
Hyun mencoba jam tangan yang diberikan oleh Sasha. Ia terlihat bahagia mendapat hadiah dari Sasha.
"Kalau orang tuaku tau aku pacaran sama orang luar gimana ya, apa mereka akan merestui hubungan kami" batin Sasha.
"Hi hi" Hyun melambaikan tangannya di hadapan Sasha.
"Eh iya" Sasha terkejut.
"Kamu ngapain ngelamun?" tanya Hyun.
"Ngga 'papa kok" jawab Sasha.
"Hyun pulang yuk, aku capek" kata Sasha.
"Ya sudah aku antar kamu pulang" kata Hyun lalu Sasha mengangguk.
Sasha dan Hyun sudah berada di mobil. Hyun melajukan mobilnya menuju ke kostan Sasha.
Di tengah perjalanan, Sasha bertanya pada Hyun.
"Hyun" panggil Sasha.
"Ya?" jawab Hyun.
"Apa kamu serius sama hubungan kita?" tanya Sasha.
Sit....
Jay mengerem mobilnya.
"Aduh" Sasha mengelus-elus kepalanya yang tersantuk.
"Kamu kok tanya gitu" kata Hyun.
Tin.....
Mobil di belakang mobil Hyun membunyikan klakson mobil mereka.
Hyun kembali melajukan mobilnya, karena tidak mungkin ia mau berhenti di tengah jalan.
__ADS_1
"Ya aku penasaran aja" jawab Sasha.
"Kalau aku ngga serius buat apa aku pacaran sama kamu" kata Hyun.
"Apa kamu mau kita langsung menikah saja?" tanya Hyun.
"Eh nggak bukan gitu, aku masih kuliah aku belum siap" kata Sasha.
"Aku cuma kepikiran sesuatu aja" sambung Sasha.
"Kepikiran apa?" tanya Hyun yang masih fokus mengemudi.
"Apa kita bisa menikah?" tanya Sasha lagi.
"Apa orang tuaku akan merestui kita, apalagi kamu buka WNI" kata Sasha.
"Aku akan berusaha biar orang tua kamu menyetujui hubungan kita" kata Hyun.
"Iya makasih" jawab Sasha.
"Kamu kapan libur kuliah?" tanya Hyun.
"Mungkin setengah tahun lagi" kata Sasha.
"Ya mau lah, aku nanti pas libur langsung pulang ke rumahku" kata Sasha.
"Aku ikut" kata Hyun.
"Ha? Kamu yakin?" tanya Sasha.
"Iyalah, nanti di sana kan aku bisa cari hotel" kata Hyun.
"Ya udah terserah kamu aja" jawab Sasha.
Sasha yang kelelahan lagi-lagi tertidur di mobil Hyun. Saat sudah sampai di kostan Sasha belum bangun dari tidurnya. Hyun yang melihat Sasha tertidur pulas membiarkannya dan tidak membangunkan Sasha.
"Hoam....." setelah beberapa saat akhirnya Sasha bangun.
"Loh udah sampe ya" Sasha melihat ia sudah berada di jalan ke kost-annya.
__ADS_1
"Dari tadi" jawab Hyun.
"Ih kok ngga dibangunin si akunya" Sasha cemberut.
"Abisnya kamu keliatan capek banget jadi aku ngga bangunin" kata Hyun.
"Ya udah lah, aku mau pulang" kata Sasha keluar dari mobil.
"Ini barang kamu" Hyun keluar dan langsung membuka bagasi.
"Oh iya lupa hehe" Sasha nyengir kuda.
"Kebiasaan" kata Hyun.
"Emang kamu tau kebiasaan aku?" tanya Sasha.
"Ya nggak haha" Hyun mengeluarkan barang-barang Sasha dari bagasi mobilnya.
"Hyun besok-besok jangan beliin aku sebanyak ini ya" kata Sasha.
"Loh kenapa? Kamu ngga suka?" tanya Hyun.
"Bukan gitu, ini kan barang aku masa pakai uang kamu" kata Sasha.
"Aku kan calon suami kamu" kata Hyun.
"Ih apaan si, ya udahlah aminin aja" kata Sasha.
"Amin....." Hyun ikut mengaminkan.
"Nih" kata Hyun memberikan barang-barang
Sasha.
"Makasih ya, aku masuk dulu. Bye..." Sasha masuk ke dalam kost-annya.
Jay memutar mobilnya lalu pulang ke rumahnya. Ia terfikir bagaimana dengan restu orang tua Sasha. Apa ia akan direstui orang tua Sasha. Jujur saja Hyun merasa kurang percaya diri. Karena melihat Sasha yang terlihat sangat baik dalam agama dan menggunakan kerudung. Sedangkan Hyun baru menjadi mualaf beberapa tahun.
🌸
__ADS_1
Maaf author abis sakit kemarin, jadi ngga up up.
Please dukung author dengan cara like komen vote and rate. Biar author tambah semangat ❤️