
Pagi yang Cerah Seorang Gadis Berjalan menelusuri Koridor sekolah,Dia sesekali Tersenyum kepada Orang yang menyapanya, jangan tanyakan lagi Betapa gadis tersebut di sukai banyak orang yakarna sifat baik,marah,dan mudah Berteman dengan siapa saja.
Bahkan Tak jarang Orang mencuri-curi pandang kepadanya saat Ia sedang berbicara Kepada orang lain, Ia gadis yang sopan santun dan mempunyai tata Krama, sungguh Bodoh orang Yang menyia-nyiakan dirinya.
"Hay Lisya"sapa Kaka kelas Gadis tersebut.
"Hay juga Kak Ana"ucap Lisya dengan Senyum manis miliknya.
"Oh iya Lis gw cuma mau bilang Minggu depan datang ya Ke acara gw"ucap Ana Sembari memberikan Sebuah kertas undangan Ulang tahun.
"Oh iya Kak insyaallah Lisya Datang, makasih undangan nya"ucap Lisya Tersenyum manis.
"Yaudah kalau gitu gw Deluan ya Lis"ucap Kakak kelas nya tersebut lalu pergi dari Hadapan Lisya.
Baru beberapa langkah Lisya beranjak dari tempat ia berdiri tadi,ia merasa tangan nya di cekal oleh Seseorang.
"Lisya dengerin dulu gw mau ngomong"Ucap Orang Tersebut. Sedangkan Lisya hanya diam tidak berniat membalas ucapan Lawan bicara nya ini. Dan mencoba melepaskan pergelangan tangan nya dari Tangan Orang Tersebut dengan pelan.
"Lis gw mohon dengerin penjelasan gw"ucap Radit dengan wajah memohon nya Lisya yang melihat Manik mata Radit Hanya menemukan Penyesalan dan ketulusan.
"Silahkan"ucap Lisya dengan tenang Walaupun Hatinya tetap sakit.
"Gw salah menilai Lo dan gw salah Menilai Meysa gw pikir dia tulus sama gw ternyata enggak Dia Cuma Manfaatin Gw"ucap Radit dengan Wajah Penuh penyesalan ia sangat menyesal telah Membuang Berlian demi Biji jagung itu.
"Sekarang Lisya tanya Sama Kak Radit setelah Kak Radit tau tentang kebenaran Meysa apa yang akan kak Radit lakukan?"tanya Lisya Menahan air matanya yang sekali saja kedip maka akan terjun dengan bebas.
"Gw benci sama dia gw,gw gak Sudi untuk liat dia lagi maafin gw Lis"ucap Radit
Sedangkan Lisya hanya membuang muka nya sembarang Arah Kini Air matanya Tak dapat Di tahan lagi, siapa sih yang tidak sedih setelah di buang layaknya Sampah Kini di pungut lagi.
"Sekarang kakak tau kan jawabannya,Lisya Pergi makasih"setelah itu Lisya Berbalik Arah Dengan berlari menuju Kelasnya.
Arghhh
Radit Mengusap wajah nya dengan kasar Kini dia benar-benar Menyesal Dia telah Membuang hati yang tulus demi wanita Ular Tersebut, sekarang Dia hanya merenung mungkinkah Ini Balasan karma Dari tuhan?
__ADS_1
Bodoh
Satu kali yang pantas Untuk Dirinya, padahal banyak Yang ingin di posisi dirinya di beri cinta oleh gadis polos yang baik hati, tapi ia malah menyia-nyiakan nya.
----
"BUKETU"ucap Dodi berteriak
"Apaan sih **** kagak usah Teriak-teriak gw juga Dengar"ucap Dian dengan wajah kesalnya. sedangkan yang Dodi hanya Menyengir tidak jelas.
"Hehehe maaf buketu, gw kesini cuma Mau bilang uang untuk Beli perlengkapan Bazar udah Beres"ucap Dodi dengan bangga.
"Trs berapa jumlah uang dari Sumbangan kelas?"tanya Dian
"Totalnya ada 3jt buketu,"ucap Dodi Dengan semangat.
"Yaudah Sekarang Suruh yang lain Kumpul Di kelas buruan kagak pakai lama"ucap Dian dengan wajah serius nya sedangkan Dodi sudah berlari Untuk mengumpulkan Seluruh siswa kelas XI-IPA4.
Setelah menunggu beberapa menit di dalam kelas kini seluruh Siswa kelas XI-IPA4 Sudah berkumpul. Dian menjelaskan semuanya dengan Rinci apa saja yang akan mereka jual, Bagaimana cara menarik para pembeli dan juga Bagaimana cara mereka agar Tetap terlihat kompak di setiap acara.
Meskipun Di cap sebagai kelas yang Paling berisik ,paling nakal dan juga Jarang Menurut sama guru,namun kelas ini mempunyai Ikatan yang kuat Dalam pertemanan karna bagi mereka" One is exposed to the law, the other is subject to the law" Adil bukan? Itulah mereka.
"Mengerti"Ucap Mereka bersamaan.
Saat Hendak Keluar dari kelas Dian Melihat Rio sedang berdiri di depan Pintu Kelasnya.
"Woy Yo ngapain lu disini"ucap Dian melirik Ke arah Rio meskipun sebentar.
"Mau ngajak lu kekantin bareng"Ucap Rio lalu menarik Tangan Dian dengan Lembut, sedangkan yang Di tarik hanya terdiam dan meresa nyaman mungkin?.
"Lama amat lu Yo"ucap Rendi sedangkan Rio hanya memutar matanya malas.
"Lu mau persen apa biar gw pesankan sekalian"ucap Rio sambil berdiri dari bangku nya
"Samain aja deh sama punya lu"ucap Dian setelah itu Rio pun pergi ke stand makanan.
__ADS_1
"Owh iya Rere mana seminggu ini kayak keliatan?"tanya Angga pada Dian.
"Owh Rere ada urusan sama keluarga Mama dia"ucap Dian
"Owh hm Na boleh gak gw minta tolong sama lu?"tanya Angga dengan wajah serius nya
"Bantu apa?"tanya Dian Dengan penasaran.
"Hm gw suka sama Rere gw mau nembak dia,tapi gw kagak tau apa kesukaan dia"ujar Angga dengan lesu.
"Owh tenang nanti gw bantu"ucap Dian dengan tersenyum manis.
Ya sekarang Rere sudah tidak tinggal di rumah Dian lagi karna Orang tua Rere sudah pulang setelah 6 bulan bekerja di luar Negeri, jadi Rere di titipkan untuk tinggal bersama keluarga Dian, sedangkan Dian dengan senang hati Menerima Rere dan bisa mempunyai Teman di rumah.
Karena Dian tunggal jadi ia meresa sepi, kadang Mama nya Pergi ke butik ayahnya Juga sibuk bekerja, tapi Dian Bisa memahami situasi ini karna orang tua nya Bekerja juga untuk dia kan?
"Nih pesanan lu gak pakai bawang kok"ucap Rio tersenyum Tulus.
"Makasih Yo"ucap Dian membalas senyuman Rio sedangkan Yang melihat mereka hanya bisa Cengo bagaimana Tom & Jerry bisa bersatu?.
"Kalian Tumben baikan biasanya ribut Mulu"ujar Rendy sedangkan yang di tanya hanya mengangkat bahu nya dengan acuh.
"Owh iya Lisya mana? Tumben ga ikut gabung?"tanya Dian yang tidak melihat keberadaan Lisya
"Owh Lisya katanya gak laper jadi ga ikut"ucap Rio dan Dian Hanya Membulatkan Mulutnya lalu mengangguk paham.
"Yo nanti kalau gw udah sukses boleh kagak gw Lamar adek lu?"tanya Rendi dengan muka serius nya.
"Gak boleh ntar adek gw tersiksa nikah sama lu"ucap Rio
"Parah lu Yo"ucap Rendi tak bersemangat.
----
Sedangkan di tempat lain seorang cewek tengah menumpu kepalanya dengan lengan miliknya, iya hari ini benar-benar lelah dan semenjak perbincangan nya dengan Radit membuat nya malas untuk Keluar kelas.
__ADS_1
Brakkkk...
Lisya Terperanjat karena kaget, Lisya Pun melihat orang Itu dengan tatapan sayu miliknya, sekarang apalagi yang akan orang ini lakukan.