DIANRI

DIANRI
Bagian-5-


__ADS_3

  Setelah Menemani Rio Latihan basket di sekolah dengan sangat sangat terpaksa,Kini Dian telah sampai di rumah nya, Ia melihat Rere di ruang keluarga Duduk sambil memainkan hp miliknya.


Tak ingin ambil pusing Dian Melewati Rere begitu saja tanpa menegur nya, hingga Langkah Dian berhenti karna suara Milik Rere


"Bagus jam segini baru pulang"ucap Rere lalu berdiri dan menghampiri Dian dengan tangan di dadanya.


"Sejak kapan lu mikirin jam pulang gw?"tanya Dian karna selama ini Rere tidak pernah menanyakan hal tersebut dan sekarang dia menanyakan hal tersebut,why?


"Ya...ya gapapa sih kan gw cuma nanya doank"ucap Rere , Dian bisa melihat Dari tatapan Rere bahwa dia sedang berbohong, Dian pun tersenyum Licik


"Apa karna gw di antar Rio lu jadi nanya ke gw?"tanya Dian menautkan kedua alisnya


"Gak tuh"ucap Rere seadanya lalu pergi meninggalkan Dian yang masih Berfikir dengan Sikap Kakak sepupunya ini, Aneh.


-----


Rio memasuki Rumahnya dan melihat pandangan yang begitu menyejukkan di mana sang adik sedang tertawa lepas bersama orang tua mereka.


Rio pun menyalami Tangan kedua orang tuanya,Dapat Ia lihat Lisya masih saja Tersenyum manis kepadanya.lalu Rio duduk di samping Lisya dan mencubit pipi adiknya tersebut.


"Hey kenapa senyum senyum kayak gitu"tanya Rio menaikkan salah satu alisnya.


"Gapapa sih Lisya bahagia aja Hari ini"ucap Lisya tak luput dari senyum di wajahnya.


"Bahagia?"beo Rio


"Iya karna Kak Dian mau temenan sama aku,trus dia juga mau ngajarin aku biar gak usah takut sama orang yang menindas kita"ucap Lisya sambil memakan cemilan yang sudah ada di tangannya.


"Emang Dian siapa Yo?"tanya Alex Papa Rio


"Si cewek barbar pa"ucap Rio seadanya,dan malah mendapat cubitan di perutnya dari Lisya


"Eh dia gak barbar ya kak"ucap Lisya menatap Rio sinis

__ADS_1


"Lah kenyataan nya kok"jawab Rio jujur, memang sih Dian Terlalu babar Kadang nendang Rio, dorong Rio hingga tersungkur, Jambak rambut Rio ,Bahkan Gadis Tersebut tidak segan-segan Menumbuk Rio hingga membuat sang empu Meringis melihat Kekejaman Gadis tersebut.


"Alah awas aja kalau kakak jatuh cinta sama dia"ucap Lisya Tersenyum jahil


"Apa aku suka sama cewek barbar suara kaya toa masjid itu? Dih ogah"ucap Rio, Hayo lah siapa sih yang suka sama cewek barbar bin ajaib itu.


Mama dan papa Rio Hanya mampu menggeleng kepalanya melihat tingkah laku Kedua anak mereka yang satu bersikeras kalau gadis itu Gak barbar yang satu lagi bersikeras bilang gadis tersebut sangat barbar dan menyebalkan


----


keesokan harinya Dian pergi sendiri dengan Mobil milik nya,hari ini ia tidak telat karna Untuk saat ini dia sangat sangat tidak bersemangat untuk menjalani hukuman dari buk tata tertib.


Sesampainya di dalam kelas Dian melempar tas nya lalu ia melipat tangannya di meja sebagai tumpuan agar ia bisa tertidur, namun saat hampir Menggapai alam mimpinya


Ia di kejutkan oleh seseorang yang menepuk pundak nya ,Dian pun menoleh pada orang Itu dan memberikan tatapan mematikan milik nya


Sedangkan yang di tatap hanya menunjukkan cengiran Kuda lepas miliknya, Dian pun hanya Memutar mata nya malas, orang ini selalu saja mengganggu ketenangan jiwa dan raga nya.


"Gak ada gw kangen aja sama Calon masa depan gw"ucapnya dengan percaya diri sedangkan Dian hanya menatap lelaki tersebut dengan jengah


"Lu punya kaca gak sih dirumah, udah gw tolak juga gak ada malu nya lu datang di hadapan gw lagi"ucap Dian lalu beranjak dari tempat duduknya ketika hendak pergi dari kelas namun tangannya di cekal oleh lelaki itu.


"Gw sayang sama lu Diana"ucap lelaki yang bernama Aldi


"Lu aja gw kagak tuh" ucap Dian melipat kedua tangannya di dada


"Plis terima gw, gw sayang dan cinta sama lu"ucap Aldi menggenggam tangan Dian, tapi di hentakan oleh Dian lalu Tatapan membunuh yang ia keluarkan.


"Sekali gw bilang gak ya gak! Awas aja lu kalau masih ganggu gw , gw kuliti lu saat itu juga"ucap Dian lalu pergi meninggalkan kelas nya Dia sudah tidak mod melakukan apapun sekarang tujuannya adalah Rooftop.


"LIAT AJA SUATU SAAT LU BAKAL NYESEL GAK TERIMA CINTA GW"ucap Aldi dengan lantang


"DAN GW GAK AKAN PERNAH MENYESAL AKAN HAL ITU"ucap Dian tak kalah lantang.

__ADS_1


Arghhh


Aldi mengusap wajah nya dengan kasar, mengapa sangat sulit untuk mendapatkan cinta seorang Dian, Aldi sudah menyukai Dian selama Dua tahun terakhir ini, namun selama itu juga ia tak pernah mendapat balasan oleh Dian.


Tapi ia juga tidak mau Dian semakin membenci nya karna Dian sangat sangat benci dengan orang yang berani memaksanya dalam hal apapun itu.


Gw sayang sama lu Diana kenapa lu susah banget untuk di luluhkan-batin Aldi


-----


Saat Hendak pergi ke Rooftop ada yang menyenggol bahu Dian dengan kuat yang membuat sang empu hampir saja terjatuh.


"Lu gapapa kan?"tanya orang tersebut, untuk sesaat mereka tatap-tatapan.


Keduanya merasakan desiran hangat menjalar di tubuh Mereka.


"Ah iya gapapa"ucap Dian Lalu mencoba menjauh dari orang tersebut.tapi tak ada dari mereka yang mencoba memutuskan tatapan Tersebut.


"Kenapa lu Liatin gw kayak gitu, gw tau kok gw ganteng"ucap Orang itu dengan Pede.


"Dih Sejak kapan tampang curut kayak lu Jadi ganteng"ucap Dian memutar Matanya jengah


"Gengsian amat sih neng"ucap orang tersebut tersenyum jahil


"Udah deh yo masih pagi gw males ribut"setelah itu Dian pergi meninggalkan Rio


"ALAH BILANG AJA LU TAKUT JATUH CINTA SAMA GW"ucap Rio berteriak dengan senyum jahil miliknya


"GW CINTA SAMA KADAL AFRIKA KAYAK LU? DIH OGAH"ucap Dian dengan wajah kesalnya tidak cukup kah Aldi saja yang menggangu ketenangan nya


Sedangkan Rio hanya tertawa melihat kekesalan Dian yang menurut nya Lucu, berbeda dengan orang yang sedang melihat kedekatan mereka mengepalkan tangannya,ia tak suka Dian dekat dengan Rio.


Kenapa Rio gak pernah sekalipun ngelirik gw,kenapa harus Dian-batin orang tersebut.

__ADS_1


__ADS_2