DIANRI

DIANRI
Bagian-4-


__ADS_3

Pagi yang cerah Dian telah tiba di sekolah, hari ini ia berangkat dengan Rere ya walaupun hampir seminggu lebih mereka saling mendiamkan satu sama lain tanpa sebab ntalah Dian tak mau terlalu di pikirkan.


"Sana masuk kelas lu ,lu jangan bolos lagi awas lu kalau bolos"ucap Rere menatap Dian dengan sinis


"Ck ribet lu Mak gw aja kagak di permasalahkan"ucap Dian jengah lalu memasuki Kelasnya dengan langkah malas.


Tapi saat ia memasuki kelasnya Ia melihat Rio yang duduk di kursi miliknya.


"Eh kutil badak ngapain lu duduk di kursi gw tetanus gw nanti"


"Eh sekate-kate lu sama gw"


"Ah bacot minggir lu"ucap Dian lalu mendorong tubuh Rio hingga tersungkur di lantai


"***** badan gw"


"Lebay lu, udah sana hush....hush.."usir Dian agar Rio pergi dari kelasnya.


"Oke gw bakal pergi tapi ada syaratnya"ucap Rio menaikkan salah satu alisnya.


"Ck apaan buruan"ucap Dian yang mulai Jengah


"Lu temenin gw latihan basket hari ini"ucap Rio


"Dih ogah gw pergi sama anoa kayak lu"


"Oh jadi lu nolak ajakan gw, no Problem"Rio pun mendekat ke arah Dian lalu semakin dekat semakin dekat namun tidak seperti yang di bayangkan Rio lari membawa Tas milik Dian, Dian yang baru menyadari hal itu pun ikut berlari mengejar Rio.


"RIO KAMPRET BALIKIN TAS GW *****"


"HAHAHA AMBIL AJA KALAU BISA"ucap Rio meleletkan Lidahnya


Terjadilah aksi kejar mengejar, banyak pasang mata yang melihat kejadian tersebut, Rio terus saja berlari hingga ketengah lapangan.


"RIO UDAH DEH BALIKIN TAS GW *****"ucap Dian dengan kesal, seketika ia mempunyai ide untuk mengerjai Rio, Dian pun Menunjukkan senyum smirk miliknya.


"Aww"ucap Dian yang sudah terduduk di tengah lapangan, Rio yang melihat itu pun menghampiri Dia yang kelihatan Kesakitan.

__ADS_1


"Yang mana yang sakit?"tanya Rio dengan wajah khawatir nya


"Aduh Itu kaki gw keseleo"ucap Dian,Rio pun mulai mengurut kaki milik Dian yang "katanya" keseleo.


"Aww sakit Yo"ucap Dian dengan pura pura, tak mau menyia-nyiakan kesempatan langsung saja Dian mengambil tasnya lalu lari dari hadapan Rio


"Hahaha bodoh mau aja di tipu wuuuuuu"ucap Dian meleletkan Lidahnya


"Awas lu ya kalau kena"Rio pun berlari Ke arah Dian, apa daya kekuatan Rio lebih besar dari Dian , sehingga kini tangan Rio menarik tangan Dian tak mau menyia-nyiakan kesempatan Rio menggelitik perut Dian yang membuat sang empu merasa geli


"Hahaha udah Yo geli *****"ucap Dian sambil memukul mukul lengan Rio


"Oh tidak bisa lu udah nipu gw ,aduh duh rambut gw ***** lepas sakit bangke"ucap Rio menarik Tangan Dian agar berhenti Menarik rambut milik nya


"Hahaha rasain siapa suruh lu gelitiki gw"ucap Dian yang melihat Rio mengusap rambut yang sakit akibat Jambakan dari Dian , Dian tak ambil pusing ia duduk di tengah lapangan tak menghiraukan Tatapan orang yang melihat kejadian tadi.


"Mending lu duduk deh pusing gw liat lu"ucap Dian Jengah, setelah duduk di depan Dian ,dan Mereka cukup lama Berdiam diri Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Dian gimana kalau kita jadi sahabat?"ucap Rio dengan semangat


"Sahabat?"beo Dian


"Sahabat"ucap Dian dengan senyum manis di wajahnya


"Berarti lu nanti Nemenin gw latihan basket ya"ucap Rio dan hanya di balas anggukan kecil milik Dian


"Yo Kanti kuy gw haus abis kejar-kejaran sama iblis kayak lu"


"Yah sekate-kate lu bilang gw iblis,kalau gw iblis lu siapa nya?Mak nya iblis iya?"tanya Rio yang geram dengan Dian


"Dih sejak kapan ada iblis secantik and semanis gw"ucap Dian dengan bangga dan ia hanya dapat toyoran dari Rio setelah itu Rio pergi dari hadapan Dian


"WOK RIO TUNGGU DULU ***** LU AH, RIO BERHENTI!"ucap Dian yang masih mengejar Rio


Sesampainya di kantin Dian melihat keadaan Kanti yang lumayan Ramai ,saat melihat lagi Dian menemukan Rio tengah duduk sambil makan dan minum


"Duar memew!"

__ADS_1


"Uhuk..uhuk....uhuk.."Rio pun tersedak makanan karna Ulah gadis gila di depannya, dengan cepat Dian membantu Rio untuk minum


"***** muka lu ngakak gw hahaha"ucap Dian sambil tertawa membayangkan wajah kaget Rio


"**** sama kau"ucap Rio melanjutkan Aktivitas makan nya yang sempat tertunda


"Yah Rio mah baperan masak gitu aja ngambek sih"ucap Dian Sambil mengayunkan lengan Rio ke kanan dan ke kiri.


"Ih ***** lepasin dulu tangan gw, gw kagak ngambek geblek"ucap Rio melepaskan tangannya dari genggaman mematikan milik Dian


"Owh bilang donk"ucap Dian sambil menarik rambut Rio


"E..e..e ***** lepasin tangan lu sakit tole"Dian pun melepaskan tarikan nya tersebut dari rambut Rio


"Lu mah cewek kagak ada manis manisnya ,ngeri gw main sama lu "ucap Rio yang langsung mendapat tatapan mematikan Dari Dian


"Suka suka gw lah kok lu yang ribet"ucap Dian memutar matanya jengah.


"Dah ah gw cabut bay"ucap Dian lalu pergi begitu saja


Saat Dian Beda di koridor kelas X iya dapat melihat tindakan yang sangat ia Benci yaitu Pembulian.Ia dapat Melihat dengan jelas , seorang cewek yang sok berkuasa.


"Lepasin tangan Kotor lu itu dari dia"ucap Dian santai namun tegas


Wanita itu pun berbalik menatap siapa yang berani menantang dirinya,heh.


"CK ada pahlawan kesiangan ni kayaknya"ucap Cewek tersebut sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Owh jadi lu yang Namanya Meysa cantik sih tapi dalamnya busuk tertipu sama Cover nya"ucap Dian mengeluarkan senyum smirk miliknya


"Lu diam gak usah sok tau tentang gw!"ucap wanita yang bernama Meysa tersebut,lalu ia melangkah ingin pergi namun Suara Dian membuat langkahnya terhenti


"Meysa Alana anak kedua dari pasangan Juan dan Fera, Kekasih kebanggaan Dari Raditya Falano ,ck ck ck sungguh memperhatikan, kayaknya cantik aja gak cukup kalau lu masih ngerebut miliki orang"ucap Dian lalu pergi Menarik Lisya yang sedari tadi hanya diam saja.


"Makasih kak udah bantu Lisya"ucap Lisya sambil tersenyum manis pada Dian


"Masama lain kali kalau dia memperlakukan lu kayak gitu lagi tarik aja rambutnya kalau gak injak kaki dia kuat-kuat"ucap Dian dengan geram

__ADS_1


"Hehe iya kak nanti Lisya coba untuk berani lawan dia"ucap Lisya


"Yaudah gw pergi dulu by"ucap Dian lalu pergi meninggalkan Lisya yang masih tersenyum manis


__ADS_2