
" Apa yang dilakukan Xuan Xue di sini?. Jangan-jangan...dia tidak mempunyai tempat tinggal ?"
" Xiao Die~Apa yang kamu katakan,umm? "
Mendengar suara lembut Xuan Xue yang sedang bercakap dengannya, Hu Die terkejut.
" Ka..ka..ka..kamu..."
" Apa? Kamu sudah tidak mengenal saya? Umm?.. Xiao Die? "
" Aishh, Jangan mendekat "
" Xiao Die~ Kamu memerah "
" Tak "
Melihat Hu Die, Xuan Xue tidak tahan untuk tidak mengujinya.
" ( Jantung sialan. Kenapa berdegub sangat kencang..Xuan Xue, kamu dungu!, membuat jantungku berdegub sangat kencang..Saya seperti nak gila tau? ) "
" Umm? Xiao Die..Kamu sakit bukan? Tidak hairan mukamu merah dan panas "
" ( Batuk ) Ya, sebenarnya saya sangat sakit.. Doktor, maukah kamu mengubatiku? "
" ( Tersenyum sinis )Cukuplah dengan lakonan itu..atau..Kamu benar-benar sakit..di sini..umm?"
Xuan Xue kemudiannya dekatkan mukanya menghadap Hu Die lalu menudingkan jarinya ke arah jantung Hu Die..
" Xuan Xue...kamu...."
" Umm? "
" Ah, tidak apa-apa.."
" ( Xiao Die~Kamu..milikku )"
Setelah malam tiba, Hu Die dan Xuan Xue pun keluar berjalan-jalan untuk melihat pemandangan seperti apa Bandar Liang pada malam hari. Mereka dengan cepat berjalan ke lokasi pesta tanglung kerana tidak ingin ketinggalan kesempatan untuk melihat namun alangkah terkejutnya mereka setelah melihat puluhan tanglung diterbangkan bersamaan..Hu Die dan Xuan Xue pun sesekali ingin menerbangkan sebuah tanglung milik mereka. Mereka pun melihat sekeliling untuk mencari tanglung dan menulis sebuah permintaan di permukaan tanglung itu...
" Xiao Die, apa permintaanmu? "
__ADS_1
" Tak boleh "
" Tch, pelit sekali "
" Huummmphh! "
" Baik baik baik..Mari terbangkan bersama "
" Okey "
Setelah menerbangkan tanglung bersama, sebuah pemandangan yang indah terwujud.
Pemandangan yang indah ini pula telah mewujudkan suasana yang romantik bagi mereka berdua..
( Di atas jembatan di bawah sinaran bulan dan pemandangan tanglung yang indah pada malam hari, Xuan Xue memberitahuku sesuatu yang bahkan saya sendiri tidak menyangka apatah lagi untuk percaya..Hatiku menjadi tidak terkawal..Dia menggenggam ku dengan erat namun lembut pada masa yang sama sekan-akan dia tidak ingin melepaskanku lalu berdiri tepat dihadapanku dengan senyuman manis seperti pertama kaliku melihatnya..Dia menatapku dengan serius.. )
" Xiao Die, panggil saya gege ( Abang ) "
" g..gege? "
" Umm..Apa tidak boleh?"
" Ke..kenapa? "
" A..apa? "
" Ummm, kamu sekarang adalah milikku..Saya akan memastikan itu "
" ( Erhh? bukankah dia terlalu percaya diri?..) Mi..milik seperti apa? "
" Mmm? "
" Oh..ok ok..Umm...umm.. "
" Umm? Xiao Die~panggil saya abang, bolehkan? "
" A...abang "
" ( Ketawa kecil ) Okey! "
__ADS_1
"( Arhh! jantung sialan! Saya tewas lagi kerana lelaki tak masuk akal ini! )"
" Hei, kamu.."
" Panggil abang "
" Oh..ok ok.."
" Ummm"
"Gege..Kamu, mengikuti saya bukan ?"
" Umm "
" Kenapa? "
" Kerana... kamu begitu kecil..dan selalu kehilangan arah.. Jika tidak ada orang membantu, kamu pastinya akan sesat "
" Alasan apa itu?( Ketawa ) .. Apa saya begitu kecil? "
" Ya..Lihat saja tanganmu..Sekali pukul pasti akan patah.. Saya..tidak mampu kehilangan kamu lagi"
" ( Lagi?..Apa maksudnya? )"
" Sejak bila kamu mengikutiku "
" Sejak kamu masuk di kota ini.."
" Ohhh "
" Xiao Die"
" Umm? "
" Kamu..sungguh dungu "
" Kamu! "
" ( Ketawa kecil ) Jangan lupakan saya lagi,okey? "
__ADS_1
" ( Lagi? )"
Dengan begitu, Hu Die tewas dalam mengendalikan perasaannya terhadap Xuan Xue dan berakhir memanggilnya gege ( abang )..Mereka pun menghabiskan masa libur mereka di Bandar Liang sehingga satu bulan berakhir...