
Orang tersebut menarik rambut Lisya dengan kuat Ia tidak perduli dengan orang lain yang melihat ke jadian itu karna baginya yang terpenting kemarahan nya dapat ia salurkan,ia sangat benci terhadap Lisya sedangkan Lisya menatap orang itu dengan tanda tanya Ia tidak melakukan apapun, dan kenapa ia harus tersiksa.
"Udah gw bilang Gak usah deketin Radit lagi, Radit Milik gw dan selamanya bakal milik gw"ucap Meysa dengan Mata yang menunjukkan kebencian terhadap Lisya.
Sedangkan Lisya hanya berusaha melepaskan tangan Meysa dari rambut nya, ia teringat akan Ucapan Dian bahwa ia tidak boleh Terus-terusan lemah seperti ini, setidaknya ia harus melawan agar orang tersebut tidak seenaknya menginjak-injak harga diri nya.
Lisya pun menghempaskan Tangan Meysa dengan kasar, ia sangat gugup tapi ia harus kuat setidaknya ia harus melindungi dirinya sendiri.
"Maksud kamu apa, aku gak pernah Rebut Radit Dari kamu"ucap Lisya dengan lantang dan menunjuk wajah Meysa yang terkejut melihat dirinya.
"Berani lu ya sama gw"ucap Meysa yang hendak melayangkan tangannya untuk Menampar Lisya ,namun Lisya dengan cepat Menahan tangan Meysa dan menghempaskan dengan kasar. Lisya melipat tangannya ke dada seolah dia benaran tidak takut dengan Meysa.
"Ga usah sok deh aku tau kamu deketin Radit cuma mau harta dia aja kan? Kasian ya udah miskin tapi berlagak sok kaya gak malu sama ibu kamu kesana kemari cari uang buat biaya sekolah kamu bergaya sesuai isi dompet lah"ucap Lisya Dengan melihat Meysa dengan tatapan meremehkan.
Sedangkan Meysa menahan amarahnya wajahnya mulai memerah ia ingin sekali menghabisi Gadis yang di depannya ini ,tapi mendengar banyak cemooh tentang dirinya ia pun pergi dari kelas tersebut.
"Ih ga tau malu banget ya"
"Pantes di tinggalin ternyata matre"
"Aduh rupanya masih banyak orang berlagak sok kaya di sini"
"Udah miskin sok berkuasa pula"
"Aduh jauh jauh deh udah tingkah laku kayak gitu eh tapi miskin kasian ya"
"Kasian yah Lisya baik tapi selalu tersakiti"
Sedangkan Meysa yang mendengar semua celaan tentang dirinya hanya bisa menunduk malu, dan ia akan membalas Lisya secepatnya.
Lisya yang memikirkan ucapan nya tadi kepada Meysa hanya mengusap wajahnya dengan kasar dia binggung kenapa dia bisa berucap seperti itu padahal niat awalnya agar Meysa tidak bermain kasar lagi padanya.
----
Keadaan kelas XII-IPA4 sedang ramai bak pasar tradisional, karna Buk Lilis sedangkan cuti karna akan melahirkan maka itu kelas mereka begitu ramai dan ribut.
Tak lupa dengan Konser dadakan yang akan selalu membuat kelas tersebut lebih berwarna, dan tentunya tambah gila.
"Music on "
1..
2..
3..
__ADS_1
"Hei...Yang di kiri yang di kanan yang di atas yang di bawah
Yang lagi nangkring di pohon mari kita bergoyang"
"Hoa hoe"
"Hei...Goyang, goyang Bang Jali semuanya ikut bernyanyi"
"Tarik mang"
"Bang Jali, Bang Jali
Goyangnya bikin hepi"
"Bikin hepi Hoy"
"Bikin lu ketagihan
Semua jadi goyang"
"Goyang Tros bang"
"Bang Jali, Bang Jali
Goyangnya bikin hepi"
"Bikin lu ketagihan
Semua jadi riang"
"Goyang Sampai pagi bang"
Karna sudah lelah bergoyang dan bergembira semua siswa kelas XII-IPA4 tepar di lantai dengan posisi yang berbagai macam.
"**** capek bat gw dod beli makan sama minum Sono ajak cowok yang lainnya"ucap Dian sambil mengipas dirinya karna Terlalu lelah.
"Uang nya mana?"tanya Dodi dengan santai sedangkan Dian membalas dengan tatapan mematikan.
"Pakai uang lu lah, lu traktir kita kita juga lu kagak bakal jatuh miskin"ucap Dian memutar matanya jengah.
"Hehe ydh yang merasa cowok ikut gw buru, kalau diam aja berarti lu banci,KABORRR"ucap Dodi lalu pergi lari meninggalkan kelas, sedangkan ke 9 lelaki yang masih binggung dengan perkataan Dodi hanya diam saja.
"Eh lu pada 9 lelaki tulen lu tetap mau disini biar di sebut banci ha?!"ucap Dian dengan tegas , setelah itu 9 lelaki tersebut baru sadar lalu mengacir keluar kelas dengan wajah yang menahan malu.
"Hahaha anjay tu otak Lemot bat dah"ucap Lana teman sekelas Dian.
__ADS_1
----
Sedangkan,Raka,Rangga,Yopi,Bagas, Vano,Bimo, Gavin,Johan,Devan, 9 lelaki itu menyumpah serapahkan Dodi , ingin sekali rasanya mereka mengabsen semua hewan yang ada di kebun binatang.
"BHahaha lucu kale muka kalian ah"ucap Dodi Tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi antara marah dan malu.
Sedangkan yang di tertawa kan hanya dan melempar tatapan mematikan.
"***** lu Dod serius,udah kita diam aja kaya orang ******"ucap Gavin dengan emosi yang menggebu-gebu:v
"Bhahaha abisnya lu semua lemot banget ,nih bawa semuanya ke kelas kalau lama di terkam macan lu pada"ucap Dodi langsung pergi meninggalkan semua makanan dan minuman tersebut.
"DODI *******"ucap Mereka bersamaan sedangkan yang di Sebut namanya hanya bisa tertawa terbahak-bahak karna berhasil membuat 9 lelaki tersebut kesal.
----
Pagi hari di kelas X-IPA2 Heboh dan berisik Karna Tingkah Tio teman sekelas Lisya yang membuat kelas ribut seperti pasar.
"Hey Sarah ku sayang, Babang Tio Duduk disini ya"ucap Tio mengedipkan sebelah matanya sedangkan gadis yang di godanya hanya menatap Tio dengan Kesal.
"Plis deh gausah panggil gw sayang gw bukan pacar lu Tio Pakusadewo"ucap Sarah Dengan menatap sinis ke arah Rio sedangkan yang ditatap hanya tertawa kecil.
"Owh Jadi ayang Sarah kode Babang Tio biar di tembak gitu"ucap Tio dengan mencolek dagu Sarah
"PLIS DEH TIO ANAK NYA PAK REGA KAGAK USAH COLEK COLEK DAGU GW!!" ucap Sarah dengan wajah merahnya karna sangat kesal dengan tingkah teman sekelasnya ini.
Sedangkan yang di kelas hanya tertawa melihat dua sejoli Tersebut,yang satu Suka menggoda yang satu Mudah emosian pasangan yang cocok.
Saat sedang Asik di kelas dengan tingkah Tio dan Sarah ,Buk Ratna Wali kelas X-IPA2 masuk bersama seorang cowok hm mungkin murid baru.
"Selamat pagi semuanya"sapa Buk Ratna
"Pagi juga buk"ucap Mereka bersamaan.
"Baiklah mohon perhatiannya sebentar,kita kedatangan Murid baru, kamu silahkan perkenalkan diri mu"ucap buk Ratna
"Hay gaes Perkenalkan nama gw Arka Gio Alfaro gw pindahan dari L.A, gw harap kita bisa berteman baik"ucap Arka tak lupa dengan senyum manis nya.
"Perkenalkan saya buk Ratna Wali kelas serta guru Matematika di kelas ini, Arka kamu bisa duduk di samping Aksa, yang namanya Aksa angkat tangan" lalu Aksa pun mengangkat tangan dan Arka Duduk di samping Aksa
"Hey gw Aksa"
"Gw Arka"
Setelah itu mereka melanjutkan kegiatan belajar mere, kelas tampak tenang karna tak ada yang berani membuka suara.
__ADS_1
Sedangkan Arka Fokus melihat gadis yang tak jauh Duduk Di depan nya. Gadis yang tampak anggun dan juga Pintar, Arka jadi tertarik dengan gadis tersebut. Tanpa disadari Bibir Aksa Melengkung ke atas bahkan hanya dirinya yang menyadari senyum Tersebut.