
Pagi hari di rumah Ara,dua gadis masih rebahan di tempat tidur.mereka sibuk mainin HP masing-masing...Ara iseng,buat story di WA nya.itu foto Arin,yg diambil nya diam-diam pas Arin tertidur waktu istirahat di kelas.
"heiii...apa sihh..hahah..hapus ini,jelek bgt sayang.."dia pun memperlihatkan HP ke arah Ara.
" gak mau,,aku capek-capek yaa fotoin itu.itu momen paling langkah,dan paling berharga untukku."Ara memeluk tubuhnya Arin,dan membuang hpnya Arin ke smping mereka.
"Lah..hp ku malah di buang." melihat ke arah hpnya.
"habis..dri tdi sibuk terus sm HPnya,aku gak dianggap ada di sampingmu..kesal tau." mencium bibir Arin sekilas.
"Kan kmu juga sibuk main HPnya..jdi kmu jga gak anggap aku ada disini dong." mencium bibirnya Ara dan Ara pun membalas nya dgn *******.
lumayan agak lama mereka kegitu.dan Arin pun menghentikan.
"ahh..takut ntar kebablasan..dan gak bisa pulang kerumah lagi."ucap arin
"gimana klau kita tinggal bareng aja."
melihat ke arah Arin.
"kan,gak akan pulang-pulang.klau kyak semalam,pasti gpp klau lanjut pagi lagi..dan waktu kita untuk bersama pasti makin banyakk,full total." ucap Ara ke Arin.
"Aist..kamu sadar gak sih,,klau kmu cantik bgt..Sumpah,jantung ku gak akan aman klau trus-trusan bersama mu..pikiran ku juga gak akan tenang Araa sayangg.."sekarng Ara sudah di atas tubuh nya Arin.
" hahah..Apa lagi kalau aku naik kesini, di tubuh mu pasti lebih gak aman..iya kan Sayang?."Ara sedikit menggerakkan tubuhnya,dan mmng mereka masih blm pake baju,dri aktivitas mereka semalam.
"Astaga,,Ra.jangan membangunkan nafsu ku di pagi-pagi ini.aku tidak akan bisa menahannya,kmu sanggup apa..?semalam aja kmu kewalahan dan meminta untuk mengakhirinya."
"kan itu semalam..itu perdana aku main sm orng..nah ini kan udh pro,jdi lihatin aja nnti..pasti kmu yg akan kewalahan ku buat."
"beneran..nnti ku gas lho.."
"iya gaskan aja sayang..tpi jgn pake alat itu ya..aku gak suka,lebih suka gerakan yg kmu buat yg semalam."
"tpi yg ngajarin aku kak Angel lho."
"dihh..ngapain bawah-bawah namanya sih sayang..aku gak suka lho."
Tiba-tiba Arin mengendong Ara,dan merebahkan tubuh Ara..dan otomatis Ara di bawah dan Arin diantara kedua pahanya Ara.Arin,mencium lehernya Ara..berpindah ke bibir..Tangan nya lumanyan nakal..dia bermain-main diatas dadanya Ara.Ara sedikit mendesah,Arin pun menatap kedua matanya Ara...
"touch me Baby..please jangan berhenti." Ara memohon kpd Arin.. dengan *******,dan bibinya bawahnya di gigitnya..
Karna Ara meminta Arin tdk boleh berhnti,Arin pun melanjutkannya.
Dia mencium bibirnya Ara,dan tangannya tdk lupa memainkan di dadanya Ara.Arin pun berpindah ke dadanya Ara,dia memainkan dadanya Ara dgn mulutnya.Arin meninggalkan bekas merah di dada kanannya Ara..Dan dia kembali melihat matanya Ara.
"boleh,yg ini gak?." Arin pun menunjukkan ke arah bagian bawah Ara..
"klau sayang mau."
"mau banget..tpi klau kmu gak kasih,,bodoamat aku paksa juga."
"iihh,,dasarrr." Ara merangkul lehernya Arin,dan bibir mereka pun saling menyatu...
Jangan tanya..Ara segila apa klau sudah soal beginian...Dia begitu bersemangat mengeluarkan *******-******* yg begitu indah di telinga Arin..Arin yg sudah ada di antara kedua pahanya Ara,yg sudah bermain disna.Tiba-tiba HPnya Arin berbunyi..Arin tdk perduli dia msih sibuk memainkan kepunyaan Ara.
Karna HPnya Arin di dekat Ara,jdi diambilnya..dan dia ketawa pelan,dan memanggil nama Arin.
"Arin."tpi Arin tdk menjawab panggilannya Ara.
" Sayang...kak Cindi nelpon lho."
dan memperlihatkan hp itu ke arah depan.Arin pun dgn terpaksa berhnti dri aktivitas nya.
"aiisss..kak Cindi ganggu aja deh.."
__ADS_1
"mau ku angkat gak? " tanya Ara.
"ydh..angkat aja sayang."
panggil dri kak Cindi pun diangkat oleh Ara.
"Dek..bantuin kk beresin rumah..kk butuh di bantuin sekarng,,kk bisa gila melihat rumah Seberantakan ini."
ucapCindi dari telpon.
"hah,,kok berantakan sih kak,bukannya pagi-pagi kemarin biasa-biasa aja.Dan maksud kk berantakan itu,seperti apa?"
Arin berbicara kepadanya kknya,tapi jari tengah nya bermain-main di selangkangannya Ara.Jangan tanya Ara ekspresi wajahnya sperti apa.ingin menolak tpi enak,,ingin mendesah takut kedengar kak Cindi.jdi dia menutup wajahnya pake bantal..dan itu membuat Arin semakin mempercepat permainan nya.Dia mengambil bantal itu dri wajah Ara dan melemparkan nya ke smping.Ara menatap Arin dgn wajah memohon agar menghentikan nya.tapi Arin tdk mau,dia msih melanjutkan aksinya.Arin yg tiba-tiba mencium lehernya Ara yg sedikit digigit,membuat Ara mendesah dan otomatis Cindi dengar.Tpi Arin lupa dengan telponan itu..Ara memukul-mukul tangannya Arin tpi Arin tdk perduli dia..dia kerasukan birahi yg begitu tinggi.dan Cindi pun menyadarkan seketika.
"Arin anj*ng..kurang Ajar benget ya kau..kalian berdua ngapain di situ.jgn blng kalian lge.....aahhhhh anjirrr,, kenapa kau seperti Candy sih."
Cindi marah-marah di telpon dan membuat Arin dan Ara sling pandang.
"kamu sih..kan udh ku blng jgn lagi."
ucap Ara berbisik ke Arin.
"habis kmu enak bgt sayng."
Dia pun mematikan telpon dari Cindi,dan mengajak Ara mandi bareng.
Setelah mereka siap-siap..Dan katanya Ara dia mau nginap di rumahnya Arin.dan Arin udh ngechat kknya,kata kakanya gpp.Mereka pun langsung pergi,naik motornya Arin.sesampai di rumah,ternyata Disha dan Dea sudah ada disana.Cindi mengabari mereka, klau Ara bkln nginep di rumah.Dan krn mereka belum percya tentang Ara benaran suka Arin.jdi mereka pun datang.
"kak...kok rumah bisa Seberantakan ini sih." Arin dan Ara kaget dan bingung kenapa rumah mereka bisa berantakan.
"Entah..kk juga gak tau." ucap Cindi singkat.
"masa kk gak tau sih." tanya Arin lagi.
"iya mmng aku gak tau dek."
"iya,kak cindi yg lakuin ini semua.orng kmi smlm jdi saksi nya kok." Disha pun ikutt bersaksi.
"kk kok mabuk lagi.,kan udh janji sm Ayah..gk blh mabuk lagi?" tanya Arin
"kk gak mau kok.." bela Cindi.
"kak Cindi,pacarnya mau nikah..dan udh tunangan diam-diam.makanya dia mabuk semalaman." sahut Dea.
"Ya Dea..jgn asal bacot mulutmu itu..aku mabuk,krn duit ku blm di kembalikan nya.lumanyan kan duit segitu..bisa tambah modalku."
"jadi kk di selingkuhin sm tuh cwok..dan apakah kk udh mengajar nya.. klau blm apakah aku yg akan mengajar nya smpe babak belur." tanya Arin.
"gak usah..aku cuma mau kalian berempat beresin ini semua..aku mau tidur kepala ku sakit bgt..dada,,yg bersih ya." dia pun say hello dan meninggalkan empat gadis itu di ruang tamu.Arin melihat ke arah Ara.
"maaf..jdi ikutan beresin.."
"gpp kok..aku malahan senang,krn aku blm pernh beresin rumah dri dulu."
ucap Ara.
Setelah selesai beres-beres semunya.mereka pun di kagetkan..Oleh kedatangan Triplet.
"assalamu'alaikum..adik adikku."
ucap Alina ke mereka berempat.
"wa'alaikum salam kak." jawab mereka bertiga,krn Ara kan non Muslim.
"tumben minggu-minggu ada disini."
__ADS_1
tanya Alisa.
"emng gak boleh." tanya Disha.
"bukan itu jawabannya adikku..
jawabnya kegini,kak Cindi lagi gila..jdi kmi terpaksa datang kesini."dia sengaja berbicara seperti itu krn melihat Cindi datang ke arah mereka.
" hahahh..sialan kau Lisa.."Cindi cm ketawain adiknya
"kk juga ngapain sih mabuk-mabukan segala..meresahkan orng aja." tanya Lina.
"ya terserah ku lah..knp kalian tdk suka." tanya Cindi
"enggak.." ucap mereka berbarengan.
"kk masak lah..lapar kami.."
"aku udh masak dari tdi,,cuma mereka berempat tdk mau membantu ku."
"lah mana kmi tau klau kk masak.orng kmi sibuk disini,,beresin ini semua." ucap Dea ke Cindi.
"ydh kali..kenapa sih kalian marahin aku terus...kasih ucapan gitu.."
dia senyum-senyum gak jelas.
"ucapan apa kak."
"ntahlah ini kak Cindi,ucapan krn si selingkuhin kah..atau di tinggal nikah."
tanya Alisa dan membuat mereka ketawa kecuali Cindi.
"gak jelas..jahat kalian sm kk.." dia pun pura-pura nangis.
"makanya kk jelasin dong..kasih ucapan apa?."tanya Lisa lagi.
" ucapan ke mereka dua.krn mereka pacaran sekarang."menunjuk ke arah Arin dan Ara.
mereka semua bengong,menatap ke arah Arin dan Ara.dan itu membuat Ara,menundukkan wajahnya dan tdk bisa melihat ke arah mereka.
"terus Anggi..emang udh kau lupain Rin?jangan bermain-main dgn perasaan anak orng dek..itu gak baik."
alina pun berbicara seperti itu,membuat Ara menatap ke ke arah depan dan melihat kakak-kakaknya Arin.Dia begitu tdk percya,ternyata hubungannya tdk di salahin dan mlah bertanya tentang Anggi.
"jangan bawah-bawah nama itu kak,aku tdk suka..memang Ara sekarang jdi pacar ku,klau orng kk menentangnya aku tdk perduli.aku mencintainya dan Ara juga mencintai ku."
"yah gimana lagi dek..mau kami tantang nnti kmu bawah-bawah candy...jdi terserah kmu aja.gmn menurut mu aja,kmu tau itu dosa..dan tdk ada yg suka tentang ini.kalian dua pasti tahu resiko berhubungan terlarang..Jdi tanggung resiko nya masing-masing.orng kakak gak akan ikut campur,tpi jika kmu berani bermain-main sm dia..kk akan ikut campur dan tdk akan diam aja.dan begitu juga dngan mu Ara,jika kmu hanya main-main sm adikku,tolong berhnti skrng juga.tpi jika kmu benr2 serius lanjutin..kmi tdk akan menggangu hubungan kalian kok."
jelas Cindi.
"aku mencintai Arin kak,,jdi jgn khawatirkan Arin klau sudah bersma ku..aku tdk akan pernh membuat dia bersedih atau menyakitinya.Krn aku benar-benar mencintainya kak."
"oke..aku tahu,kmu mencintainya.tpi kk mohon,apapun yg ada pikiran mu yg membuat kmu tdk nyaman.cerita sama adikku,,certain semua kepadanya. jangan di pendam,jangan di tutup-tutupin krn itu akan berakibat sangat fatal untuk kesehatan,fisik dan mental mu..Kk mohon,mulai sekarng anggap lah adikku jdi kekasihmu yg bisa kmu ajak untuk bercerita,krn dia mampu menutupi semua masalah mu dan jdi obat untukmu.dan kk tau,kmu gak bisa jauh dari adikku..kk gak bisa melarangmu untuk mencintai adikku.
Jdi,anggap lah kmi semua saudara mu.seperti Arin menganggap kmi kakak-kakaknya." Cindi pun memeluk tubuhnya Ara,Ara begitu tersentuh dengan ucapan Cindi.Krn dia dri dulu tdk pernh mendapatkan rasa keperdulian dri keluarga nya.dia cuma sering mendapatkan cacian,tidak dianggap ada di keluarga nya..di bilang anak haram,dan pernah juga di cap lont* sma keluarganya.Dan disini,di rumah Arin dia begitu banyak mendapatkan kasih sayang.walpaun perbuatan nya tercela,tpi tetap di perduliin...
*Arin..salahkan aku mencintaimu.Aku ingin sllu bersama mu.dan aku juga pernh mempeletmu,tpi nth knp gak pernh berhasil dan gagal terus*.Ara berbicara di sendiri di hatinya,dia menangis di pelukannya Cindi.Dan krn dia belum berhnti-hentinya menangis.Cindi pun melepaskan pelukan nya dri Ara.Dan mengajak adik-adiknya untuk makan.krn dri tdi mereka blm makan-mkan..
mereka semua begitu menikmati masakan Cindi.Karna Cindi jago masak,dia pernh les masak 1 tahun.
Makanya dia berani membuka Cafe Dan tdk lupa membuat menu makanan yg begitu banyak di sukai orng-orang.
Tapi gak ada yg tau sisi gelap nya Cindi,kecuali Ayahnya.Cindi yg di kenal cantik,baik,rama Dan punya kembaran cantik juga.ternyata mempunyai kelainan..Ntah kelainan apa yg dimilikinya,,Dia begitu suka menyakiti dirinya..setelah tubuhnya terluka dan mengeluarkan darah,dia menjilati darahnya itu..Dan itu Ayahnya sering mendapatin dia seperti itu..Dan Ayahnya membawanya berobat.Dulu Om ayahnya bisa mengobati orang-orang,krn omnya ayahnya itu orng pintar..Cindi dibawah ke sna Dan kakeknya juga ikut,krn kakeknya juga seorang indigo...Cindi ternyata lebih ganas dri kakanya Dina.Cindi suka dengan darah,Dan darah itu dri gadis yg msih perawan..Krn Tantenya Ada yg dokter,,jdi dia sering meminta tolong kpd kedua kakeknya untuk meminta tolong agar bisa di kasih darah.Dan Cerita tentang Cindi bakalan panjang krn dia juga seperti Candy.Cindi ternyata Bisex juga..dan sudah mempunyai seorang wanita.yang di jadikannya sebagai obat untuk kepuasan meminum darah perawan.
Dan siapakah sosok wanita itu..apakah nnti bakalan terbongkar..Atau dia bisa sembuh dari penyakitnya itu.
__ADS_1
......................