DIANRI

DIANRI
Bagian-2-


__ADS_3

------


"Banci lu?berani main kasar sama cewek ha!?"ucap Rio tenang tapi tegas


"Dari awal gw udah bilang sama ni satu cewek untuk gak usah campur!"ucap Rahel sinis


"Mending lu pergi sebelum kesabaran gw habis,PERGI!!"ucap Rio Rahel pun keluar dari kantin


"BUBAR SEMUANYA!"ucap Angga tegas


"Kan udah gw bilang dari awal gak usah ikut campur Diana Syafira Alika"ucap Rere penuh kesabaran


"Tau ah "ucap Dian


Saat Mereka sedang berbicara Datang seorang wanita cantik nan manis orang tersebut adalah Lisya


"Hay"sapa gadis tersebut yang bernametag Lisya Adinda Putri


"Owh Hay juga Lisya"balas keempat lelaki tersebut siapa lagi kalau bukan Rio,Angga,Rendi,Dion Lalu Lisya duduk di samping Rio, mereka terlihat begitu dekat bahkan sangat Dekat.


"Hey kak salam kenal Aku Lisya"ucap Lisya sambil menjabat tangan kedua wanita di depan nya


"Owh Hay gw Rere"


"Gw Dian"ucap Dian dan di balas anggukan dan senyum manis miliknya bahkan siapa saja yang melihat senyum tersebut akan terpana olehnya.


"Kamu udah makan Lis?"tanya Rio dengan Lembut,bahkan Dian binggung kenapa lelaki satu ini bisa berubah seketika jika di dekat Lisya?ada hubungan apa mereka


"Ga usah deh kk Lisya masih kenyang"ucap Lisya seadanya

__ADS_1


Rio dkk pun mengikuti arah mata Lisya dan disitu jelas terlihat bahwa seorang pria bersama dengan seorang wanita yang begitu mesra tanpa disadari cairan bening menetes, Lisya buru buru menghapus air mata nya dengan kasar. Lalu ia pergi begitu saja dari kantin tanpa mengatakan sepatah kata apapun.


Melihat hal itu Rio paham betul lalu ia mengejar Lisya yang membuat Dian binggung dengan sikap keduanya.


"Hm gw mau nanya mereka pacaran?"tanya Dian dengan hati hati


"Owh Bukan Lisya itu adik kandung Rio, emang knp?"tanya Rendi


"Hm gapapa sih"ucap Dian


Dilain tempat Lisya sedang duduk di kursi taman belakang sekolah yang jarang sekali orang datang saat jam istirahat,Lisya sedang menangis melihat orang yang dia suka bahkan dia sayang sedang bermesraan dengan wanita lain satu kata yang dapat ia ungkapkan


Sakit


Melihat Bahu Lisya gemetar Rio menyentuhnya lalu duduk di samping Lisya lalu Lisya menyambar kepelukan sang kakak, disini lah ia menumpahkan segala yang ia rasakan, Bahagia sedih kakaknya lah yang selalu ada untuk nya.


"Kenapa hm?"tanya Rio dengan Lembut sambil mengelus rambut coklat milik adiknya tersebut.


"Dengerin kakak ya,kita gak tau gimana perasaan orang ke kita,kita juga gak bisa memaksa seseorang untuk suka dan sayang ke kita, perasaan seseorang berbeda-beda, kita juga gak bisa larang seseorang untuk dekat dengan siapa saja,dia bebas memilih siapa saja.


Begitupun kamu kamu boleh memilih siapa saja yang kamu sukai dan kamu sayang, tapi ingat sebelum kamu sayang sama seseorang kamu sayang sama diri kamu sendiri,jangan mau terlihat lemah di hadapan orang yang kamu suka,itu akan memberi kesan bahwa dia merasa hebat karna lihat kamu sedih sedangkan dia bahagia dengan pilihannya.


Jadi sekarang kamu harus kuat, kamu gak boleh lemah, tunjukkan ke orang tersebut kamu bisa lupain dia dan hidup tanpa dia,oke?"ucap Rio dengan lembut dan penuh kasih sayang


"Iya kak Lisya bakal jadi cewek kuat dan Lisya bakal sayang sama diri Lisya sendiri sebelum Lisya sayang ke orang lain, makasih kak selalu ada untuk Lisya ,Lisya sayang sama kakak"ucap Lisya lalu kembali memeluk Rio


"Yasudah kita maka dulu ya,kakak tau kamu belum ada makan kan?"tanya Rio dan hanya di balas anggukan saja ,lalu Rio menarik tangan Lisya dengan Lembut


"Kamu mau makan apa Lis?"tanya Rio

__ADS_1


"Hm batagor sama es teh aja deh"ucap Lisya lalu Rio pergi ke stand batagor


"Lisya jangan galau galau nanti Aa Sedih"ucap Dion dengan muka yang di sedih sedih kan, Lisya pun hanya terkekeh melihat tingkah laku sahabat kakaknya ini


***** ni cewek manis bat dah gitu anggun banget gak kek gw yaallah-batin Dian


"Nih makan yang banyak ya"ucap Rio mengelus rambut pirang Carly milik adiknya tersebut.


"Iya bawel"ucap Lisya sambil terkekeh.


"Yo adik lu buat gw aja lah udah"ucap Angga sambil senyum-senyum sendiri melihat tingkah Lisya yang menurut nya imut bodoh sekali lelaki yang menyakiti Lisya


"Dih ogah gw kasih adik gw ke lu yang ada sengsara hidup adk gw"ucap Rio jengah


"Wah sekate-kate lu kalau ngomong, kalau adik lu sama gw wah hidup aman damai bahagia setiap hari"ucap Angga dengan bangga


Pletek


"Enak aja lu kagak kagak dedek Lisya cuma boleh sama Aa Dion seorang"ucap Dion mengedipkan mata dan tersenyum jahil


"Alah udah diem deh lu pada udah jelas jelas ayang Lisya buat Rendi seorang"ucap Rendi sambil memukul dada nya dengan semangat.


"Kak Rendi kak Angga kak Dion jangan rebutan donk masa satu bagi tiga sih"ucap Lisya dengan polosnya


Ucapan Lisya membuat mereka tertawa betapa polosnya anak tersebut.


"Kok kalian ketawa ada yang salah ya?"tanya Lisya dengan hati-hati


"Hahaha iya lu salah terlalu polos mana bisa satu bagi tiga"ucap Angga terkekeh geli mendengar ucapan Lisya

__ADS_1


"Owh gak bisa ya, padahal kan biar adil ,biar kalian gak rebutan lagi"ucap Lisya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Uluh-uluh tambah sayang deh sama Dedek Lisya ih ngemes"ucap Dion Manarik pipi cabi milik Lisya yang membuat sang empu meringis.


__ADS_2