Dicintai Oleh Seorang Idol

Dicintai Oleh Seorang Idol
Cemburu


__ADS_3

"Owh hanya temannya, ini mah gejala maag" batin sang perawat.


"Baik kak silahkan tunggu di ruangan sebelah kanan" kata sang perawat sambil menunjukkan ruangan yang dimaksud.


"Oh iya" Sasha ditemani Hyun pergi menuju tempat yang dimaksud.


Sasha menunggu beberapa saat di ruang tunggu, hingga akhirnya namanya dipanggil.


"Nona Sasha Carabella silahkan masuk" kata sang asisten dokter.


"Aku masuk dulu ya" Sasha pamit pada Hyun.


"Iya" balas Hyun.


Sasha pun masuk ke dalam ruang periksa. Dokter memeriksa Sasha dengan seksama. Dokter menyatakan bahwa Sasha hanya menderita maag.


"Ini hanya gejala maag, anda tidak perlu khawatir" jelas sang dokter.


"Anda hanya perlu makan lebih teratur, kurangi makan makanan pedas dan asam, lalu minum obat yang sudah saya resepkan" lanjut sang dokter.


"Baik dok" jawab Sasha.


"Ini resepnya, silahkan ditebus di apotek rumah sakit" kata sang dokter sambil menyerahkan resep obat.


"Baik dok, terimakasih" Sasha pergi setelah mengambil resep obat yang diberikan dokter.


Sasha menghampiri Hyun yang masih menunggunya.


"Udah?" tanya Hyun.


"Iya" Sasha menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Ya sudah ayo pulang" Hyun.


"Tapi aku mau nebus obat dulu" jawab Sasha.


"Oh... ya udah ayo" Hyun refleks menggandeng tangan Sasha.


"Eh" kata Sasha menarik tangannya.


"Eh iya maaf" Hyun merasa tidak enak pada Sasha.


"Iya ngga 'papa" jawab Sasha.


Mereka pun pergi menuju apotek yang ada di rumah sakit itu. Saat Sasha sedang sibuk mengurus resep obatnya, ternyata diam-diam Hyun membayar semuanya untuk Sasha.


"Semuanya jadi berapa sus" tanya Sasha pada salah satu resepsionis di sana.


"Tidak perlu kak, ini sudah lunas semua" jawab sang suster.


"Sudah lunas semua administrasinya" jelas sang suster kembali.


"Ah iya iya, terimakasih sus" Sasha.


"Iya sama-sama, semoga lekas sembuh" kata sang suster.


"Iya" Sasha melenggang pergi.


Sasha berniat menghampiri Hyun untuk pulang. Belum sampai Sasha di tempat tujuannya, tiba-tiba Sasha ditabrak seseorang yang sedang berlari.


Bruk...


"Auuu...." Sasha merasa kakinya mungkin terkilir.

__ADS_1


"Ah maaf maaf" kata seseorang yang menabraknya.


Hyun yang melihatnya berjalan cepat menuju ke arah Sasha. Tapi belum sampai tujuan, Hyun melihat Sasha berpelukan dengan seorang lelaki. Lelaki tersebut kelihatannya adalah dokter disana. Hyun merasa hatinya sedikit sakit saat melihat adegan di depannya itu.


"Kamu nggak apa-apa?" kata sang penabrak.


"Loh Sasha!!" kata sang penabrak yang ternyata adalah saudara sepupu Sasha.


"Loh kak Radit! udah lama nggak ketemu" Sasha tak kalah terkejutnya.


"Iya, peluk dulu dong" kata Radit merentangkan kedua tangannya.


"Hmmm kangen" kata Sasha sambil memeluk Radit.


"Kakak juga" Radit mengeratkan pelukannya.


Hyun yang melihat Radit mengeratkan pelukannya, hatinya semakin sakit plus kesal pada Sasha.


"Apa-apaan si, tadi cuma digandeng aja nggak mau. Sekarang malah pelukan" Hyun tanpa sadar cemburu terhadap Sasha.


Sebenarnya diantara Radit dan Sasha tidak ada hubungan lebih dari sekedar sepupu. Mereka hanya memiliki cinta sebagai saudara sepupu. Mereka juga memang sudah dekat sejak kecil. Karena mereka sudah dekat sejak kecil, membuat Sasha tak segan membalas pelukan Radit.


Setelah beberapa saat berpelukan melepas rindu, Sasha melepaskan pelukannya.


"Kakak tadi kenapa buru-buru? terus kakak ngapain disini? pake jas dokter lagi" tanya Sasha.


"Tadi kakak tu mau nanganin pasien, kakak lagi ko'as disini" jelas Radit.


"Owalah, gitu" jawab Sasha.


Hyun yang sudah terbakar cemburu, berjalan cepat ke arah Sasha.

__ADS_1


__ADS_2