
Hyun melajukan mobilnya. Sasha tetap diam menatap ke kaca mobil sambil melihat pemandangan.
Drtt......
Ponsel Hyun bergetar. Ia pun merogoh sakunya untuk mengatasi ponselnya.
"Halo" Hyun.
"........" sang penelepon.
"oh okay okay saya segera kesana" Hyun.
Tut.....
Hyun melajukan mobilnya ke arah kantor miliknya.
Sasha yang menyadari bahwa dari tadi Hyun tidak bertanya alamatnya pun merasa Hyun akan membawanya pergi dan macam-macam padanya. Sasha semakin merasa aneh saat mobil Hyun tidak menuju ke arah rumahnya.
"Kamu emang tau rumah aku?" menatap Hyun.
"Nggak" menjawab dengan santai.
"Loh ini mau kemana?" sambil menunjuk ke kaca depan.
"Bentar aja" entah kenapa rasanya Hyun ingin membawa Sasha ke kantornya, padahal mereka baru bertemu belum ada 24 jam.
"Eh kamu awas ya macem-macem! Aku bawa ini ni" mengeluarkan bo**abe dari tasnya.
"Hahaha kamu ngapain bawa begituan?!!" Hyun merampas bo**abe Sasha lalu ia tertawa.
"Ya buat apa aja lah, balikin dong!" Sasha merebut kembali benda itu. Tapi karena tangan Sasha lebih pendek dari Hyun maka ia tidak bisa mengambil benda miliknya itu.
"Wek...." Hyun menjulurkan lidahnya, lalu menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Ngapain berenti?" Sasha pun jadi bingung.
"Nih" memberikan bo**abe yang menimbulkan perdebatan itu.
"Udah aku mau pulang naik taksi aja" Sasha mengambil benda miliknya lalu berusaha membuka pintu, tapi ternyata pintu mobilnya dikunci.
__ADS_1
Hyun menjalankan kembali mobilnya.
"Aku tu mau ke kantor bentar. Kalo aku nganter kamu dulu ntar aku telat, ada meeting dadakan" Kata Hyun sebelum Sasha berpikir macam-macam.
"Owh gitu" Sasha menyandarkan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di depan dada.
"Iya" Hyun tetap fokus menyetir.
Beberapa menit kemudian mobil mereka sampai di depan kantor yang cukup megah.
"Ayo turun" Hyun turun dari mobil dan melihat Sasha masih di dalam.
"Hah, ngapain?" Sasha bingung.
"Ya masuk lah!" Hyun.
"Aku disini ajalah" menatap Hyun.
"Ngga ada, tar kamu bawa kabur mobil aku lagi" Hyun memasang muka khawatir padahal dalam hatinya ia tertawa.
"Ih apaan si, ya udah" Sasha keluar dari mobil lalu mengekori Hyun.
"Siang pak" para karyawan menyapa Hyun.
"Iya" Hyun tersenyum ke arah mereka.
Setelah Hyun dan Sasha naik ke atas, terdengarlah gosip.
"Itu siapa ya?" tanya karyawan A*** ke karyawan B***
"Nggatau" karyawan B*** mengangkat bahunya lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Hmmm" karyawan A*** masih penasaran tapi ia tidak ingin tau lebih dalam.
Di dalam ruangan Hyun.
"Ehm Hyun...." Sasha memanggil Hyun yang sedang mempersiapkan berkasnya.
"Iya?" Hyun menengok ke arah Sasha.
__ADS_1
"Kamu umur berapa si? aku manggil pake apa kak atau dek?" Tanya Sasha.
"Aku lahiran tahun 1990 berarti tahun ini 30 tahun. Terserah kamu mau manggil apa" Hyun melanjutkan kegiatannya.
"Ha??? udah tua juga hehehe, tapi masih ganteng. Eh apaan si. Kenapa juga aku malah tanya-tanya umur segala, ga jelas banget. Emang dia siapa" ucap Sasha dalam hati.
"Kok diem?" Hyun sudah berdiri di depan Sasha.
"Ah ngga papa" Sasha jadi merasa canggung.
"Jadi mau manggil aku apa? Oh iya terus kamu umur berapa?" Tanya Hyun.
"Loh kok jadi ikut-ikutan nanya umur" ucap Sasha dalam hati.
"Ehmmm aku manggil Kakak aja lah. Ehm... umur aku 22 tahun" Sasha merasa canggung ditatap oleh Hyun.
"Owh ok, kalo gitu aku keluar dulu mau meeting. Jangan pergi-pergi nanti kamu ngga bisa balik lagi" Hyun berjalan ke arah pintu keluar.
"I iya" Sasha.
Entah kenapa hari itu Sasha merasa aneh, kenapa dia bisa dengan mudah dekat dengan lelaki asing yang bahkan tak dikenalnya sama sekali.
Hyun pun merasa aneh dengan pertemuannya tadi pagi dengan Sasha. Ia berpikir tidak akan bertemu dengannya lagi, tetapi ternyata ia malah bertemu lagi. Dan ia malah semakin nyaman berdekatan dengan Sasha, padahal ia baru bertemu beberapa jam.
____________________________________________
Jangan lupa
Like 👍
Vote ❤️
Jadiin favorite ❤️
Komen 📝
Pokoknya dukung terus author ya 🤗
author butuh dukungan kalian 😊
__ADS_1