Dia Pergi Saat Aku Sayang Dia GxG

Dia Pergi Saat Aku Sayang Dia GxG
#2


__ADS_3

Ntah syetan apa yg merasuki pikiran sepupu ku.Kenpa dia bisa2nya menabrak ku.Cuma karna aku tidak mendengar dia memanggil nma ku di jalan,dan seenaknya dia menabrak ku. itu bukan masalah lho,dan otaknya yg bermasalah mungkin.Tapi memang aku sma sekali tidak mendengarnya.Aku pake helm trus pake headset,ya gimana aku mau dengar.


"Arin,kaki mu kenapa.Kok jalannya pincang2 gitu?." dian mendekat dan membantu ku membawa tas ku.


" ntahlah,tdi kak disha kesurupan.trus tiba2 dia nabrak aku pake motornya.


padahal aku gak slah apa2 lho sma dia". duduk dan krn ada botol minum dimeja ku,kuambil trus langsung ku minum.


"Rin,beneran kak disha kesurupan.waw pasti cantik yaa." Baim tiba2 datang dan duduk di mejaku.aku tidk suka sm dia.krn dia vans berat kak disha.


"apaan cantik.kyak kunti pun.tau kunti kan.nah seperti itulah dia". aku marah2 gak jelas sm baim.Eh si baim nya mlh ketawa2.

__ADS_1


" hahahh.santai lah Rin..kan emng benar kak Disha itu cantik."bela Dian


"nah benar itu Di.Arin mungkin buta, makanya gak bisa melihat kecantikan kak Disha." Baim yg melihat ke arah ku langsung ku sembur dengan air minum yg dari tdi ku minum.


"anjir,gila kau ya Rin..baju ku basah semua lho.ah, ini mah gak lucu rin."


lngsung berdiri dan ambil jaket ku, trus dilap2nya di bajunya.Dian yg melihat itu,mlh ketawa2.


"iya gak gitu juga kali Rin.. baju ku basah lho."melotot ke arah ku.


"yg penting ****** ***** mu gak basah kan..klau yg itu basah baru aku kasihan." senyum trus main mata ke arah Baim.

__ADS_1


"maksudnya, kasihan kenpa?" tanya Baim ke aku


"yah kasihan burung mu kedinginan,kan dia lagi masa pertumbuhan..hahahh gila gila gila.kok pikiran ku kesitu sih." tutup muka dengan tangan kiri dan tangan kanan ku memukul-mukul pundak Dian.


"anjir,ini anak kenpa dah.kok mlh bahas burung..hahahh aneh".baim pun ikut ketawa karna kebodohan ku.sedangakan Dian juga ketawa tpi kesakitan juga.


" Rin,klau malu sendiri.Malu aja, gak usah bawah2 aku.sakit tau di pukul2 gini..auh rin, sakit."Dian pun memegang tangan ku,dan aku pun menghentikan pukulan ku.Baim yg melihat tangan ku di genggam Dian,mlh cie cie udh jadian nech.kok gak bilang2 sih.traktik sesuatu ke.Dian memang suka sm ku dari kami SMP dia udh blng,klau dia suka sm ku. tapi sllu ku tolak, karna aku memang gak ada rasa suka sm dia.cuma aku memng sayang sm dia.karna dia teman baik ku.dan aku gak mau pertemanan kami berantakan. karna,aku dari kelas satu SMA udh ada rasa suka sm sejenis.tapi itu masih sekedar mengangumi.belum sadar klau aku suka sm sejenis.Klau dia tau aku suka cwek,kan nnti dia mlh sakit hati.walaupun sering aku tolak dia,dia sma sekali tidak menjauh.malah semakin dekat, aku kesana dia juga ada.Aku ikut jdi anggota basket,dia juga ikut anggota basket cwok.


katanya dia gak mau jauh2 dari ku.klau boleh ikut tidur di kamar ku.katanya dia bkalan tidur di samping ku.hahah aneh gak sih.Dia anak Tunggal,ortunya lumayan berada.mamanya berprofesi dokter spesialis dalam.Sedangkan papanya punya perusahaan dan punya perhotelan dan perkebunan kelapa sawit.yg tadi ku bilng lumayan kaya.eh gak jadi, karna gak lumayan tpi kayaaaa bgttt..anjirrrr.Tapi dia gak sombong,dia baik bgt. klau aku mau sma dia.mungkin orng2 pasti berpikir aku matre.karna mau uangnya aja. padahal merka gak tau aja.Klau Dian yg ngejar2 aku.


Jujur, aku masih kepikiran sama kak Disha.Sebenarnya dia kenapa. Dan kenapa dia marah sma ku.

__ADS_1


__ADS_2