja mendengar pertanyaan yang ia baru saja keluarkan dengan suara yang kecil sebentar tadi. Masih tidak tahu tentang keadaan itu, Hu Die dengan bodohnya mengikuti wanita itu dan ketawa di sampingnya membuatkan wanita itu tertarik kepadanya.


" Hei, siapa nama awak?. Adakah anda ingin menjadi sekumpulan dengan saya? "


" Mau! "


" Ketua kumpulan. saya mendapat ahli lain untuk kumpulan kami! "


" Baik, baik..Dengan begitu, ahli kita sudah cukup."


Selepas diterima dalam kumpulan itu, sedikit kebahagiaan muncul di dalam hatinya merasakan bahawa dia tidak lagi ditinggalkan sendiri seperti dalam kehidupan lampaunya. Dia hampir menitiskan air mata tetapi siapa tahu apabila dia memandang ke hadapan, ketua kumpulan itu ternyata lelaki yang menolongnya tadi. Hu Die merasa sangat terkejut sehingga setiap tindakannya menjadi tidak menentu..


" Oh, bukankah kamu adik kecil sebentar tadi?


" Apa?!.. Saya akan marah! "


" Hahahahahaha.. Rupanya kamu kenal satu sama lain "


" Kenalin, saya Xuan Xue, ketua kumpulan "


" Saya Zhu ling long, hanya panggil saya ling long saja "


" Saya Jin renling, kamu boleh panggil saya Jin jin, Ren ren, Ling ling ( ketawa kecil )"


" Erhh..menjijikkan "


" Saya cuma bergurau saja. Kamu boleh panggil saya Xiao Ling "


" Feng fei, panggil Feng fei saja "


( Semua tatapan menuju ke arah Hu Die )


" Kenapa menatapku? "

__ADS_1


" ( semua ) Nama "


" Saya!? "


" ( semua ) Ya "


" Ehemmm..Saya.... "


" Haiyaa..Cepatlah "


Mendengar Renling menggesanya untuk cepat, Xuan Xue berusaha menahan tawanya namun tidak sengaja membuat yang lainnya tidak dapat menahan tawa mereka..


" Errr..Boleh saya teruskan?"


" Ehemm..Boleh.. boleh "


" Saya Hu Die "


" Hah? Rama-rama? "


Sekali lagi mereka semua ketawa termasuk Hu Die sendiri..Baru pertama kalinya, Hu Die mendapat rakan yang sangat mesra. Walaupun mereka mengatakan hal seperti itu, tapi Hu Die sendiri bahkan tidak mengetahui kenapa dirinya langsung tidak merasa terhina malahan sangat terhibur dengan ulah rakan kumpulannya..Bahkan setelah itu, mereka akan keluar untuk mencari makanan sebagai penambah tenaga untuk melanjutkan kultivasi..


" Oh ya, kita lupa menentukan penolong kepada ketua kumpulan, sesiapa? "


" Tak perlu..Hu Die sahaja "


" Kamu.. Kamu ya~..Hanya tahu kerjakan orang "


" Haha.. Hu Die, kenapa awak seronok sangat nak kacau, hah? "


" Ah~ apa-apa sajalah "


Dengan itu, semuanya teruskan berjalan dengan gelak tawa gembira..

__ADS_1


__ADS_2